Bandung, IDN Times - Mengelola uang saku bukan sekadar soal mengetahui berapa banyak uang yang dimiliki dan dibelanjakan. Kebiasaan tersebut juga membutuhkan kemampuan menentukan prioritas, memahami risiko, dan mengambil keputusan agar uang tidak habis sebelum waktunya.
Persoalan sederhana itu menjadi perhatian sekelompok siswa SMPN 13 Bandung. Melalui sebuah platform bernama FINHABIT, mereka mencoba menghadirkan cara belajar keuangan yang lebih dekat dengan kehidupan sehari-hari, yakni melalui latihan, simulasi, dan tantangan yang memungkinkan penggunanya mempraktikkan pengetahuan finansial.
Gagasan tersebut mengantarkan Tim 13 Finsmart dari SMPN 13 Bandung meraih Juara Pertama dalam JA SparktheDream Social Challenge 2026. Kompetisi yang diselenggarakan PT FWD Insurance Indonesia bersama Prestasi Junior Indonesia (PJI) tersebut mendorong siswa sekolah menengah pertama mengembangkan inovasi sosial untuk meningkatkan kesejahteraan finansial masyarakat.
Prestasi ini menjadi menarik karena persoalan literasi keuangan masih menjadi tantangan di kalangan pelajar. Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan (SNLIK) 2026 mencatat indeks inklusi keuangan pelajar mencapai 92,76 persen, sedangkan indeks literasinya baru 62,72 persen.
Angka tersebut memperlihatkan adanya kesenjangan antara akses terhadap layanan keuangan dan pemahaman dalam menggunakannya. Dengan kata lain, semakin banyak pelajar yang terhubung dengan layanan keuangan, tetapi pemahaman mengenai cara mengelola uang dan mengenali risikonya masih perlu diperkuat.
