Comscore Tracker

Jadi Nama Jalan, Ini Kisah Kapten Halim yang Dibunuh Sosok Sakti

Gojin dikenal galak tapi sangat menghormati gurunya

Purwakarta, IDN Times - Peristiwa pembunuhan Kapten Halim menggemparkan masyarakat Kabupaten Purwakarta pada era 1960-an. Entah pada alasannya, namanya kemudian dijadikan nama jalan yang melintasi tempat pembunuhan itu dan masih digunakan sampai saat ini.

“Kapten Halim kabarnya dibunuh oleh gerombolan waktu lewat di jalan tersebut setelah menjalankan piket,” kata pengamat sejarah Purwakarta, Budi Rahayu Tamsyah saat ditemui di rumahnya beberapa waktu lalu.

Ada pula cerita yang menyebutkan Kapten Halim dan beberapa temannya baru pulang menonton bioskop di pusat Kota Purwakarta. Informasi mengenai Kapten Halim memang sangat minim diketahui publik, bahkan bagi masyarakat di Kabupaten Purwakarta itu sendiri.

Mengenai alasan penamaan Kapten Halim sebagai nama jalan, Budi mendengar hal itu dilakukan oleh kerabatnya yang menjadi Komandan Kodim Purwakarta. Namun, ia tidak mengetahui waktu tepatnya.

1. Kontribusi Kapten Halim bagi Purwakarta tidak diketahui

Jadi Nama Jalan, Ini Kisah Kapten Halim yang Dibunuh Sosok SaktiMuseum Tugu Pahlawan (IDN Times/Reza Iqbal)

Jalan Kapten Halim membentang dari wilayah Kecamatan Purwakarta hingga Wanayasa Kabupaten Purwakarta. Jalan tersebut menjadi akses utama warga di wilayah pusat kota Purwakarta menuju Kecamatan Wanayasa hingga ke Kabupaten Subang.

“Kapten Halim merupakan seorang prajurit tentara yang bertugas di Kabupaten Purwakarta pada era setelah kemerdekaan Indonesia,” kata Budi. Namun, hingga saat ini, tidak ada sumber yang mengetahui prestasi maupun kontribusi Kapten Halim bagi Kabupaten Purwakarta.

2. Warga lebih mengenal sosok pembunuh Kapten Halim

Jadi Nama Jalan, Ini Kisah Kapten Halim yang Dibunuh Sosok SaktiIlustrasi (IDN Times/Sukma Shakti)

Dibandingkan sosok Kapten Halim, masyarakat di wilayah Kecamatan Pasawahan hingga Wanayasa saat itu justru lebih mengenal sosok yang membunuh Kapten Halim. “Warga di sini menyebutnya dengan nama Gojin,” kata Budi.

Sosok tersebut diketahui sebagai pimpinan gerombolan yang mengaku sebagai bagian dari Darul Islam atau Tentara Islam Indonesia (DI/TII). Budi mengatakan, Gojin pada awalnya adalah warga biasa yang tinggal di perkampungan bernama Taringgul.

3. Gojin memiliki sikap keras tapi hormat pada gurunya

Jadi Nama Jalan, Ini Kisah Kapten Halim yang Dibunuh Sosok SaktiIlustrasi Profesi (Guru) (IDN Times/Mardya Shakti)

Menurut cerita warga, Gojin dikenal memiliki sikap yang keras. “Dia dikenal galak tapi sangat menghormati gurunya (saat anak-anak). Buktinya, saat gerombolannya melakukan pembakaran rumah-rumah, dia melarang anak buahnya membakar rumah gurunya,” tutur Budi.

Selain itu, warga saat itu juga mengenal Gojin sebagai sosok yang sakti. Ia diklaim tak mudah mati meskipun ditembak atau dilukai dengan senjata tajam.

Kesaktiannya itu pula yang membuatnya sulit ditangkap dan dibunuh oleh pasukan tentara Indonesia saat itu.

4. Gojin akhirnya ditangkap dan dibunuh dengan cara khusus

Jadi Nama Jalan, Ini Kisah Kapten Halim yang Dibunuh Sosok SaktiIlustrasi eksekusi mati (IDN Times/Sukma Shakti)

Budi menceritakan, pasukan yang menangkap Gojin sempat kesulitan membunuhnya. Sampai-sampai, mereka harus memotong kepalanya untuk memastikan Gojin kehilangan nyawa.

“Setelah tubuhnya dibalikkan dan digorok sampai kepalanya putus dengan badannya,” ujarnya.

Mitos mengenai kesaktian seseorang pada era tersebut memang cukup marak di tengah masyarakat. Ada yang menyebutkan, orang yang sakti harus dikuburkan secara terpisah anggota badannya agar tidak hidup kembali.

Baca Juga: Dua Perusahaan Garmen di Purwakarta Bangkrut, Ribuan Karyawan di PHK 

Baca Juga: Sejarah: Wanayasa Pernah Jadi Pemukiman Buruh Tani dari Cina Makau

Baca Juga: Dua Desa di Purwakarta Rawan Pergerakan Tanah, Warga Akan Direlokasi

Topic:

  • Galih Persiana

Berita Terkini Lainnya