SMAN 3 Kota Bandung (IDN Times/Azzis Zulkhairil)
Sementara, orang tua lainnya Nurcholis Hakim (46 tahun) mengatakan, kedua anak kembarnya tidak lolos seleksi SPMB Maung SMAN 3 Bandung jalur akademik gugur karena poinnya hilang.
"Dari hari pertama, saya bisa upload, terus besoknya sudah muncul diverifikasi. Sudah gitu masuk ke kuota, peringkat anak saya itu kembar dua. Sudah masuk peringkat," katanya.
"Terakhir verifikasi iba-tiba hilang. Hilang data 65 orang yang diverifikasi, tiba-tiba pas saya buka nol. Semua hilang, jadi semua data 65 orang yang telah diverifikasi nol. Termasuk anak saya yang sudah masuk kuota itu," jelas dia.
Oleh karena itu, dia hendak berkonsultasi untuk mendaftarkan anaknya ke SPMB non Maung dengan tujuan SMAN 2 dan 20 Bandung.
"Saya akhirnya saya sudah PCMB aja. Saya pilih 20 sama pilih SMA 2 Bandung. Cuma masalahnya yang jadi pemahaman ini tuh dan saya udah tanya-tanya, ini tuh bukan tahap pendaftaran tapi survei, pemetaan saja,"
"Karena nanti pendaftaran mah di tahap 1 tanggal 16. Itu lho yang jadi masalah, akhirnya bahasanya saya ini terjebak dalam posisi PCMB itu," kata dia.