Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Kesalahan Umum Saat Evakuasi Bencana yang Masih Sering Terjadi

ilustrasi bencana (IDN Times/Aditya Pratama)
ilustrasi bencana (IDN Times/Aditya Pratama)
Intinya sih...
  • Panik dan tidak mengikuti arahan resmi
  • Tidak mengetahui jalur dan titik evakuasi
  • Mengabaikan perlengkapan dan prosedur keselamatan
Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Bandung, IDN Times - Evakuasi merupakan langkah krusial dalam upaya menyelamatkan diri saat bencana terjadi. Sayangnya, dalam situasi darurat, banyak orang justru melakukan tindakan yang keliru tanpa disadari.

Kepanikan, minimnya informasi, serta kurangnya edukasi kebencanaan sering menjadi penyebab utama kesalahan saat evakuasi. Akibatnya, risiko cedera hingga korban jiwa bisa meningkat.

Padahal, evakuasi yang tepat dapat secara signifikan mengurangi dampak bencana. Karena itu, penting bagi masyarakat memahami apa saja kesalahan yang masih sering terjadi di lapangan.

Dengan mengetahui kesalahan umum ini, diharapkan masyarakat bisa lebih siap dan sigap saat menghadapi situasi darurat di kemudian hari. Apa saja kesalahan umum tersebut? Simak di bawah ini, ya!

1. Panik dan tidak mengikuti arahan resmi

Ilustrasi bencana (Foto: IDN Times)
Ilustrasi bencana (Foto: IDN Times)

Salah satu kesalahan paling sering terjadi saat evakuasi adalah panik berlebihan. Dalam kondisi tertekan, banyak orang berlari tanpa arah dan mengabaikan keselamatan diri maupun orang lain.

Kepanikan juga membuat masyarakat cenderung tidak mengikuti arahan petugas atau peringatan resmi. Padahal, instruksi dari pihak berwenang biasanya sudah disesuaikan dengan kondisi lapangan.

Menjaga ketenangan menjadi kunci utama. Dengan berpikir jernih, proses evakuasi bisa berjalan lebih tertib dan risiko kecelakaan dapat diminimalkan.

2. Tidak mengetahui jalur dan titik evakuasi

Ilustrasi bencana longsor. (IDN Times/Aditya Pratama)
Ilustrasi bencana longsor. (IDN Times/Aditya Pratama)

Masih banyak masyarakat yang tidak mengetahui jalur evakuasi di lingkungan tempat tinggalnya. Hal ini sering terjadi karena kurangnya sosialisasi atau kepedulian terhadap peta risiko bencana.

Akibatnya, saat bencana terjadi, warga justru bergerak ke arah yang berbahaya atau terjebak di lokasi rawan. Situasi ini memperlambat proses penyelamatan dan meningkatkan risiko.

Mengetahui jalur evakuasi dan titik kumpul sejak dini sangat penting. Informasi ini seharusnya menjadi pengetahuan dasar bagi setiap anggota keluarga.

3. Mengabaikan perlengkapan dan prosedur keselamatan

Ilustrasi bencana kekeringan. (IDN Times/Muhammad Nasir)
Ilustrasi bencana kekeringan. (IDN Times/Muhammad Nasir)

Kesalahan lainnya adalah mengabaikan perlengkapan keselamatan saat evakuasi. Banyak orang lupa membawa barang penting seperti identitas, obat-obatan, atau perlengkapan darurat karena terburu-buru.

Selain itu, prosedur keselamatan seperti mematikan listrik atau mengamankan rumah sering terlewatkan. Padahal, langkah-langkah ini penting untuk mencegah bahaya lanjutan.

Mempersiapkan tas siaga bencana dan memahami prosedur dasar evakuasi dapat membantu masyarakat bergerak lebih cepat dan aman saat kondisi darurat terjadi.

Kesalahan saat evakuasi bencana kerap terjadi bukan karena kurangnya niat, melainkan minimnya kesiapan. Dengan edukasi yang tepat dan kesadaran bersama, proses evakuasi bisa dilakukan lebih aman dan terarah.

Kesiapsiagaan hari ini dapat menjadi penentu keselamatan di masa depan.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Galih Persiana
EditorGalih Persiana
Follow Us

Latest Life Jawa Barat

See More

Strategi Cari Kerja agar Gak Stres meski Sering Ditolak

05 Jan 2026, 13:56 WIBLife