Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Sandiaga Sebut Tuntutan Pemakzulan Jokowi Patut Didengar
IDN Times/Debbie Sutrisno

Bandung, IDN Times - Ketua Badan Pemenangan Pemilu (Bappilu) PPP, Sandiaga Uno, ikut memantau mengenai demontrasi mahasiswa terkait pemakzulan Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang disampaikan di sejumlah daerah.

Sandiaga menilai bahwa demo yang dilakukan tersebut patut didengar dan diberi ruang oleh pemerintah selama masih berada dalam koridor hukum.

"Seluruh bentuk aspirasi dari masyarakat terutama kampus civitas akademica itu selama masih dalam koridor hukum, patut kita dengar dan beri ruang untuk ada diskursus yang gunanya untuk mencerahkan," kata dia ketika ditemui di Kantor DPW PPP, Kota Bandung, pada Kamis (8/2/2024) malam.

1. Mari saling menghormati meski tengah berdemo

pexels.com/Irgi Nur Fadil

Selain mesti menaati aturan hukum yang berlaku, Sandiaga bawa demonstrasi yang digelar juga harus mengedepankan budaya masyarakat Indonesia melalui sikap saling menghormati.

"Kita ini negara hukum, semuanya harus dalam koridor hukum. Kita apresiasi aspirasi, tapi juga kita pastikan ini dalam koridor kita sebagai negara hukum dan tentunya budaya Adi luhung bangsa kita saling menghormati dan kita junjung konstitusi dalam berbangsa dan bernegara," ucap dia.

2. Ini alasan mahasiswa nilai Jokowi layak dimakzulkan

CNN indonesia

Sebelumnya, mahasiswa dari berbagai universitas di Jakarta melakukan long march atau berjalan kaki dari Tugu Reformasi Universitas Trisakti menuju ke Jalan Harmoni yang berdekatan dengan Istana Kepresidenan pada Rabu (7/2/2024) sore. Mereka menyatakan penolakannya terhadap Pemilu 2024 yang berpotensi curang. 

Para mahasiswa itu berjalan kaki dengan komando dari satu mobil pikap yang ditumpangi oleh mahasiswa. Mereka berjalan ke titik lokasi demo sambil menyanyikan mars perjuangan mahasiswa. Para mahasiswa itu berjalan sambil membawa spanduk 'Makzulkan Jokowi, Tolak Pemilu Curang.'

Lamdahur mengatakan bahwa legislatif atau parlemen berhak untuk melakukan evaluasi terhadap Presiden Joko "Jokowi" Widodo karena dianggap telah melakukan perbuatan tercela. "Apa salah satunya (perbuatan tercela)? Dia mengintervensi politik dengan mendukung salah satu paslon secara implisit dan merugikan masyarakat banyak," kata dia. 

Selain itu, mantan Wali Kota Solo itu dianggap telah mencoreng konstitusi sehingga menyebabkan publik kecewa. Padahal, Jokowi lahir dari proses demokrasi di era reformasi. 

"Reformasi itu diraih dengan cara berdarah-darah, secara panjang namun dilukai di era Pak Jokowi. Sehingga, kami perlu menegur secara keras bahwa sudah layak dilakukan proses pemakzulan Jokowi," tutur dia lagi. 

3. Siapkan aksi lanjutan

Aksi demo 7 Februari 2024 menyuarakan untuk menolak kecurangan di pemilu 2024. (Dokumentasi Sorgemagz)

Lamdahur memastikan aksi demonstrasi mahasiswa masih akan terus berlanjut. Ia mengatakan akan ada aksi demonstrasi oleh Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Seluruh Indonesia pada Kamis siang. Sementara, sivitas Universitas Trisakti akan menyampaikan sikap pada Jumat (9/2/2024). 

"Kami bakal melakukan aksi dan membacakan pernyataan sikap oleh para mahasiswa serta guru besar di hari Jumat esok. Lokasinya di Tugu Reformasi," kata dia. 

Ia menambahkan mahasiswa Jadebotabek akan melakukan konsolidasi pada Kamis esok. Aksi lanjutan diperkirakan bakal digelar pada pekan depan. 

"Soal harinya belum ditentukan. Kami sedang dorong aksi ini nasional dan dilakukan serentak di hari yang sama," tuturnya. 

Bahkan, tidak menutup kemungkinan, aksi demo dilakukan bersamaan dengan hari pencoblosan 14 Februari 2024. "Itu nanti tergantung kesepakatan forum juga," ujarnya lagi. 

Curated For You

Editorial Team

Related Article