Bandung, IDN Times - Peringatan Hari Kartini kerap menjadi momentum refleksi tentang peran dan perjuangan perempuan Indonesia. Namun, maknanya kini tak lagi sebatas simbol emansipasi, melainkan tentang ketangguhan, keberanian berpikir terbuka, dan semangat bertahan di tengah keterbatasan.
Nilai-nilai tersebut hidup dalam keseharian banyak perempuan, termasuk mereka yang tinggal di wilayah pesisir. Di tengah tantangan ekonomi dan akses yang terbatas, para perempuan ini terus mencari cara agar bisa mandiri sekaligus membawa dampak bagi lingkungan sekitar.
Salah satu kisah datang dari Rembang, Jawa Tengah. Ibu Eko Purwanti, nasabah PNM Cabang Pati, mengembangkan usaha rengginang hasil olahan laut serta layanan katering yang ia rintis dari skala sederhana.
Usaha tersebut bukan hanya menjadi penopang ekonomi keluarga, tetapi juga membuka ruang kolaborasi bagi ibu-ibu lain di wilayah pesisir untuk tumbuh bersama melalui pendekatan klasterisasi hasil olahan laut.
