Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Anggaran Beasiswa Murid Miskin di Jabar Tidak Teralokasi di APBD 2026

IMG_20260203_101125.jpg
(Istimewa)
Intinya sih...
  • Anggaran beasiswa murid miskin di Jabar tidak teralokasi di APBD 2026
  • Komisi V DPRD Jabar menelusuri sumber anggaran bantuan beasiswa untuk pelajar misik yang bersekolah di SMA dan SMK swasta untuk 2026.
  • Anggaran bantuan pendidikan bagi siswa miskin, baik itu beasiswa oprasional dan beasiswa personal tidak teralokasikan di APBD murni 2026.
Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Bandung, IDN Times - Komisi V Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Jawa Barat telah menelusuri sumber anggaran bantuan beasiswa untuk pelajar miskin yang bersekolah di SMA dan SMK swasta untuk 2026. Rencana ini ternyata belum dialokasikan dalam APBD 2026.

Ketua Komisi V DPRD Jabar, Yomanius Untung mengungkapkan, bahwa anggaran bantuan pendidikan bagi siswa miskin, baik itu beasiswa operasional dan beasiswa personal tidak teralokasikan di APBD murni 2026.

Menurutnya, pemerintah perlu memulihkan bantuan pendidikan yang sebelumnya tertera pada pagu murni tahun 2026 dengan anggaran sebesar Rp218 miliar.

"Jadi data terakhir ada Rp150 miliar alokasi untuk beasiswa operasional dan ada sekitar Rp68 miliar yang dialokasikan untuk beasiswa personal, itu yang untuk keluarga miskin ekstrem. Tadi tersampaikan bahwa clear di APBD murni itu tidak ada," ungkap Yomanius, Selasa (3/2/2026).

1. Minta segera dialokasikan dalam pergeseran anggaran

Ilustrasi APBD
Ilustrasi APBD (IDN Times/ Aditya Pratama)

Yomanius menilai, pemerintah perlu melakukan pergeseran anggaran karena belum adanya kepastian terkait alokasi anggaran di APBD perubahan 2026. Yang dikhawatirkan, kata dia, bakal berdampak terhadap tidak terpenuhinya beasiswa pendidikan bagi siswa miskin.

"Bagi kita dengan kondisi keuangan yang seperti sekarang menjadi worry, menjadi cemas. Jangan-jangan perubahan itu juga alokasinya terbatas sehingga akhirnya berdampak pada tidak terpenuhinya beasiswa untuk anak miskin," katanya.

"Karena itu kami mengusulkan agar terjadi pemulihan kembali. Anggaran itu ada di Murni 2026 melalui pergeseran. Jadi ada pergeseran baru yang harus dilakukan oleh eksekutif agar dana yang (berjumlah) Rp218 miliar itu kembali muncul di APBD Murni 2026," katanya.

2. Tidak ada pemberitahuan soal alokasi anggaran ke DPRD Jabar

ilustrasi APBD (IDN Times/Aditya Pratama)
ilustrasi APBD (IDN Times/Aditya Pratama)

Mengenai penyebab beasiswa operasional dan beasiswa personal dapat tidak teralokasikan di APBD murni 2026, Yomanius menduga pergeseran oleh pemerintah dilakukan tanpa pemberitahuan kepada dewan. Sehingga dia menilai, pergeseran anggaran dilakukan begitu saja oleh pemerintah provinsi.

"Enggak ada pemberitahuan ke DPRD. Enggak ada pemberitahuan ke komisi lima," katanya.

Begitu pun dengan pernyataan Ketua Tim TAPD Jabar, Herman Suryatman yang menyatakan bahwa bantuan pendidikan telah teranggarkan di APBD murni dengan angka Rp218 miliar.

"Faktanya enggak ada," katanya.

3. Sekda klaim anggaran bantuan sudah dialokasikan pada APBD

ilustrasi APBD (IDN Times/Aditya Pratama)
ilustrasi APBD (IDN Times/Aditya Pratama)

Diberitakan sebelumnya, Sekertaris Daerah (Sekda) Provinsi Jawa Barat Herman Suryatman menepis kabar bahwa pemerintah telah mencoret bantuan pendidikan bagi sekolah swasta dalam pelaksanaan APBD Jabar tahun 2026.

Menurutnya, bantuan pendidikan di tahun 2026 telah teralokasi dengan anggaran sebesar Rp218 miliar, sehingga kabar bahwa pemerintah telah mencoret bantuan ke sekolah swasta, tidak benar.

"Sudah kami check and re-check, alokasi untuk bantuan pendidikan menengah ke sekolah swasta, anggarannya tersedia pada APBD 2026 sebesar Rp 218 milyar," kata Herman.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Galih Persiana
EditorGalih Persiana
Follow Us

Latest News Jawa Barat

See More

Podomoro Park Bandung Gelar Grand Handover Millennial Home

03 Feb 2026, 12:35 WIBNews