Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

Warga Caringin Masih Buang Sampah Meski TPS Ditutup Pemkot

Warga Caringin Masih Buang Sampah Meski TPS Ditutup Pemkot
Warga Caringin masih membuang sampa di TPS yang sudah ditutup Pemkot Bandung, Senin (27/4/2026). IDN Times/Debbie Sutrisno
Intinya Sih
  • Warga masih membuang sampah di TPS Caringin meski sudah ditutup Pemkot Bandung, menyebabkan tumpukan dan bau menyengat di sekitar jalan.
  • Wali Kota Bandung Muhammad Farhan menjelaskan penumpukan terjadi akibat pengurangan kuota pembuangan ke TPA Sarimukti serta peningkatan volume sampah hingga 1.800 ton per hari.
  • Pemkot Bandung menargetkan penghentian open dumping tahun ini dengan mengolah 300 ton sampah per hari dan menyiapkan lahan serta teknologi Waste to Energy untuk solusi jangka panjang.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Bandung, IDN Times - Tumpukan sampah masih terlihat di tempat pembuangan sementara (TPS) Jalan Makam Caringin, Kota Bandung. Padahal Pemkot Bandung telah menutup TPS tidak resmi ini karena menjadi biang kerok penumpukan sampah.

Dari pantauan IDN Times, Senin (27/4/2026), sampah di sekitar kawasan tersebut menumpuk di pinggir jalan. Warga yang melintas pun kerap menutup hidung karena bau menyengat.

Terdapat spanduk bertuliskan larangan membuang sampah di tempat ini. Selain itu ada juga tulisan 'TPS Ditutup' yang memastikan bahwa masyarakat tidak bisa membuang sampah rumah tangga di TPS tersebut. Namun, tetap saja warga ada yang membuatnya.

Dari informasi warga sekitar, banyak orang melintas kemudian membuang sampah pada malam hari. Itu dilakukan agar identitas pembuang sampah di TPS tidak diketahui warga lainnya.

1. Sampah sulit diangkut akibat pengurangan kuota Sarimukti

IMG_20260427_134006.jpg
Warga Caringin masih membuang sampa di TPS yang sudah ditutup Pemkot Bandung, Senin (27/4/2026). IDN Times/Debbie Sutrisno

Wali Kota Bandung Muhammad Farhan buka suara mengenai timbulnya tumpukan sampah di beberapa titik di Kota Bandung. Salah satu titik yang sempat yang jadi sorotan adalah tumpukan sampah di Jalan Makam Caringin, Kecamatan Babakan Ciparay.

Gundukan sampah di sana bahkan sudah menutup setengah jalan, sehingga mengganggu arus lalu lintas kendaraan yang melintas. Farhan mengakui, tumpukan sampah memang kembali muncul di sejumlah wilayah, karena adanya pengurangan kuota sampah di TPA Sarimukti, Cipatat, Kabupaten Bandung Barat (KBB).

"Kita mesti tahu dulu kenapa penumpukan (sampah) terjadi lagi. Karena satu, memang ada pengurangan kuota, kedua, antrean yang makin panjang karena membuang ke Sarimukti tidak hanya Kota Bandung," kata Farhan.

2. Tumpukan sampah capai 1.800 ton per hari

IMG_20260427_133952.jpg
Warga Caringin masih membuang sampa di TPS yang sudah ditutup Pemkot Bandung, Senin (27/4/2026). IDN Times/Debbie Sutrisno

Farhan mencurigai, saat ini terjadi peningkatan sampah sebesar 20 persen. Dari yang awalnya Kota Bandung menghasilkan 1.500 ton per hari, kini naik jadi 1.800 ton. Maka dari itu, tidak heran apabila kini bermunculan lagi tumpukan sampah di TPS.

"Sekarang saya mencurigai timbulan sampah baru di Bandung meningkat 20 persen. Jadi awalnya 1.500 ton per hari, sekarang sudah mencapai angka 1.800 ton per hari," tuturnya.

3. Ajak warga rajin pilah sampah

IMG-20260421-WA0023.jpg
Warga Keluhkan Sampah Tak Kunjung Diangkut di Makam Caringin

Pemerintah menargetkan seluruh praktik open dumping (pembuangan sampah terbuka) dihentikan paling lambat tahun ini. Sebanyak 472 TPA ditargetkan selesai ditangani mulai akhir Juli 2026. Kebijakan ini mencakup penegakan hukum pidana bagi pengelola yang melanggar dan peralihan ke sistem sanitary landfill atau penutupan permanen.

Di Kota Bandung, Wali Kota Muhammad Farhan memastikan bahwa upaya untuk mengatasi sampah secara mandiri terus dilakukan dengan berbagai program. Untuk tiga bulan ke depan Pemkot menargetkan ada 300 ton sampah per hari yang bisa diolah sendiri.

"Saat ini produksi sampah mencapai sekitar 1.800 ton per hari, sementara yang mampu diolah baru sekitar 300 ton, dan 1.000 ton dibuang ke TPA Sarimukti. Artinya masih ada sekitar 500 ton yang harus diatasi," kata dia.

Saat ini Pemkot telah menyiapkan 36 lahan milik pemerintah daerah untuk dijadikan tempat pengolahan sampah organik maupun non-organik. Di sisi lain, Pemkot Bandung juga tengah menjajaki pembangunan teknologi Waste to Energy (WTE), meskipun investasi dan persyaratannya sangat besar termasuk kebutuhan lahan minimal tujuh hektare dan ketersediaan sumber air.

"Sebagai langkah awal, kami menyiapkan lahan sekitar 5.000 meter persegi untuk fasilitas pemilahan sampah sebelum masuk ke sistem WTE," paparnya.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Yogi Pasha
EditorYogi Pasha
Follow Us

Latest News Jawa Barat

See More