RSUD Bandung Kiwari (Dok.Diskominfo Bandung)
Farhan mengatakan, salah satu tantangan RSUD Bandung Kiwari saat ini adalah menangani pasien dengan kondisi kehamilan yang sudah berat ketika tiba di rumah sakit. Menurutnya, tidak sedikit pasien yang datang ke instalasi gawat darurat dalam kondisi kritis sehingga membutuhkan penanganan cepat dan tepat.
“Khusus untuk RSUD Kiwari, memang tantangan terbesarnya sekarang, walaupun berhasil menekan angka kematian ibu melahirkan jauh di bawah rata-rata nasional, jumlah kematian bayi lahir di RSUD Kiwari ini lumayan tinggi. Jadi, kita lagi ada usaha menekan ke arah sana,” ujar Farhan di Pendopo Kota Bandung, Jumat (30/10/2026).
Ia menilai, kondisi kesehatan ibu menjadi salah satu faktor penting dalam menjaga keselamatan bayi sejak masih berada di dalam kandungan. Karena itu, Pemkot Bandung berupaya membangun sistem pelayanan yang lebih terarah agar ibu hamil yang berkonsultasi maupun menjalani penanganan di RSUD Bandung Kiwari memperoleh layanan sesuai kebutuhan medisnya.
“Sebetulnya kunci utamanya adalah kondisi ibunya. Kondisi ibu menjadi sangat penting karena bagaimanapun juga, kondisi bayi di dalam kandungan sangat tergantung pada kondisi ibunya. Jadi, kita akan membangun sebuah sistem yang lebih to the point di RSUD Kiwari ini untuk memastikan bahwa para ibu hamil yang berkonsultasi ke RSUD Kiwari itu betul-betul ditangani,” katanya.
Farhan secara khusus menyoroti instalasi gawat darurat (IGD) sebagai bagian layanan yang perlu diperkuat. Sebab, RSUD Bandung Kiwari kerap menerima pasien rujukan dari berbagai daerah, termasuk ibu hamil yang datang dengan kondisi kesehatan yang sudah memburuk.
“Namun, salah satu yang paling penting adalah UGD. Karena banyak kasus berat, ibu hamil yang sudah sangat berat (severe), berdatangan dalam keadaan yang sudah sangat berat. Jadi, UGD-nya memang harus sangat baik. Itu yang sedang kita perbaiki sekarang, terutama karena RSUD Kiwari ini sering menjadi rujukan dari berbagai macam daerah untuk penanganan kasus-kasus kesehatan masyarakat,” tutur Farhan.
Ia menjelaskan, RSUD Bandung Kiwari telah memiliki dokter spesialis obstetri dan ginekologi, neonatologi, hingga fertilitas. Namun, keberadaan tenaga spesialis tersebut perlu diimbangi dengan peningkatan keterampilan teknis dalam menangani situasi darurat, terutama ketika pasien mengalami kondisi kritis secara mendadak.