Aktivis Soroti Tenggat Komitmen Telur Bebas Sangkar Millennium

- Aksi simbolik soroti tenggat komitmen yang terlewatSebanyak 13 aktivis dari koalisi Act for Farmed Animals (AFFA) menggelar aksi damai di depan Hotel Millennium Kebon Sirih, Senin (2/2/2026). Mereka mendesak hotel memenuhi komitmen penggunaan telur bebas sangkar.
- Laporan Asia tunjukkan tren global beralih ke telur bebas sangkarTren transisi menuju telur bebas sangkar terus meningkat secara global. Laporan Cage-Free Tracker Asia 2025 mengevaluasi 95 perusahaan di lima negara, termasuk Indonesia.
- Transparansi jadi kunci akuntabilitas perusahaan panganHotel Millennium tercatat berada pada Tier E, kategori terendah dalam penila
Bandung, IDN Times – Isu kesejahteraan hewan kembali menjadi perhatian publik seiring meningkatnya tuntutan transparansi terhadap praktik rantai pasok industri pangan dan perhotelan. Di tengah tren global menuju sistem pangan yang lebih etis, komitmen penggunaan telur bebas sangkar (cage-free) menjadi salah satu indikator yang diawasi berbagai pihak.
Di Indonesia, perhatian tersebut mengarah ke Hotel Millennium Kebon Sirih, Jakarta Pusat. Hotel ini sebelumnya telah mengumumkan komitmen penggunaan telur bebas sangkar sejak 2018 dengan tenggat waktu implementasi pada akhir 2025.
Namun hingga awal 2026, belum tersedia laporan publik yang menjelaskan sejauh mana komitmen tersebut direalisasikan. Kondisi ini memicu respons dari kelompok masyarakat sipil yang menilai transparansi sebagai bagian penting dari tanggung jawab bisnis.
Sebagai bentuk penyampaian aspirasi, sejumlah aktivis menggelar aksi damai untuk mengingatkan tenggat komitmen yang telah terlewati sekaligus menyoroti praktik produksi telur yang masih menuai kritik dari perspektif kesejahteraan hewan.
1. Aksi simbolik soroti tenggat komitmen yang terlewat

Sebanyak 13 aktivis dari koalisi Act for Farmed Animals (AFFA) menggelar aksi damai di depan Hotel Millennium Kebon Sirih, Senin (2/2/2026). Aksi ini dilakukan untuk mendesak pihak hotel memenuhi komitmen penggunaan telur bebas sangkar yang telah diumumkan sejak delapan tahun lalu.
Dalam aksi tersebut, para aktivis membawa jam raksasa sebagai simbol pengingat bahwa tenggat waktu telah berlalu. Mereka juga menampilkan visual kondisi ayam dalam kandang baterai guna menggambarkan dampak praktik peternakan intensif terhadap kesejahteraan hewan.
“Sebuah komitmen adalah janji yang harus terpenuhi. Transisi ini sudah cukup lama, memasuki tahun ke delapan sejak Millennium merilis komitmen bebas sangkarnya. Hingga detik ini belum ada laporan terkait sudah sampai mana kemajuan janji tersebut,” ujar Pemimpin Kampanye Act for Farmed Animals, Elfha Shavira, dalam siaran pers yang diterima IDN Times, Senin (2/2/2026).
2. Laporan Asia tunjukkan tren global beralih ke telur bebas sangkar

Secara global, tren transisi menuju telur bebas sangkar terus mengalami peningkatan. Hal ini tercermin dalam laporan Cage-Free Tracker Asia 2025 yang dirilis oleh Sinergia Animal, yang memantau komitmen dan implementasi perusahaan pangan di kawasan Asia.
Laporan tersebut mengevaluasi 95 perusahaan yang beroperasi di lima negara, yakni India, Indonesia, Jepang, Malaysia, dan Thailand. Kawasan ini dinilai memiliki peran strategis dalam ekonomi telur Asia serta akses global terhadap bahan baku pangan.
“Tanpa adanya transparansi terkait implementasi maka kami menilai Hotel Millennium mengabaikan kesejahteraan hewan,” tutur Elfha, menyoroti pentingnya keterbukaan sebagai bagian dari akuntabilitas publik.
3. Transparansi jadi kunci akuntabilitas perusahaan pangan

Berdasarkan data Asia Cage-Free Tracker 2025, Hotel Millennium tercatat berada pada Tier E, kategori terendah dalam penilaian, yang menunjukkan tidak adanya laporan publik terkait implementasi komitmen telur bebas sangkar.
Secara keseluruhan, laporan tersebut mencatat bahwa 70,5 persen perusahaan telah mengungkapkan kemajuan implementasi komitmen mereka, meningkat dibandingkan 69,8 persen pada tahun sebelumnya. Sistem penilaian dibagi ke dalam sembilan tingkatan untuk memetakan perusahaan yang dinilai progresif maupun tertinggal.
Meski manajemen Hotel Millennium Kebon Sirih, Jakarta, menolak berdialog saat aksi berlangsung, Act for Farmed Animals menyatakan akan terus memantau perkembangan komitmen tersebut. Koalisi AFFA juga menyampaikan kesiapan untuk berkolaborasi dengan pelaku industri perhotelan.
Upaya kolaboratif ini dinilai penting untuk memastikan standar kesejahteraan hewan dan sistem pangan berkelanjutan dapat diterapkan secara konsisten, sejalan dengan ekspektasi global terhadap praktik bisnis yang transparan dan bertanggung jawab.


















