SD di Cirarua Belajar Daring Hingga Status Darurat Bencana Berakhir

- Tiga SD di Cirarua, Bandung Barat tetap belajar daring hingga status darurat berakhir.
- Pembelajaran daring akan berlangsung hingga 6 Februari 2026, optimis akan kembali ke pembelajaran tatap muka.
- Bencana longsor di Gunung Burangrang menyebabkan 80 orang hilang dan dua pelajar meninggal, pemerintah siap memberikan bantuan.
Bandung, IDN Times - Sebanyak tiga Sekolah Dasar (SD) di wilayah terdampak longsor Desa Pasirlangu, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat (KBB) tetap melaksanakan pembelajaran secara daring. Dinas Pendidikan KBB menetapkan pembelajaran daring hingga status darurat berakhir.
Adapun tiga SD di wilayah longsor ini yaitu SD Negeri Karya Bakti, SD Negeri Pasirlangu 1, dan SD Negeri Cinta Bakti. Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Bandung Barat, Asep Dendih mengatakan, tiga sekolah itu kini masih digunakan untuk dapur hingga tempat logistik dalam penanganan longsor.
"Mereka tidak libur, tapi belajar secara daring, sekolah mereka lokasinya dekat dengan posko, ada yang digunakan untuk dapur dan tempat logistik," kata Asep, Selasa (3/2/2026).
1. Masa darurat akan berakhir beberapa hari ke depan

Asep menyampaikan, pembelajaran daring akan berlangsung hingga status darurat bencana berakhir yaitu 6 Februari 2026. Dia optimistis status darurat bencana tidak akan diperpanjang seiring dievakuasinya korban-korban dari area longsor.
"Berlaku sampai masa darurat nanti, mudah-mudah pekan depan sudah belajar tatap muka lagi," ujarnya.
2. Dua pelajar meninggal jadi korban longsor

Bencana longsor di kaki Gunung Burangrang ini mengakibatkan 80 orang hilang tertimbun material longsor. Berdasarkan data Dinas Pendidikan Bandung Barat, sebanyak dua pelajar yang meninggal.
"Kalau yang menjadi korban itu ada dua siswa yang meninggal dunia, tentu kami telah berbelasungkawa," ungkapnya.
3. Bantuan sudah dipersiapkan pemerintah daerah

Mengenai bantuan, Asep menyampaikan, Pemerintah Provinsi Jawa Barat, Pemerintah Bandung Barat bersama instansi terkait telah menyusun skema bantuan bagi warga yang menjadi korban maupun warga terdampak longsor.
"Pemerintah sudah menyiapkan, ada bantuan berupa santunan bagi yang meninggal dan lain-lain. Tentu kami dari Disdik juga memberikan bantuan bagi siswa yang menjadi korban dan terdampak langsung longsor," kata dia.















