Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Puncak Arus Mudik 2026: Ratusan Ribu Kendaraan Padati Nagreg
Pos Cikaledong Nagreg, Kabupaten Bandung (IDN Times/Azzis Zulkhairil)
  • Ratusan ribu kendaraan memadati jalur Lingkar Selatan Nagreg pada puncak arus mudik 2026, dengan total 143.766 kendaraan tercatat hingga pukul 19.00 WIB.
  • Data menunjukkan peningkatan arus kendaraan dibanding tahun 2025, yakni naik sekitar 2,99 persen dari arah Bandung dan 3,43 persen dari arah Garut/Tasikmalaya.
  • Pihak kepolisian menerapkan sistem one way secara kondisional hingga tiga kali dalam sehari untuk mengurai kepadatan, menjaga situasi lalu lintas tetap lancar dan terkendali.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
puncak arus mudik 2025

Jumlah kendaraan dari arah Bandung mencapai 42.216 dan dari arah Garut/Tasikmalaya 96.963 di jalur Nagreg.

H-4

Kapospam Cikaledong mencatat peningkatan arus kendaraan dibandingkan malam sebelumnya, namun belum terjadi kepadatan serius.

Rabu (18/3/2026)

Ratusan ribu kendaraan memadati jalur Lingkar Selatan Nagreg pada puncak arus mudik Lebaran. Total tercatat 143.766 kendaraan melintas dari dua arah.

hari ini

Skema one way diberlakukan tiga kali dengan durasi 10–15 menit secara kondisional untuk mengurai kepadatan lalu lintas di jalur Nagreg.

Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
  • What?
    Ratusan ribu kendaraan memadati jalur Lingkar Selatan Nagreg, Kabupaten Bandung, pada puncak arus mudik Lebaran 2026 dengan peningkatan volume dibandingkan tahun sebelumnya.
  • Who?
    Para pemudik dari arah Bandung menuju Garut dan Tasikmalaya serta petugas kepolisian yang dipimpin Kapospam Cikaledong Nagreg, Kompol Rizal Adam Al Hasan.
  • Where?
    Jalur Lingkar Selatan Nagreg, Kabupaten Bandung, Jawa Barat, yang menjadi penghubung utama antara Bandung dengan Garut dan Tasikmalaya.
  • When?
    Pada Rabu, 18 Maret 2026, sekitar pukul 19.00 WIB saat puncak arus mudik Lebaran berlangsung.
  • Why?
    Peningkatan jumlah kendaraan terjadi karena banyak warga melakukan perjalanan mudik Lebaran melalui jalur alternatif utama tersebut menuju daerah asal masing-masing.
  • How?
    Kepadatan diurai dengan penerapan sistem one way secara kondisional tiga kali dalam sehari selama 10–15 menit untuk melancarkan arus lalu lintas di wilayah Nagreg.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Banyak sekali mobil lewat di jalan Nagreg karena orang mau pulang kampung Lebaran. Mobil dari Bandung, Garut, dan Tasikmalaya jadi lebih banyak dari tahun lalu. Polisi namanya Pak Rizal bilang jalan kadang ramai tapi masih aman. Kadang dibuat jalan satu arah sebentar supaya mobil bisa jalan lagi dan tidak macet panjang.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Meningkatnya jumlah kendaraan pada puncak arus mudik di Nagreg menunjukkan semangat masyarakat untuk berkumpul bersama keluarga, sementara situasi lalu lintas tetap terkendali berkat kesiapsiagaan petugas di lapangan. Koordinasi antarpolisi dan penerapan sistem one way yang efektif mencerminkan manajemen lalu lintas yang responsif dan mampu menjaga kelancaran perjalanan para pemudik.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Bandung, IDN Times - Ratusan kendaraan mulai memadati jalur lingkar selatan Nagreg, Kabupaten Bandung Jawa Barat di puncak arus mudik lebaran, Rabu (18/3/2026). Jumlah pemudik pun tercatat mengalami peningkatan di periode yang sama tahun sebelumnya.

Lingkar Selatan Nagreg, Kabupaten Bandung merupakan jalur alternatif utama penghubung Bandung menuju Garut dan Tasikmalaya. Berdasarkan data dari Posko Mudik Kabupaten Bandung, total kendaraan per hari ini pukul 19:00 WIB dari arah Bandung ada 43,478 kendaraan, arah Garut/Tasikmalaya 100,288 kendaraan, totalnya 143,766 kendaraan.

Sementara itu pada puncak arus mudik 2025, kendaraan dari arah Bandung mencapai 42,216 unit. dan arah Garut/Tasikmalaya 96,963 unit. Jika dipersentasekan kendaraan arah Bandung mengalami kenaikan 2.99 persen, arah Garut/Tasikmalaya peningkatannya mencapai 3.43 persen.

1. Arus kendaraan kadang padat terkadang lancar

Pos Cikaledong Nagreg, Kabupaten Bandung (IDN Times/Azzis Zulkhairil)

Kapospam Cikaledong Nagreg, Kompol Rizal Adam Al Hasan mengatakan, meski jumlah kendaraan pemudik yang melintas dari arah Bandung ke arah Garut dan Tasikmalaya mengalami peningkatan, kondisi di lapangan tetap kondusif belum ada kemacetan signifikan.

"Alhamdulillah relatif, kadang ramai, padat, dan kadang juga landai. Jadi untuk saat ini situasinya bisa terlihat, terlihat landai, tadi sore, kemudian sebelumnya siang ada kepadatan arus lalu lintas. Tapi alhamdulillah anggota tergelar di lapangan bisa membantu mengurai kepadatan," ujar Rizal saat ditemui di lapangan.

Dia membenarkan adanya peningkatan arus kendaraan dari H-4, namun kondisi di jalur tetap belum ada kepadatan yang serius.

"Memang ada peningkatan arus kendaraan dibandingkan dengan malam sebelumnya. Untuk malam tadi sebelumnya relatif landai seperti ini. Tapi kalau tadi setelah maghrib ya, ada terlihat kepadatan arus lalu lintas sudah terlihat padat," ujarnya.

2. Koordinasi dengan Polres Garut turut dilakukan

ilustrasi macet (pexels.com/Denniz Futalan)

Mengenai kepadatan yang nantinya bisa terjadi pada malam atau dini hari, Rizal mengatakan, pihaknya akan berkoordinasi dengan Polres Garut untuk membantu melancarkan di puncak arus mudik tahun ini.

"Kami melihat kondisional di lapangan para anggota kemudian dari Satlantas Polresta Bandung, bekerja sama juga dengan Satlantas Garut, apabila ada kepadatan yang sehingga mengekor ke arah dekat Polsek Nagreg," kata dia.

"Sebelum rel kereta, kami berlakukan one way sepenggal dari mulai jalan Cikaledong sampai ke Limbangan," ucapnya.

3. One way sudah diberlakukan tiga kali

ilustrasi macet (pexels.com/Kushie In Vietnam)

Kendati demikian, Rizal menyampaikan, skema penanganan arus kemacetan berupa one way sudah tiga kali dilakukan pada hari ini. Meski begitu, penerapannya tidak terlalu lama dilakukan karena kendaraan mulai normal kembali.

"Untuk hari ini tadi sudah tiga kali one way. durasinya tadi menentu, kadang 10 menit, kadang 15 menit kondisional, tergantung kondisi dikewilayahan," ujarnya.

Menurutnya, penerapan one way ini cukup efektif untuk mengurangi kepadatan agar kendaraan tidak mengular hingga terjadi kemacetan serius.

"Alhamdulillah cukup efektif, jadi membantu mengurangi kepadatan, khususnya yang di wilayah Bandung yang mau ke arah Garut. Awalnha padat kemudian diberlakukan one way alhamdulillah, menguras kendaraan yang dari arah Bandung ke arah Garut," kata dia.

Editorial Team