Bandung, IDN Times - Polemik Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN) terus bergulir setelah sejumlah warga mengaku terkejut karena masuk kategori desil 10 atau kelompok masyarakat paling mampu. Di tengah perdebatan itu, Pengamat Ekonomi Universitas Pasundan (Unpas) Acuviarta Kartabi mengingatkan pemerintah agar tidak menetapkan status ekonomi masyarakat secara sepihak.
Menurut Acuviarta, klasifikasi desil bukan sekadar persoalan administrasi. Data tersebut akan menjadi dasar berbagai program pemerintah, terutama yang berkaitan dengan bantuan sosial. Karena itu, akurasi data dan keterbukaan mekanisme verifikasi menjadi hal yang tidak bisa diabaikan.
Ia menilai upaya pemerintah membangun basis data sosial ekonomi yang lebih terintegrasi patut diapresiasi. Namun, proses penetapan status kesejahteraan masyarakat tetap harus dapat diuji dan dikonfirmasi agar tidak menimbulkan persoalan baru di kemudian hari.
