Tak Sekadar Seremoni, Kartini Harus Hadir dalam Kebijakan

- Ketua DPRD Cianjur, Metty Triantika, menegaskan peringatan Hari Kartini harus diwujudkan dalam kebijakan nyata yang berpihak pada perempuan, bukan hanya seremoni simbolik.
- DPRD Cianjur berkomitmen mendorong kebijakan responsif gender dengan fokus pada penguatan ekonomi perempuan serta pelibatan aktif mereka dalam proses pembangunan daerah.
- Metty mendapat apresiasi sebagai figur Kartini modern karena konsistensinya memperjuangkan pemberdayaan perempuan melalui langkah konkret di bidang politik, sosial, dan organisasi keagamaan.
Cianjur, IDN Times – Peringatan Hari Kartini 2026 di Kabupaten Cianjur dimaknai lebih dari sekadar seremoni.
Ketua DPRD Cianjur, Metty Triantika, menegaskan pentingnya menjadikan semangat emansipasi perempuan sebagai gerakan nyata dalam pembangunan daerah.
Menurutnya, nilai perjuangan Raden Ajeng Kartini harus diterjemahkan dalam kebijakan yang konkret dan berpihak pada perempuan.
1. Semangat Kartini harus diwujudkan dalam aksi nyata

Metty menilai peringatan Hari Kartini tidak boleh berhenti pada simbol atau seremoni semata. Ia menekankan pentingnya implementasi nyata dalam bentuk kebijakan yang mendukung pemberdayaan perempuan.
“Kartini masa kini harus hadir sebagai penggerak, bukan sekadar simbol. Perempuan harus diberi ruang untuk tumbuh dan berdaya,” ujarnya.
Ia menyebut perempuan saat ini menghadapi tantangan kompleks, mulai dari kesenjangan ekonomi hingga akses pendidikan dan perlindungan dari kekerasan.
2. DPRD dorong kebijakan responsif gender

Sebagai lembaga legislatif, DPRD Cianjur berkomitmen mendorong kebijakan yang responsif gender. Salah satu fokusnya adalah penguatan ekonomi perempuan berbasis keluarga dan komunitas.
Metty menilai pembangunan yang inklusif hanya dapat terwujud jika perempuan dilibatkan secara aktif dalam pengambilan keputusan.
Ia juga mendorong kolaborasi antara pemerintah daerah, legislatif, dan masyarakat agar program pemberdayaan berjalan berkelanjutan.
3. Metty dinilai representasi Kartini modern

Apresiasi terhadap kiprah Metty disampaikan Euis Sunarsih, yang menilai Metty sebagai sosok konsisten dalam memperjuangkan pemberdayaan perempuan.
“Ibu Metty bukan hanya berbicara, tetapi juga menunjukkan langkah konkret,” ujarnya.
Selain aktif di politik, Metty juga dikenal membangun jejaring perempuan lintas latar belakang, termasuk melalui perannya di organisasi keagamaan dan kegiatan sosial.
Bagi banyak pihak, Metty dipandang sebagai representasi Kartini modern yang menghadirkan perubahan melalui kerja nyata di ruang publik.


















