80 Bodypack Ditemukan, Pencarian Korban Longsor Cisarua Tetap Dilanjut

- Pencarian korban longsor di Cisarua, Bandung Barat tetap dilanjutkan
- 80 kantong jenazah ditemukan dari area longsor Gunung Burangrang
- Ada 158 warga terdampak longsor, dengan 78 selamat dan 80 hilang diduga terkubur material longsor
Bandung, IDN Times - Pemerintah Kabupaten Bandung Barat memastikan pencari korban longsor Desa Pasirlangu, Kabupaten Bandung Barat tetap dilanjutkan. Meski tim SAR gabungan sudah menemukan 80 kantong jenazah dari area longsor Gunung Burangrang tersebut.
"Pencarian tetap dilanjutkan karena belum semua mayat diidentifikasi, karena bisa saja dua kantung (jenazah) itu satu identitas," kata Sekda Bandung Barat sekaligus Incident Commander Longsor Cisarua, Ade Zakir, Senin (2/2/2026).
1. Tunggu hasil identifikasi tim DVI Polri

Menurut Ade, warga sipil yang menjadi korban longsor sebanyak 80 jiwa, dan pembaruan data terus dilakukan berdasarkan identifikasi tim DVI Polri. Adapun dalam peristiwa ini turut ada anggota Marinir Angkatan Laut yang hilang, hal ini pun dibenarkan oleh Kepala Staf Angkatan Laut (Kasal) Laksamana TNI Dr. Muhammad Ali.
"Tadi bodypack nya mencapai 80, tapi yang teridentifikasi warga kan belum tentu 80. Jadi catatan kita warga itu 80, kita fokus data warga, mencocokkan dara dari DVI, " tegasnya.
2. Pencarian berlanjut sampai Jumat pekan ini

Ade Zakir menambahkan, misi pencarian akan dilakukan sesuai dengan durasi perpanjangan yang telah disepakati pada Jumat (30/1/2026). Dalam rapat lintas instansi di Posko Basarnas, pencarian disepakati diperpanjang selama satu pekan.
"Kita berkomitmen bersama Basarnas untuk pencarian sampai tanggal 6 (Februari)," tandasnya.
3. Dalam peristiwa ini 23 anggota TNI Marinir meninggal dunia

Berdasarkan data sampai hari ini, total ada 158 warga Desa Pasirlangu, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat dilaporkan terdampak longsor pada Sabtu (24/1/2026) dini hari. Sebanyak 78 diantaranya dilaporkan selamat dan 80 diantaranya dilaporkan hilang diduga terkubur material longsor.
Sebanyak 23 TNI Marinir juga dikonfirmasi menjadi korban jiwa dalam peristiwa tersebut. Berdasarkan pencarian Rabu (29/1/2026) ada sebanyak lima jenazah anggota yang sudah dievakuasi.
















