Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Pariwisata Kuningan Jaga Napas Hotel di Tengah Tahun Menantang

Ilustrasi Hotel Capsule. (freepik.com/pikisuperstar)
Ilustrasi Hotel Capsule. (freepik.com/pikisuperstar)
Intinya sih...
  • Kenaikan TPK pada November 2025 didorong oleh hotel bintang, terutama untuk kegiatan formal seperti rapat dan pertemuan instansi.
  • TPK hotel nonbintang juga naik karena kunjungan keluarga, perjalanan dinas singkat, dan wisatawan domestik regional.
  • Rata-rata lama menginap tamu hotel relatif stabil dan cenderung pendek, mencerminkan karakter kunjungan singkat yang masih dominan.
Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Kuningan, IDN Times - Tingkat penghunian kamar (TPK) hotel di Kabupaten Kuningan, Jawa Barat menunjukkan pergerakan positif pada November 2025. Data Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Kuningan mencatat, TPK gabungan hotel bintang dan nonbintang mencapai 32,52 persen, meningkat 3,42 poin dibandingkan Oktober 2025 yang berada di level 29,10 persen.

Kenaikan ini menandakan masih terjaganya aktivitas pariwisata dan mobilitas masyarakat di Kuningan meski memasuki periode akhir tahun yang cenderung selektif.

Kepala BPS Kabupaten Kuningan, Urip Sugeng Santoso, mengatakan peningkatan TPK secara bulanan mencerminkan keberlanjutan pemulihan sektor perhotelan, terutama dari kombinasi aktivitas wisata akhir pekan dan kegiatan institusional.

“Secara month to month, hampir semua segmen hotel mengalami peningkatan okupansi pada November 2025,” ujarnya, Jumat (9/1/2026).

1. Hotel bintang jadi penggerak kenaikan TPK

ilustrasi Hotel dekat Taman Nasional Baluran (unsplash.com/visualsofdana)
ilustrasi Hotel dekat Taman Nasional Baluran (unsplash.com/visualsofdana)

Kenaikan TPK pada November 2025 terutama didorong oleh hotel bintang. BPS mencatat, tingkat hunian hotel bintang mencapai 41,79 persen, melonjak 4,09 poin dibandingkan Oktober 2025. Meski demikian, angka tersebut masih lebih rendah dibandingkan Oktober 2024, ketika TPK hotel bintang tercatat sebesar 42,59 persen.

Menurut Urip, lonjakan TPK hotel bintang berkaitan erat dengan meningkatnya aktivitas formal seperti rapat, pertemuan instansi, pelatihan, dan bimbingan teknis yang banyak digelar pada November.

“Hotel bintang relatif lebih diminati untuk kegiatan yang membutuhkan fasilitas ruang pertemuan dan layanan penunjang,” katanya.

Secara tahunan, TPK hotel bintang justru turun tipis sekitar 0,8 poin dibandingkan November 2024. Hal ini mengindikasikan intensitas agenda MICE dan kegiatan pemerintahan pada November 2025 belum setinggi periode yang sama tahun lalu, meskipun secara bulanan tetap menunjukkan tren positif.

2. Nonbintang ikut naik, ditopang wisata Kkeluarga

ilustrasi hotel tua (pexels.com/Andrea Piacquadio)
ilustrasi hotel tua (pexels.com/Andrea Piacquadio)

Selain hotel bintang, segmen hotel nonbintang juga mencatat peningkatan okupansi. Pada November 2025, TPK hotel nonbintang berada di level 24,18 persen, naik 2,82 poin dibandingkan Oktober 2025. Jika dibandingkan secara year-on-year, segmen ini bahkan mengalami kenaikan 2,33 poin dari posisi November 2024 yang sebesar 21,85 persen.

BPS mencatat, peningkatan TPK nonbintang dipengaruhi oleh kunjungan keluarga, perjalanan dinas singkat, serta wisatawan domestik regional yang memanfaatkan akhir pekan dan libur singkat. Destinasi wisata alam seperti Palutungan, Cipaniis, dan Sangkanhurip tetap menjadi magnet utama karena kondisi cuaca yang relatif sejuk dan mendukung aktivitas rekreasi.

“Kenaikan tahunan di segmen nonbintang menunjukkan wisata domestik regional masih cukup kuat dan cenderung memilih akomodasi dengan tarif lebih terjangkau,” kata Urip.

3. Lama menginap tetap pendek di kisaran satu malam

Ilustrasi hotel paling kecil di dunia yang tetap menarik hati wisatawan. (Pinterest/kompas.com)
Ilustrasi hotel paling kecil di dunia yang tetap menarik hati wisatawan. (Pinterest/kompas.com)

Meski okupansi meningkat, rata-rata lama menginap tamu (RLMT) hotel di Kabupaten Kuningan pada November 2025 tercatat relatif stabil dan cenderung pendek. RLMT gabungan tercatat 1,06 malam, sedikit menurun dibandingkan Oktober 2025 yang sebesar 1,08 malam.

Pada hotel bintang, RLMT tamu Indonesia berada di kisaran 1,11 malam, sementara di hotel nonbintang tercatat 1,00 malam. Pola ini mencerminkan karakter kunjungan singkat yang masih dominan, seiring padatnya agenda kegiatan masyarakat dan wisata berbasis akhir pekan.

Urip menjelaskan, berbagai kegiatan seperti peringatan Hari Jadi Kuningan, pagelaran budaya Seren Taun di Cigugur, event olahraga antardaerah, hingga kunjungan studi tour sekolah turut meningkatkan volume tamu, namun belum berdampak signifikan pada durasi tinggal.

“Kunjungan meningkat, tetapi sebagian besar hanya membutuhkan satu malam menginap,” ujarnya.

Secara keseluruhan, BPS menilai dinamika TPK dan RLMT November 2025 menunjukkan sektor perhotelan Kuningan masih sangat dipengaruhi kombinasi musim wisata dan intensitas kegiatan institusional, dengan tren pemulihan yang terus berlanjut meski belum merata di semua segmen.

Share
Topics
Editorial Team
Yogi Pasha
EditorYogi Pasha
Follow Us

Latest News Jawa Barat

See More

Persib-APPI Lelang Jersey untuk Bantuan Kemanusian di Sumatra

09 Jan 2026, 21:23 WIBNews