BKD Jabar Siap Berikan Sanksi Tegas Bagi ASN yang Main Judi Online

Sanksi bisa sedang hingga berat

Bandung, IDN Times - Pemerintah Provinsi Jawa Barat memastikan akan memberi sanksi tegas terhadap Aparatur Sipil Negara (ASN) yang kedapatan bermain slot atau judi online. Sanksi yang diberikan bisa berupa ringan hingga berat.

Kepala BKD Jabar, Sumasna mengatakan, Pemprov Jabar memiliki aturan persoalan pegawai yang nekat bermain judi online baik saat jam kerja di kantor ataupun di luar. Dia memastikan, ASN Pemprov Jabar tidak diperbolehkan bermain judi online.

"PP 94 tahun 2021 tentang Disiplin ASN, kewajiban ASN salah satunya adalah menunjukkan integritas dan keteladanan dalam sikap, perilaku, ucapan, dan tindakan kepada setiap orang, baik di dalam maupun di luar kedinasan," ujar Sumasna, Senin (17/6/2024).

1. Sanksi sudah diatur dalam PP

BKD Jabar Siap Berikan Sanksi Tegas Bagi ASN yang Main Judi Onlinehalodoc

Adapun sanksi bagi ASN di lingkungan Pemprov Jabar yang kedapatan bermain judi online bisa berupa sedang hingga berat. Oleh sebab itu, Sumasna meminta agar para pegawai dapat bekerja dengan baik tanpa terpengaruhi judi online.

"Dalam PP 94 tahun 2021 tentang Disiplin ASN, sebagaimana dimaksud dalam Pasal 3 huruf F, apabila pelanggaran berdampak negatif pada negara maka dikenakan sanksi untuk kategori pelanggaran, ringan, sedang atau berat setelah ditindaklanjuti dengan BAP," katanya.

2. MUI Jabar sebut judi online di Jabar sudah memperihatinkan

BKD Jabar Siap Berikan Sanksi Tegas Bagi ASN yang Main Judi Onlinepixabay

Sebelumnya tingkat pengguna judi online di Jawa Barat sudah mengkhawatirkan. Hal ini juga diakui oleh Majelis Ulama Indonesia (MUI) Provinsi Jawa Barat. Mereka meminta agar praktik ini bisa segera ditindak tegas.

"Sedih prihatin lihat fenomena judi online ini bahkan lebih menyedihkan lagi katanya Jawa Barat tertinggi," ucap Sekretaris MUI Jabar Rafani Akhyar di Mapolda Jabar, Kamis (13/6/2024).

Rafani mengungkapkan, baru-baru ini MUI Jabar mendapati laporan dari MUI Kabupaten Cianjur tentang kasus seorang ibu yang terjerat kasus judi online, hingga nekat menjual rumahnya seharga Rp1 miliar. Kondisi ini menurutnya merupakan fenomena yang sangat miris.

"Tadi ada laporan dari Cianjur ada ibu-ibu menjual rumah satu miliar lebih untuk judi online, di mana suaminya hanya PNS," katanya.

3. MUI minta aparat segera bertindak

BKD Jabar Siap Berikan Sanksi Tegas Bagi ASN yang Main Judi OnlineIlustrasi judi online (IDN Times/Yosafat Diva Bayu Wisesa)

Menurutnya, praktik judi online di Jawa Barat ini harus ditangani dengan serius. Mengingat, kerusakan yang ditimbulkan akibat judi online menurut Rafani sangat besar di kalangan masyarakat.

Di sisi lain, kepolisian juga diminta tegas memberantas akar dari judi online ini.

"Ini harus serius ditangani kalau tidak ini penyakit sama saja dengan narkoba atau sabu. Kan merusak bukan hanya merusak mental, moral ekonomi sosial juga kan coba bagaimana bisa menjadi Indonesia maju seperti itu," tuturnya.

Rafani juga mendorong agar pemerintah dan aparat penegak hukum memberantas judi online dan para pelaku dihukum berat. Apalagi, kini MUI Jabar sering menerima pengaduan dari masyarakat tentang judi online.

"Hampir tiap pekan ada, kayak tadi di Cianjur ada, saya pagi-pagi ditelepon MUI Cianjur. Termasuk parah sampai menjual rumah seharga Rp1 Miliar," kata dia.

Baca Juga: Kemenkumham Jabar Pastikan Tidak Ada Remisi Iduladha

Baca Juga: Bima Arya Siap Duet Bareng Dedi Mulyadi di Pilgub Jabar 2024

Topik:

  • Galih Persiana

Berita Terkini Lainnya