Comscore Tracker

Ancaman Bahaya Saat Melaut, Puluhan Ribu Nelayan Jabar Diberi Asuransi

Berencana membuat aplikasi Polisi Sahabat Nelayan

Cirebon, IDN Times - Direktorat Kepolisian Air dan Udara Polda Jabar menyerahkan asuransi kepada nelayan di Jawa Barat, Senin(30/12). Upaya itu dilakukan untuk memberikan kepastian perlindungan dan keselamatan nelayan saat beraktivitas di laut.

Selain itu, Ditpolairud Polda Jabar pun berencana akan menyediakan layanan aplikasi "Polisi Sahabat Nelayan" guna membantu nelayan memberikan sinyal peringatan ketika terjadi ancaman saat melaut. Kegiatan ini dihadiri langsung oleh Kakorpolairud Baharkam Mabes Polri, Irjen Lotharia Latif

Di hadapan ratusan nelayan, Latif menyampaikan bahwa pemberian asuransi kepada nelayan di wilayah Jawa Barat ini sebagai bagian dukungan institusi Polri terhadap kebijakan pemerintah untuk meningkatkan kesejahteraan nelayan. Khususnya masyarakat masyarakat pesisir di Jawa Barat.

"Program (asuransi) ini dari Kapolri melalui Kabarhamkan untuk memerintahkan kepada kita Polda untuk mendukung kebijakan pemerintah meningkatkan kesejahteraan nelayan," ujarnya di Markas Ditpolairud Jawa Barat, Kelurahan Kesenden, Kota Cirebon, Senin (30/12).

1. Puluhan ribu nelayan diberikan bantuan asuransi jiwa

Ancaman Bahaya Saat Melaut, Puluhan Ribu Nelayan Jabar Diberi AsuransiIDN Times/Wildan Ibnu

Latif menjelaskan, terhitung dari 2011 hingga 2019 jumlah keseluruhan nelayan pesisir di wilayah Jawa Barat yang sudah diberikan asuransi sebanyak 26.826 orang. Kemudian, polis 4000 nelayan di antaranya dibayarkan dari CSR sejumlah perusahaan.

Selanjutnya, bantuan program asuransi itu terus bergulir di tahun-tahun berikutnya demi memberikan jaminan sosial kepada nelayan. Kendati demikian, Latif menegaskan, asuransi ini hanya sebatas bantuan, bukan jaminan keselamatan saat beraktivitas di laut. Untuk itu, dia berharap para nelayan memiliki kesadaran tinggi untuk memperhatikan keselamatan dan tetap berhati-hati saat mencari ikan.

"Asuransi itu sebagai salah satu bentuk (bantuan) saja, akan tetapi bagaimana nelayan menjaga keselamatan diri sendiri dan orang lain itu yang terpenting saat beraktivitas di laut. Artinya, nelayan perlu adanya self awareness," ujarnya.

2. Membuat aplikasi "Polisi Sahabat Nelayan"

Ancaman Bahaya Saat Melaut, Puluhan Ribu Nelayan Jabar Diberi AsuransiIDN Times/Wildan Ibnu

Ditpolairud Polda Jabar pun berencana membuat aplikasi "Polisi Sahabat Nelayan" untuk pengawasan aktivitas nelayan di laut yang terkoneksi dengan server Polairud. Dengan begitu, ketika ada hal-hal yang mengancam keselamatan nelayan di tengah laut, maka pengguna tinggal menekan tombol panic button untuk memberikan sinyal tanda bahaya.

"Sehingga nanti para nelayan yang mempunyai kendala saat melaut bisa menyampaikan sinyal melalui aplikasi itu," ujarnya.

 

3. Polda Jabar menjadi role model kepedulian nelayan

Ancaman Bahaya Saat Melaut, Puluhan Ribu Nelayan Jabar Diberi AsuransiIDN Times/Wildan Ibnu

Latif mengatakan, kepedulian Polda Jabar kepada para nelayan di wilayah pesisir ini diharapkan menjadi role model bagi seluruh Polda di tanah air untuk bisa ikut andil menyejahterakan dan memberikan jaminan keselamatan kepada nelayan.

Sehingga diharapkan nelayan Indonesia, akan memiliki kesejahteraan ekonomi yang lebih baik lagi serta mempunyai kepastian perlindungan keselamatan saat beraktivitas.

"Saya berharap Polda-polda yang lain bisa mencontoh Polda Jabar untuk memberikan bantuan program sosial dan juga keselamatan nelayan saat melaut," kata Latif.

4. Pengamanan wilayah pesisir saat tahun baru

Ancaman Bahaya Saat Melaut, Puluhan Ribu Nelayan Jabar Diberi AsuransiIDN Times/Wildan Ibnu

Menyambut malam tahun baru ini, Kepolisian Republik Indonesia pun melakukan pengecekan kepada pos pam pesisir pantai Cirebon dan wilayah perairan lain di Jawa Barat. Upaya itu dilakukan untuk mengantisipasi adanya penyelundupan atau ancaman bahaya lain yang digerakkan melalui jalur laut.

Pusat perkumpulan massa akan dilakukan pengamanan ekstra ketat, seperti pelabuhan kecil, pelabuhan raya dan tempat-tempat wisata. Kesiapan personel disesuaikan dengan tingkat keramaian masyarakat.

"Kami dengan Kakorsabhara akan melakukan pengecekan pos pam-pos pam, baik di wilayah Cirebon maupun wilayah lain termasuk kesiapan di perairan dan di tempat-tempat wisata," terangnya.

Topic:

  • Yogi Pasha

Berita Terkini Lainnya