Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Bukan Sekadar Bersih, Deterjen Kini Jadi Bagian dari Gaya Hidup Sehat

ilustrasi hijab (pixabay.com/Nino Carè)
ilustrasi hijab (pixabay.com/Nino Carè)
Intinya sih...
  • Deterjen Sayang Hijab Lavender diformulasikan tanpa SLS dan Paraben, aman di kulit sensitif dan tidak meninggalkan residu di pakaian.
  • Produk ini dirancang untuk menjaga kelembutan kain hijab, mencegah bau apek saat dijemur di dalam ruangan, dan memberikan aroma lavender yang menenangkan.
  • Rekomendasi dokter kulit sensitif: dr. Tirta menyarankan penggunaan Deterjen Sayang Hijab untuk pemakaian sehari-hari karena aman bagi kulit dan pakaian.
Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Bandung, IDN Times — Mencuci pakaian kini tak lagi soal noda yang hilang. Di tengah meningkatnya kesadaran akan kesehatan kulit, pemilihan deterjen justru menjadi bagian penting dari gaya hidup sehat, terutama bagi mereka yang memiliki kulit sensitif dan rutin mengenakan hijab.

Menjawab kebutuhan tersebut, Deterjen Sayang Hijab Lavender hadir dengan formula tanpa Sodium Lauryl Sulfate (SLS) dan Paraben, dua bahan yang kerap dikaitkan dengan risiko iritasi kulit jika digunakan terus-menerus.

1. Aman di kulit, nyaman dipakai seharian

Hijab Lavender 20 ML (1).jpg
Dok IDN Times

SLS dan Paraben dikenal sebagai bahan pembersih dan pengawet yang cukup umum dalam produk deterjen. Namun, pada sebagian orang—terutama pemilik kulit sensitif—kandungan ini dapat membuat kulit lebih kering, mudah gatal, hingga iritasi.

Deterjen Sayang Hijab diformulasikan tanpa kedua bahan tersebut, sehingga lebih ramah di kulit dan tidak meninggalkan residu di pakaian. Formula lembutnya membantu menjaga lapisan pelindung alami kulit, sekaligus cocok digunakan untuk aktivitas harian hingga ibadah.

Tak hanya itu, teknologi Busa Salju yang dihadirkan memberikan sensasi adem di tangan dan busa yang mudah dibilas, membuat proses mencuci terasa lebih nyaman.

2. Hijab tetap wangi, warna terjaga

ilustrasi hijab satin (pexels.com/Mikhail Nilov)
ilustrasi hijab satin (pexels.com/Mikhail Nilov)

Bagi pengguna hijab, menjaga kelembutan kain dan warna agar tidak cepat pudar adalah tantangan tersendiri. Deterjen Sayang Hijab Lavender dirancang untuk membersihkan secara efektif tanpa merusak serat kain, termasuk bahan hijab yang cenderung halus.

Produk ini juga dilengkapi Indoor Drying Technology, yang membantu mencegah bau apek saat pakaian dijemur di dalam ruangan—masalah klasik bagi mereka yang tinggal di area minim sinar matahari.

Aroma lavender yang menenangkan membuat pakaian tetap segar dan wangi tahan lama, tanpa terkesan menyengat.

3. Rekomendasi dokter untuk kulit sensitif

dr. Tirta (Instagram.com/dr. Tirta)
dr. Tirta (Instagram.com/dr. Tirta)

Keunggulan Deterjen Sayang Hijab juga mendapat perhatian dari dr. Tirta, yang kerap membahas isu kesehatan kulit di media sosial. Menurutnya, salah satu penyebab kulit gatal, kemerahan, hingga beruntusan bisa berasal dari pakaian yang dicuci dengan deterjen yang kurang cocok.

“Biasanya saat pakai pakaian, lalu kulit kemerahan atau gatal, itu karena kulit sensitif terhadap residu deterjen di kain,” ujar dr. Tirta dalam salah satu unggahan videonya.

Ia menyarankan penggunaan deterjen tanpa SLS dan Paraben, seperti Deterjen Sayang Hijab, terutama untuk pemakaian sehari-hari. dr. Tirta juga mengaku menggunakan produk ini untuk mencuci jersey olahraga karena wanginya tahan lama dan tidak menimbulkan bau apek setelah berkeringat.

“Kalau nyucinya benar dan deterjennya cocok, pakaian aman, kulit juga aman,” katanya.

Dengan formula lembut, aroma lavender yang menenangkan, serta teknologi yang mendukung kenyamanan, Deterjen Sayang Hijab Lavender hadir sebagai pilihan bagi mereka yang ingin menjaga pakaian tetap bersih, hijab awet, dan kulit tetap sehat karena gaya hidup nyaman dimulai dari hal paling sederhana.

Share
Topics
Editorial Team
Yogi Pasha
EditorYogi Pasha
Follow Us

Latest Life Jawa Barat

See More

Bukan Sekadar Bersih, Deterjen Kini Jadi Bagian dari Gaya Hidup Sehat

19 Jan 2026, 16:05 WIBLife