Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Rengginang Laut dan Tumbuhnya Rasa Semangat Perempuan Pesisir Pantai
Rengginang Laut dan Tumbuhnya Rasa Semangat Perempuan Pesisir Pantai (Dok. IDN Times)
  • Ibu Eko Purwanti dari Rembang mengembangkan usaha rengginang olahan laut yang melibatkan ibu-ibu pesisir, menciptakan peluang ekonomi dan kebersamaan melalui sistem klasterisasi.
  • PNM mendampingi perempuan pesisir dengan tiga modal: intelektual, finansial, dan sosial, membantu lebih dari 22,9 juta nasabah perempuan untuk tumbuh mandiri dan berdaya.
  • Kisah Ibu Eko mencerminkan semangat Kartini masa kini—ketangguhan perempuan yang dimulai dari langkah kecil namun berdampak besar bagi keluarga dan komunitas pesisir.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Bandung, IDN Times - Peringatan Hari Kartini kerap menjadi momentum refleksi tentang peran dan perjuangan perempuan Indonesia. Namun, maknanya kini tak lagi sebatas simbol emansipasi, melainkan tentang ketangguhan, keberanian berpikir terbuka, dan semangat bertahan di tengah keterbatasan.

Nilai-nilai tersebut hidup dalam keseharian banyak perempuan, termasuk mereka yang tinggal di wilayah pesisir. Di tengah tantangan ekonomi dan akses yang terbatas, para perempuan ini terus mencari cara agar bisa mandiri sekaligus membawa dampak bagi lingkungan sekitar.

Salah satu kisah datang dari Rembang, Jawa Tengah. Ibu Eko Purwanti, nasabah PNM Cabang Pati, mengembangkan usaha rengginang hasil olahan laut serta layanan katering yang ia rintis dari skala sederhana.

Usaha tersebut bukan hanya menjadi penopang ekonomi keluarga, tetapi juga membuka ruang kolaborasi bagi ibu-ibu lain di wilayah pesisir untuk tumbuh bersama melalui pendekatan klasterisasi hasil olahan laut.

1. Merintis usaha rengginang olahan laut bersama warga sekitar

ilustrasi pesisir pantai (unsplash.com/Luis Pinho)

Di tengah keterbatasan, Ibu Eko melihat potensi hasil laut di sekitarnya sebagai peluang usaha. Ia mengolahnya menjadi rengginang yang kemudian dipasarkan untuk membantu memenuhi kebutuhan keluarga.

Seiring waktu, usahanya berkembang dan melibatkan ibu-ibu lain di lingkungan tempat tinggalnya. Melalui sistem klaster, mereka bersama-sama memproduksi rengginang olahan laut agar manfaat ekonomi dapat dirasakan lebih luas.

Tidak hanya berfokus pada keuntungan, Ibu Eko juga aktif dalam kegiatan sosial seperti Program Pemberian Makanan Tambahan (PMT) bagi anak-anak yang membutuhkan perhatian gizi.

“Saya berharap usaha ini bisa terus berjalan. Bukan hanya untuk menghidupi keluarga saya, tapi juga supaya ibu-ibu di sekitar saya bisa ikut merasakan punya penghasilan, pelan-pelan kita saling menguatkan, semangat bersama dalam klasterisasi hasil olahan laut dan mau maju bersama," ujar Ibu Eko.

2. Pendampingan untuk memperkuat kapasitas perempuan pesisir

ilustrasi anak pesisir (dok.pribadi/Fahrul Konde Photoraphy)

Perjalanan Eko tidak lepas dari pendampingan yang ia terima sebagai nasabah PT Permodalan Nasional Madani (PNM). Melalui pendekatan pemberdayaan berbasis tiga modal, PNM memberikan dukungan yang menyeluruh.

Pendekatan tersebut mencakup modal intelektual melalui pelatihan usaha, modal finansial melalui akses pembiayaan, serta modal sosial melalui penguatan kelompok. Dengan skema ini, perempuan didorong untuk berkembang secara berkelanjutan.

Hingga saat ini, PNM tercatat telah melayani lebih dari 22,9 juta nasabah perempuan di seluruh Indonesia, termasuk mereka yang berada di wilayah pesisir.

“Kami hadir mendampingi ibu-ibu di pesisir untuk tumbuh dan berdaya. Melalui hasil olahan laut, mereka tidak hanya berdaya secara ekonomi, namun juga memberdayakan sesama dan tumbuh bersama,” ujar Sekretaris Perusahaan PNM, Lalu Dodot Patria Ary.

3. Semangat Kartini yang hidup dalam aksi nyata

Rengginang Laut dan Tumbuhnya Rasa Semangat Perempuan Pesisir Pantai (Dok. IDN Times)

Apa yang dilakukan Ibu Eko menjadi gambaran bahwa semangat Kartini terus hidup dalam aksi nyata perempuan masa kini. Ketangguhan tidak selalu hadir dalam skala besar, tetapi bisa dimulai dari langkah kecil yang konsisten.

Melalui usaha rengginang lautnya, Ibu Eko tidak hanya membangun ekonomi keluarga, tetapi juga menciptakan ruang kebersamaan bagi perempuan lain untuk ikut berkembang.

Pendekatan klasterisasi yang ia jalankan memperkuat solidaritas dan membuka peluang pertumbuhan bersama di wilayah pesisir.

Kisah ini menunjukkan bahwa dengan pendampingan yang berkelanjutan dan semangat untuk berbagi, setiap upaya kecil dapat berkembang menjadi dampak yang lebih luas bagi masyarakat sekitar.

Editorial Team