Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Langkah Sederhana untuk Kurangi Risiko Longsor, Gak Merepotkan!

Ilustrasi tanah longsor. (IDN Times/Aditya Pratama)
Ilustrasi tanah longsor. (IDN Times/Aditya Pratama)
Intinya sih...
  • Berperan aktif dalam menjaga kebersihan dan kelestarian lingkungan sekitar, termasuk penanaman pohon untuk mencegah longsor.
  • Menyebarkan edukasi dan informasi kebencanaan melalui media sosial serta diskusi dengan keluarga, teman, atau warga sekitar.
  • Terlibat dalam komunitas lingkungan atau kebencanaan untuk meningkatkan kesiapsiagaan mental dan fisik serta menciptakan lingkungan yang lebih tangguh.
Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Bencana longsor masih menjadi ancaman serius di banyak wilayah Indonesia, terutama daerah perbukitan dan rawan hujan. Dampaknya bukan hanya kerusakan lingkungan, tapi juga mengancam keselamatan warga dan memutus aktivitas sehari-hari.

Selama ini, upaya pencegahan longsor sering dianggap hanya tanggung jawab pemerintah atau pihak berwenang. Padahal, peran masyarakat—termasuk anak muda—sangat penting dalam mengurangi risikonya.

Anak muda punya posisi strategis karena lebih mudah mengakses informasi, teknologi, dan jejaring sosial. Dengan langkah sederhana dan konsisten, kontribusi mereka bisa berdampak besar bagi lingkungan sekitar.

Kesadaran sejak dini soal risiko longsor juga menjadi investasi jangka panjang. Berikut beberapa langkah sederhana yang bisa dilakukan anak muda untuk membantu mengurangi risiko longsor.

1. Mulai dari kebiasaan menjaga lingkungan sekitar

ilustrasi bersih-bersih lingkungan (pexels.com/Lara Jameson)
ilustrasi bersih-bersih lingkungan (pexels.com/Lara Jameson)

Langkah paling dasar adalah menjaga kebersihan dan kelestarian lingkungan. Tidak membuang sampah sembarangan, terutama ke selokan dan lereng, dapat mencegah tersumbatnya aliran air yang memicu longsor.

Selain itu, anak muda bisa terlibat dalam kegiatan penanaman pohon atau penghijauan. Akar tanaman berfungsi menahan tanah agar tidak mudah bergerak saat hujan deras, terutama di daerah miring.

Kebiasaan kecil seperti tidak merusak vegetasi dan ikut merawat ruang hijau sering dianggap sepele. Padahal, dampaknya sangat besar dalam menjaga stabilitas tanah.

2. Aktif menyebarkan edukasi dan informasi kebencanaan

Ilustrasi longsor (IDN Times/Sukma Shakti)
Ilustrasi longsor (IDN Times/Sukma Shakti)

Anak muda juga bisa berperan sebagai agen edukasi di lingkungannya. Membagikan informasi tentang tanda-tanda awal longsor atau langkah evakuasi melalui media sosial dapat meningkatkan kewaspadaan banyak orang.

Diskusi ringan dengan keluarga, teman, atau warga sekitar soal risiko longsor juga penting. Edukasi tidak harus formal, yang terpenting pesannya mudah dipahami dan relevan dengan kondisi sekitar.

Dengan kemampuan komunikasi yang kuat, anak muda bisa membantu memutus siklus ketidaktahuan yang sering membuat masyarakat lengah terhadap potensi bencana.

3. Terlibat dalam komunitas dan aksi kesiapsiagaan

Ilustrasi bencana longsor. (IDN Times/Aditya Pratama)
Ilustrasi bencana longsor. (IDN Times/Aditya Pratama)

Langkah lainnya adalah ikut bergabung dengan komunitas lingkungan atau kebencanaan. Banyak komunitas lokal yang rutin mengadakan pelatihan mitigasi, simulasi evakuasi, hingga aksi bersih lingkungan.

Terlibat langsung dalam kegiatan ini membuat anak muda lebih peka terhadap kondisi alam di sekitarnya. Selain itu, pengalaman lapangan membantu membangun kesiapsiagaan mental saat bencana benar-benar terjadi.

Kolaborasi antara anak muda, komunitas, dan warga sekitar bisa menciptakan lingkungan yang lebih tangguh menghadapi risiko longsor.

Mengurangi risiko longsor memang tidak bisa dilakukan dalam semalam. Namun, langkah sederhana yang dilakukan bersama-sama dapat membawa perubahan nyata.

Menurut kamu, langkah apa lagi yang bisa dilakukan anak muda untuk menjaga lingkungan dari ancaman longsor?

Share
Topics
Editorial Team
Galih Persiana
EditorGalih Persiana
Follow Us

Latest Life Jawa Barat

See More

Kesalahan Umum Saat Evakuasi Longsor yang Bisa Berakibat Fatal

24 Jan 2026, 20:30 WIBLife