Siswa Bandel Masuk Barak: Bupati Majalengka Mulai Lakukan Pendataan

Majalengka, IDN Times- Bupati Majalengka Eman Suherman memastikan akan mengikuti arahan Gubernur Jabar Dedi Mulyadi terkait penanganan siswa bandel yang disekolahkan militer. Namun, kebijakan itu belum akan dilakukan dalam waktu dekat.
Eman menegaskan, saat ini masih melakukan pendataan terkait siswa yang dianggap layak untuk dibawa ke barak TNI.
"Saya sedang mendata dulu. Di mana ada anak-anak yang perlu kita didik. Kerjasamanya sudah ada, dengan (batalyon) 321," kata Eman, Selasa (6/5/2025).
1. Lakukan pendataan terlebih dahulu

Eman menegaskan, pendataan perlu dilakukan, untuk memastikan program itu berjalan baik. Dia berharap, kenakalan yang dilakukan pelajar di Kabupaten Majalengka masih dalam tahap wajar.
"Hari ini kami mendata dulu, ada gak anak-anak yang seperti itu. Mudah-mudahan gak ada separah seperti di kota-kota besar. Keluar malam, tawuran. Kalau di kita kan masih, alhamdulilah, bakda isya di Masjid," jelas Eman.
Eman mengakui, di Kabupaten Majalengka memang ada kabar terkait kenakalan pelajar. "Mungkin hanya riak sedikit, kalau siang hari. Tapi yang jelas, saya samina waathona, tegal lurus konsep Pak Gubernur," tegas Eman.
"Kalau (anggaran) kebutuhan untuk (program) itu, ya itu kan konsekuensi," lanjut bupati.
2. Program tersebut diharapkan bisa ubah siswa jadi lebih baik

Ditegaskan Eman, program yang digulirkan Dedi Mulyadi memiliki nilai positif tersendiri. Dia berharap, program itu bisa mencetak siswa yang memiliki kepribadian yang bagus.
"Itu kan program positif. Salah satu strategi agar anak-anak, yang biasanya senang tawuran, kami didik, kerjasama dengan TNI. Mudah-mudahan bisa kembali normal, menjadi anak yang saleh, anak yang jadi kebanggaan keluarga, bahkan negara," kata dia.
Eman tidak menampik program tersebut mengundang pro kontra dari berbagai kalangan. Kendati demikian, Eman menggarisbawahi, perlu kerjasama dari berbagai kalangan untuk mencetak generasi muda.
"Walaupun di sana-sini ada pendapat (yang menyatakan) bukan bagian dari tugas TNI, kalau menurut saya, kita ambil manfaat, garis positifnya saja," jelas bupati.
"Kalau itu untuk kebaikan, sepanjang membangun anak kita, ya siapapun, bareng-bareng. Seluruh stakeholder bisa berbuat," lanjut Eman.
3. Siswa di Kota Sukabumi di-pesantren-kan

Sementara itu, di Kota Sukabumi 15 remaja yang diamankan Polres karena tawuran dan terlibat geng motor, dibawa ke pondok pesantren. Mereka dibawa ke ponpes untuk dibina lewat program Lentera Hati Bintana.
Kapolres Sukabumi Kota AKBP Rita Suwadi menjelaskan, program itu bukan sekadar hukuman, tapi juga bentuk pembinaan. Mereka akan digembleng dengan pelatihan berbaris, bela negara, wawasan kebangsaan, hingga konseling psikologis selama enam hari.
"Mereka akan mengalami perubahan mindset, belajar mencintai tanah air, dan dibekali dengan pendidikan seni, budaya, serta keterampilan," kata Rita, Senin (5/5/2025).
Pengasuh Ponpes Dzikir Al-Fath KH Fajar Laksana menjelaskan, mereka tidak digabungkan dengan santri lain. Dalam pelaksanaannya nanti, remaja itu akan mengikuti sistem pendidikan khusus.
"Pembinaan kami berbasis akhlak mulia, dengan pendekatan Islam. Ada tujuh poin utama, kami sebut formula 1D-2T-4S. Dzikir, Tilawah, Tafakur, Shalat, Shaum sunah, Sholawat, dan Sedekah. Mereka dibina dari bangun tidur hingga tidur lagi, tanpa waktu kosong," kata Fajar.



















