- 80 Orang: Dinyatakan hilang (diduga tertimbun material longsor, 50 sudah ditemukan).
- 78 Orang: Dinyatakan selamat.
- 50 Kantong Jenazah: Telah dievakuasi dari lokasi (35 teridentifikasi, 15 dalam proses DVI).
Polda Jabar Dalami Dugaan Pelanggaran Pemanfaatan Lahan di Pasirlangu

- Polda Jabar melakukan verifikasi terhadap pelanggaran pemanfaatan lahan di lokasi bencana.
- Ada sekitar 48 rumah warga terdampak longsor, dengan 80 orang hilang dan 78 selamat.
- Tim SAR berhasil mengevakuasi 80 bodypack atau kantong jenazah dari peristiwa longsor di Desa Pasirlangu.
Bandung, IDN Times - Kepolisian Daerah Jawa Barat tengah melakukan pendalaman terhadap kemungkinan adanya pelanggaran dalam pemanfaatan lahan di lokasi bencana. Kabid Humas Polda Jabar Kombes Pol Hendra Rochmawan mengatakan, koordinasi lintas instansi telah dilakukan sejak hari kedua pascabencana atas arahan Kapolda Jawa Barat dan Gubernur.
“Kami sudah berkoordinasi dengan berbagai pihak, termasuk bidang pertanian dan tim geologi, karena lokasi berada di kaki gunung dan perlu kajian terkait batas wilayah yang boleh dan tidak boleh digunakan,” ujar Hendra, Senin (2/2/2026).
1. Masih lakukan verifikasi

Menurutnya, saat ini sejumlah informasi masih harus diverifikasi langsung di lapangan, termasuk penentuan tapal batas wilayah serta aspek legalitas penggunaan lahan.
“Peran pemerintah kelurahan dan kecamatan sangat penting dalam hal legalitas dan penggunaan lahan. Semua itu masih dalam proses pengolahan dan pendalaman,” jelasnya.
Di sisi lain, Polda Jabar juga membuka tiga pos penerimaan laporan orang hilang, yakni di Pos Basarnas, kantor kelurahan, dan Pos DVI. Hingga kini, tercatat 108 laporan kehilangan yang masuk ke Pos DVI.
“Ini menjadi catatan penting bagi kami, sementara tim SAR gabungan masih terus bekerja maksimal di lapangan,” pungkas Hendra.
2. Ada sekitar 48 rumah warga terdampak

Upaya pencarian besar-besaran masih dilakukan untuk menemukan 80 warga Desa Pasirlangu, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat (KBB), yang dilaporkan hilang tertimbun longsor sejak Sabtu (24/1/2026).
Hingga hari kelima pencarian, Rabu (28/1/2026), duka mendalam masih menyelimuti lokasi bencana seiring bertambahnya jumlah jenazah yang berhasil dievakuasi. Incident Commander bencana longsor Cisarua, Ade Zakir, mengungkapkan hasil verifikasi terbaru lintas instansi untuk memvalidasi jumlah korban.
Dari total 158 warga yang terdampak langsung di titik longsor, data menunjukkan angka yang memprihatinkan:
"Dari 50 bodypack yang dibawa Basarnas, sebanyak 35 jenazah sudah berhasil diidentifikasi oleh Tim DVI, sementara 15 lainnya masih dalam proses," ujar Ade Zakir, Rabu (28/1/2026).
Berdasarkan data teknis, terdapat 48 rumah warga berstatus rusak berat serta satu bangunan musala yang hancur. Adapun wilayah terdampak meliputi:
- Kampung Pasirkuning (RT 05/RW 11)
- Kampung Pasirkuda (RT 01/RW 10)
- Kampung Babakan Cibudah (RT 06/RW 07)
Selain warga yang hilang, jumlah pengungsi di posko utama Desa Pasirlangu juga mengalami lonjakan. Rasa trauma dan ancaman longsor susulan membuat warga meninggalkan rumah mereka.
"Saat ini tercatat ada 564 jiwa dari 186 Kepala Keluarga (KK) yang mengungsi di posko Desa Pasirlangu," tambahnya.
3. Sudah 80 Bodypack ditemukan

Tim SAR gabungan berhasil mengevakuasi sebanyak 80 bodypack atau kantong jenazah dari peristiwa longsor di Desa Pasirlangu, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat (KBB). Puluhan kantong jenazah tersebut ditemukan berdasarkan pencarian dari hari pertama 24 Januari 2026 sampai dengan 1 Februari 2026.
"Korban yang sudah dievakuasi sampai dengan hari ini Pukul 11.45 WIB adalah 80 bodypack, dalam pencarian berjumlah nol," ujar Kepala Kantor SAR Bandung, Ade Dian Permana dalam keterangan, Senin (2/2/2026).
Ade menyampaikan, pada hari kesepuluh ini tim SAR menemukan empat bodypack korban longsor di Cisarua, sementara total 80 yang berhasil dievakuasi itu merupakan jumlah keseluruhan pencarian dari hari pertama hingga siang hari ini


















