Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Sunda Karsa Fest 2026 Catat Transaksi Rp53,7 Miliar dalam Tiga Hari
BI Jabar Sebut Ekonomi Syariah Berpotensi Jadi Mesin Pertumbuhan Baru. Dok Istimewa
  • Sunda Karsa Fest 2026 mencatat transaksi Rp53,75 miliar dalam tiga hari, naik 170 persen dari tahun lalu dan menarik lebih dari 142 ribu pengunjung di Bandung.
  • Ajang ini menghasilkan ekspor green bean kopi robusta senilai Rp4,6 miliar ke Mesir serta potensi ekspor Rp4,7 miliar ke Vietnam dan Jepang, disertai penyaluran kredit UMKM Rp1,8 miliar.
  • Sebanyak 17 UMKM Jawa Barat lolos kurasi nasional untuk Karya Kreatif Indonesia 2026, didukung kolaborasi BI dan Dekranasda guna memperkuat pembinaan serta akses pasar global.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Bandung, IDN Times – Penyelenggaraan Sunda Karsa Fest Karya Kreatif Jawa Barat 2026 mencatat lonjakan transaksi penjualan produk UMKM hingga Rp53,75 miliar. Nilai tersebut meningkat sekitar 170 persen dibandingkan penyelenggaraan tahun sebelumnya.

Kepala Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi Jawa Barat, Junanto Herdiawan mengatakan, capaian itu menunjukkan kolaborasi berbagai pihak mulai membuahkan hasil dalam memperluas akses pasar bagi pelaku UMKM.

"Sunda Karsa Fest tidak hanya menjadi etalase produk unggulan daerah, tetapi juga menjadi ruang temu yang efektif untuk memperluas akses pasar, meningkatkan penjualan, membuka peluang pembiayaan, serta memperkuat daya saing UMKM Jawa Barat," kata Junanto saat penutupan Sunda Karsa Fest melalui siaran pers dikutip, Senin (29/6/2026).

1. Transaksi melonjak, pengunjung tembus 142 ribu orang

Sunda Karsa Fest 2026 Catat Transaksi Rp53,7 Miliar dalam Tiga Hari. dok istimewa

Sunda Karsa Fest 2026 berlangsung pada 26–28 Juni dengan menghadirkan 260 booth yang menampilkan produk fesyen, kriya, kuliner, halal lifestyle, desa wisata hingga klaster ketahanan pangan dari berbagai daerah di Jawa Barat.

Selama tiga hari penyelenggaraan, nilai transaksi tercatat mencapai Rp53,75 miliar atau naik sekitar 170 persen dibandingkan tahun lalu. Selain itu, acara tersebut juga menarik sekitar 142 ribu pengunjung.

"Tingginya transaksi dan jumlah pengunjung menjadi indikator meningkatnya minat masyarakat terhadap produk UMKM lokal serta semakin luasnya akses pasar bagi pelaku usaha," kata dia.

2. UMKM Jabar kantongi ekspor miliaran rupiah

ilustrasi rupiah (unsplash.com/Mufid Majnun)

Tidak hanya mencatat penjualan dalam negeri, kegiatan tersebut juga menghasilkan realisasi ekspor senilai Rp4,6 miliar untuk komoditas green bean kopi robusta ke Mesir.

Selain itu, terdapat potensi ekspor senilai Rp4,7 miliar untuk kopi arabika dan produk makanan kemasan yang akan dipasarkan ke Vietnam dan Jepang.

Dari sisi pembiayaan, BI Jawa Barat mencatat penyaluran kredit perbankan sebesar Rp1,8 miliar kepada dua pelaku UMKM. Menurut Junanto, capaian tersebut menunjukkan ajang ini tidak hanya menjadi tempat promosi, tetapi juga membuka peluang bisnis dan akses pendanaan.

3. Sebanyak 17 UMKM Jabar lolos ke ajang nasional

Sunda Karsa Fest 2026 Catat Transaksi Rp53,7 Miliar dalam Tiga Hari. dok istimewa

Dalam kesempatan yang sama, BI Jawa Barat mengumumkan sebanyak 17 UMKM berhasil lolos kurasi nasional dan akan mewakili Jawa Barat pada ajang Karya Kreatif Indonesia (KKI) 2026. UMKM tersebut terdiri dari delapan pelaku usaha sektor wastra dan fesyen serta sembilan UMKM sektor makanan dan minuman.

Sementara itu, Wakil Gubernur Jawa Barat Erwan Setiawan menilai keberhasilan Sunda Karsa Fest tidak hanya diukur dari besarnya transaksi, tetapi juga meningkatnya kepercayaan diri pelaku UMKM untuk terus berinovasi.

Ia mengajak pelaku usaha, perajin, desainer, dan generasi muda terus menjaga kualitas produk serta menjadikan kekayaan budaya Jawa Barat sebagai nilai tambah agar mampu bersaing di pasar nasional maupun internasional.

Bank Indonesia juga menandatangani kerja sama dengan Dekranasda Jawa Barat untuk memperkuat pembinaan UMKM, mulai dari peningkatan kapasitas usaha, inovasi produk, hingga perluasan akses pasar secara berkelanjutan. Dengan kolaborasi tersebut, BI berharap semakin banyak UMKM Jawa Barat yang mampu menembus pasar global.

Editorial Team

Related Article