Wakili Presiden, Raffi Ahmad Kirim Donasi Rp2 Miliar Bagi Korban Longsor Pasirlangu

- Raffi Ahmad salurkan donasi Rp2 miliar bagi korban longsor Pasirlangu, Bandung Barat
- Bantuan berupa uang tunai dan sumur bor untuk masyarakat terdampak
- Jeje Ritchie Ismail menyebut Raffi siap mengakomodir biaya pembuatan sumur bor di 13 titik wilayah terdampak longsor
Bandung, IDN Times - Utusan Khusus Presiden (UKP) Bidang Pembinaan Generasi Muda dan Pekerja Seni, Raffi Ahmad, menyalurkan bantuan untuk korban longsor di Desa Pasirlangu, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat (KBB). Bantuan ini ada uang tunai dan juga sumur bor untuk masyarakat terdampak.
Raffi menyampaikan, sebelumnya sudah menitipkan donasi sebesar Rp1 miliar untuk penanganan darurat bencana dan membantu para korban longsor di wilayah Cisarua.
"Waktu itu saya lagi di luar Indonesia, saya langsung titipkan ke Pak Jeje, supaya segera langsung diberikan ke pengungsi. Saya tadi dengar keluhan lain juga, saya titip lagi Rp2 miliar. Jadi buat air bersih, buat apa, cepat saja digunakan," kata Raffi di Posko Pengungsian korban longsor Cisarua, Sabtu (31/1/2026).
1. Masih banyak kebutuhan korban yang harus dipenuhi

Di lokasi yang sama, Bupati Bandung Barat, Jeje Ritchie Ismail, mengatakan penanganan pascabencana di wilayahnya masih membutuhkan dukungan dari berbagai pihak.
"Tadi juga saya sampaikan masih ada kebutuhan lain pascabencana yaitu sumur bor yang sangat banyak. Itu kebutuhan dasar masyarakat, karena saat mereka kembali ke rumah memang salah satu kendalanya kesulitan air bersih," kata Jeje.
Jeje menyebut Raffi Ahmad siap mengakomodir biaya pembuatan sumur bor di 13 titik yang tersebar di wilayah terdampak longsor, meski dana Rp2 miliar tersebut juga dialokasikan untuk kebutuhan lainnya.
"Jadi tadi Raffi menyampaikan akan mengakomodir semua biaya pembuatan sumur bor sebanyak 13 titik. Tadi beliau siap memberi Rp2 miliar, tapi itu juga untuk kebutuhan lainnya," katanya.
2. Beberapa warga sudah menempati rumahnya

Jeje menambahkan, saat ini sebagian besar pengungsi telah dipulangkan setelah Badan Geologi menetapkan zonasi wilayah terdampak. Berdasarkan hasil kajian, sebanyak 56 rumah berada di zona kuning dan dinyatakan aman untuk kembali dihuni.
Namun demikian, persoalan ketersediaan air bersih masih menjadi kendala utama karena terganggunya sarana air, sehingga aliran air ke rumah warga belum sepenuhnya pulih.
"Jadi sebagian besar pengungsi sudah dipulangkan, tapi kendalanya kekurangan sumber air bersih. Jadi kami menginisiasi untuk membuat sumur bor dan rencananya akan dibuat 13 titik. Makanya saya bilang ke A Raffi dan alhamdulillah responnya positif," kata dia.
3. Toal ada 35 kepala keluarga yang tertimbun longsor

Untuk diketahui, sampai saat ini pencari korban longsor masih dilakukan oleh tim SAR gabungan. Bahkan, Pemerintah Kabupaten Bandung Barat memperpanjang masa pencarian hingga sepekan ke depan.
Sampai dengan 31 Januari 2026 Pukul 11.32 WIB, tim SAR gabungan berhasil menemukan 65 bodypack.
Kepala Basarnas, Marsekal Madya TNI Mohammad Syafii mengatakan, berdasarkan laporan awal, jumlah korban yang dinyatakan hilang sebanyak 20 orang. Namun, seiring berjalannya waktu dan proses asesmen lapangan oleh Search Management Cell (SMC), Incident Commander (IC), serta DVI, data korban terus mengalami dinamika.
"Informasi awal menyebutkan 113 orang terdampak dari 34 kepala keluarga. Namun perkembangan terakhir menunjukkan angka 158 warga yang dilaporkan hilang dari 35 kepala keluarga. Ini menjadi bagian dari dinamika operasi di lapangan," katanya, Jumat (30/1/2026).

















