Kesalahan Umum Saat Evakuasi Longsor yang Bisa Berakibat Fatal

- Menunda evakuasi bisa berbahaya, terutama saat hujan deras terus berlangsung
- Memilih jalur evakuasi secara asal tanpa memastikan keamanannya dapat meningkatkan risiko
- Lupa membawa perlengkapan penting dan kurang koordinasi dapat memicu kekacauan dan meningkatkan risiko cedera
Saat longsor terjadi, kepanikan sering kali tak terhindarkan. Dalam situasi darurat, banyak orang bertindak spontan tanpa mempertimbangkan keselamatan diri dan orang lain. Padahal, keputusan yang salah justru bisa memperbesar risiko.
Evakuasi seharusnya menjadi langkah penyelamatan, bukan malah menambah korban. Sayangnya, masih banyak kesalahan umum yang kerap terulang saat proses evakuasi longsor berlangsung.
Kurangnya pengetahuan, minimnya latihan, dan informasi yang simpang siur sering membuat warga mengambil langkah yang keliru. Kesalahan kecil di momen genting bisa berakibat fatal.
Agar tidak terulang, berikut beberapa kesalahan umum saat evakuasi longsor yang perlu diwaspadai.
1. Menunggu terlalu lama sebelum mengungsi

Salah satu kesalahan paling sering terjadi adalah menunda evakuasi. Banyak warga memilih bertahan karena merasa situasi masih aman atau menunggu instruksi resmi, padahal tanda-tanda longsor sudah terlihat jelas.
Menunda evakuasi bisa sangat berbahaya, terutama jika hujan deras terus berlangsung. Longsor susulan dapat terjadi tanpa peringatan, membuat waktu untuk menyelamatkan diri semakin sempit.
2. Menggunakan jalur evakuasi yang tidak aman

Kesalahan lain adalah memilih jalur evakuasi secara asal. Saat panik, warga cenderung melewati jalur terdekat tanpa memastikan keamanannya, termasuk melintasi lereng curam atau area rawan longsor lanjutan.
Padahal, jalur evakuasi seharusnya menjauhi tebing, sungai, dan area dengan potensi pergerakan tanah. Kurangnya pengetahuan soal jalur aman sering membuat proses evakuasi justru berisiko tinggi.
3. Tidak membawa perlengkapan penting dan kurang koordinasi

Dalam kondisi darurat, banyak orang lupa membawa perlengkapan penting, seperti dokumen, obat-obatan, atau alat komunikasi. Akibatnya, proses evakuasi dan pendataan korban menjadi lebih sulit.
Selain itu, evakuasi tanpa koordinasi juga berbahaya. Berjalan sendiri-sendiri, tidak saling memberi informasi, atau mengabaikan arahan petugas dapat memicu kekacauan dan meningkatkan risiko cedera.
Evakuasi yang aman membutuhkan kesiapsiagaan, ketenangan, dan pengetahuan yang cukup. Menghindari kesalahan umum ini bisa menyelamatkan nyawa, termasuk nyawa kita sendiri.
Menurut kamu, kesalahan apa lagi yang sering terjadi saat evakuasi bencana di lingkungan sekitar?
















