Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Skrining Jantung Gratis Sasar Kelompok Rentan di Bandung dan Cimahi
(Dok.Istimewa)
  • Sekitar 100 warga Bandung dan Cimahi mengikuti skrining jantung serta mata gratis dalam reses Fathi, menyasar kelompok rentan untuk mendorong deteksi dini yang biaya mandirinya sekitar Rp1 juta.
  • Tujuh tenaga kesehatan menangani pemeriksaan, sementara enam ambulans, dokter, perawat, dan administrasi disiagakan untuk merujuk peserta yang membutuhkan penanganan lanjutan.
  • Fathi mengajak warga menerapkan gaya hidup sehat, termasuk berjalan 10 ribu langkah per hari, serta menyoroti pendidikan dan kesehatan sebagai aspirasi utama masyarakat Bandung-Cimahi.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Bandung, IDN Times – Sekitar 100 warga Kota Bandung dan Kota Cimahi mengikuti skrining kesehatan jantung dan mata secara gratis dalam kegiatan reses Anggota DPR RI Fraksi Partai Demokrat, Fathi, Jumat (31/7). Program ini menyasar kelompok usia rentan sebagai upaya mendorong deteksi dini penyakit jantung yang selama ini membutuhkan biaya pemeriksaan cukup tinggi.

Menurut Fathi, biaya skrining jantung secara mandiri dapat mencapai sekitar Rp1 juta untuk satu kali pemeriksaan. Karena itu, layanan gratis dinilai dapat membantu masyarakat yang selama ini belum memiliki akses terhadap pemeriksaan kesehatan preventif.

"Kami membantu warga binaan Rumah Aspirasi agar bisa mendapatkan layanan skrining jantung secara gratis. Harapannya, penyakit bisa terdeteksi lebih awal sehingga penanganannya juga lebih cepat," katanya.

Kegiatan tersebut diikuti peserta dari wilayah Daerah Pemilihan Jawa Barat I yang meliputi Kota Bandung dan Kota Cimahi. Pemeriksaan dilakukan oleh tujuh tenaga kesehatan yang terdiri atas dokter, perawat, tenaga administrasi, dan petugas pendukung.

1. Enam ambulans disiagakan jika peserta membutuhkan penanganan lanjutan

Dok.Istimewa

Selain pemeriksaan kesehatan, panitia juga menyiapkan sistem rujukan apabila ditemukan peserta yang memerlukan pemeriksaan lanjutan. Sebanyak enam unit ambulans milik Rumah Aspirasi disiagakan bersama tim dokter dan perawat.

Fathi mengatakan kesiapan tersebut dilakukan agar peserta yang membutuhkan penanganan medis lanjutan bisa segera mendapatkan layanan kesehatan tanpa harus mencari fasilitas secara mandiri.

"Kalau ada yang membutuhkan tindak lanjut setelah skrining, kami sudah siapkan enam ambulans, tim dokter, perawat, dan tenaga administrasi," ujarnya.

2. Warga diajak mengubah kebiasaan untuk menjaga kesehatan jantung

ilustrasi kesehatan jantung (freepik.com/freepik)

Dalam kesempatan itu, Fathi juga mengingatkan pentingnya menjaga pola hidup sehat. Menurutnya, deteksi dini perlu dibarengi perubahan gaya hidup agar risiko penyakit jantung dapat ditekan.

Ia mengajak masyarakat membiasakan berjalan kaki sedikitnya 10 ribu langkah setiap hari. Aktivitas sederhana, seperti berjalan kaki ke warung atau lokasi yang berjarak dekat, dinilai dapat menjadi kebiasaan positif untuk menjaga kesehatan tubuh.

"Kalau jaraknya dekat, misalnya ke warung, tidak perlu naik motor. Jalan kaki saja. Kebiasaan kecil seperti itu bisa membantu menjaga kesehatan jantung," katanya.

Fathi menilai meningkatnya masyarakat yang sehat juga akan berdampak pada berkurangnya beban pembiayaan layanan kesehatan, termasuk klaim BPJS Kesehatan dan layanan rumah sakit.

3. Pendidikan dan kesehatan masih menjadi aspirasi utama warga

ilustrasi kesehatan jantung (pexels.com/Puwadon Sang-ngern)

Di sela kegiatan reses, Fathi juga menyerap berbagai masukan dari masyarakat. Ia mengatakan persoalan pendidikan dan kesehatan masih menjadi dua isu yang paling sering disampaikan warga Bandung dan Cimahi.

Menurutnya, masih banyak masyarakat yang belum mengetahui akses bantuan ketika mengalami persoalan kesehatan. Karena itu, advokasi kesehatan menjadi salah satu program yang dijalankan melalui Rumah Aspirasi.

"Masih banyak masyarakat yang sakit dan belum tahu harus ke mana untuk mendapatkan bantuan. Karena itu salah satu program prioritas Rumah Aspirasi adalah advokasi kesehatan masyarakat," ujarnya.

Fathi berharap kegiatan skrining kesehatan tidak berhenti pada pemeriksaan semata, tetapi juga meningkatkan kesadaran masyarakat untuk melakukan deteksi dini sekaligus menerapkan gaya hidup sehat bersama keluarga dan lingkungan sekitar.

Editorial Team

Related Article