Pemkot Bandung Bakal Sisir Jalan yang Banyak Dihuni Tunawisma

- PPKS masih banyak dihuni di kawasan strategis Kota Bandung
- Pemkot Bandung ingin mengembalikan PPKS ke rumah atau daerah asal dengan pendekatan kemanusiaan
- 77 orang PPKS telah direhabilitasi melalui operasi penertiban terpadu pada 16 Januari 2026
Bandung, IDN Times - Pemerlu Pelayanan Kesejahteraan Sosial (PPKS) atau tunawisma masih menjadi persoalan di Kota Bandung karena mereka banyak berdiam di sudut-sudut kota.
Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan mengatakan, pemerintah daerah ingin mempercantik 17 koridor jalur wisata Kota Bandung. Salah satu masalah yang ada di kawasan tersebut adalah adanya tunawisma.
Menurutnya, evaluasi dalam mempercantik saat ini telah memasuki Triwulan I Tahun 2026, sebagaimana diatur dalam Instruksi Wali Kota Bandung Nomor 03/ADBANG-2026 tentang Pelaksanaan Beautifikasi 17 Koridor.
1. Banyak di Asia Afrika dan Otisa

Farhan mengungkapkan, berdasarkan hasil pemantauan lapangan, PPKS masih ditemukan tidur di sejumlah titik strategis, khususnya di Jalan Asia Afrika, pada ruas Masjid Agung hingga Sudirman. Selain itu, beberapa titik di Simpang Lima hingga Tamblong juga masih ditemukan PPKS, meskipun terbatas di sisi kiri jalan.
“Paling menonjol itu di Asia Afrika dan Otista. Ini tidak boleh dibiarkan,” ujar Farhan melalui siaran pers, Senin (2/2/2026).
2. Bakal dikembalikan ke rumah atau daerah asal

Beberapa lokasi lain yang menjadi perhatian serius antara lain Stasiun Timur, putaran Suniaraja, serta tenda biru di depan Pasar Baru.
Farhan memastikan, Pemkot Bandung tidak ingin Kota Bandung menjadi kota yang membuat para homeless betah, namun tetap mengedepankan pendekatan kemanusiaan.
“Kita bukan tidak manusiawi. Justru kita ingin mengembalikan mereka ke rumahnya, ke daerah asalnya, dengan pendekatan yang benar,” ujarnya.
3. Puluhan PPKS sudah direhabilitasi

Sementara itu, Ketua Paguyuban Camat diminta untuk menggerakkan seluruh wilayah agar aktif melakukan penanganan dan pengawasan, tidak hanya bergantung pada operasi terpadu di pusat kota.
Sebagai bagian dari implementasi arahan tersebut, Pemkot Bandung melalui kolaborasi Dinas Sosial, Satpol PP, DLH, Disdamkarmatan, dan DP3A telah melaksanakan operasi penertiban terpadu pada 16 Januari 2026 dini hari di sejumlah koridor utama.
Hasilnya, 77 orang PPKS mendapatkan layanan rehabilitasi, dengan rincian 20 orang warga Kota Bandung dan 57 orang berasal dari luar daerah.
Dinas Sosial juga terus melakukan monitoring dan penjangkauan lanjutan sepanjang Januari 2026 di berbagai ruas jalan utama dan taman kota.
PJU dan Infrastruktur Jadi Sorotan


















