Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Polisi Tetapkan Tujuh Terduga Pelaku Perundungan SMAN 3 Tasikmalaya
Ilustrasi perundungan. IDN Times/Mardya Shakti
  • Polres Tasikmalaya Kota menetapkan tujuh siswa sebagai terduga pelaku perundungan terhadap siswa kelas 10 SMAN 3 Tasikmalaya, setelah menerima laporan dan memeriksa saksi.

  • Penyelidikan awal menyebut insiden dipicu kebiasaan senioritas setelah korban melanggar aturan sekolah; para senior diduga menampar korban saat bermaksud mengingatkan.

  • Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi meminta sekolah bertindak sesuai pakta integritas dan menugaskan Disdik Jabar menginvestigasi serta mengumumkan hasilnya secara objektif.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
24 September 2026

Dugaan perundungan yang melibatkan siswa kelas 10 dan kelas 12 SMAN 3 Tasikmalaya terjadi di luar lingkungan sekolah.

29 September 2026

Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi merespons kasus tersebut dan menugaskan Disdik Jawa Barat melakukan investigasi mendalam. Ia meminta hasil penelusuran diumumkan secara transparan kepada keluarga korban dan terduga pelaku.

1 Oktober 2026

Polres Tasikmalaya Kota menerima laporan resmi, memeriksa saksi serta berkoordinasi dengan sekolah dan UPTD Pendidikan. Polisi mengidentifikasi tujuh orang sebagai terduga pelaku dan masih mendalami kasus ini.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
  • What?
    Polres Tasikmalaya Kota menetapkan tujuh orang sebagai terduga pelaku dugaan perundungan terhadap siswa kelas 10 SMAN 3 Tasikmalaya, dengan informasi awal berupa tindakan penamparan.
  • Who?
    Tujuh siswa teridentifikasi sebagai terduga pelaku; korban merupakan siswa kelas 10 SMAN 3 Tasikmalaya. Polres Tasikmalaya Kota, sekolah, UPTD Pendidikan, dan Disdik Jawa Barat menangani penelusuran kasus.
  • Where?
    Peristiwa diduga terjadi di luar lingkungan SMAN 3 Tasikmalaya, Kota Tasikmalaya, Jawa Barat.
  • When?
    Insiden berlangsung pada Kamis, 24 September 2026. Polisi menyampaikan perkembangan pemeriksaan dan penetapan tujuh terduga pelaku pada Kamis, 1 Oktober 2026.
  • Why?
    Dugaan perundungan berawal dari kebiasaan senioritas setelah korban melakukan pelanggaran aturan sekolah dan telah ditindak pihak sekolah.
  • How?
    Senior awalnya bermaksud mengingatkan korban agar tidak mengulangi pelanggaran, tetapi tindakan mereka diduga tidak terukur. Polisi menerima laporan, memeriksa saksi, dan berkoordinasi dengan sekolah serta UPTD Pendidikan.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Polisi menemukan tujuh siswa yang diduga merundung anak kelas 10 di SMAN 3 Tasikmalaya. Kejadian ini bermula saat kakak kelas ingin mengingatkan anak itu karena melanggar aturan, tetapi ada dugaan tamparan. Polisi masih memeriksa saksi. Dinas Pendidikan Jawa Barat juga sedang mencari tahu apa yang terjadi.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Penanganan kasus ini menunjukkan respons institusional yang serius: polisi menerima laporan, memeriksa saksi, dan berkoordinasi dengan sekolah serta UPTD. Di tingkat provinsi, investigasi diarahkan berlangsung objektif, transparan, dan berimbang, sehingga kepentingan korban maupun para terduga pelaku tetap diperhatikan dalam pendalaman peristiwa.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Bandung, IDN Times - Polres Tasikmalaya Kota menetapkan tujuh orang sebagai terduga pelaku kasus dugaan perundungan yang menimpa seorang siswa kelas 10 di SMAN 3 Tasikmalaya. Polisi pun telah menerima laporan resmi terkait peristiwa perundungan tersebut.

Kasat Reskrim Polres Tasikmalaya Kota, AKP Januar Rangga Fardhela mengatakan, pihaknya telah memeriksa para saksi termasuk dengan pihak sekolah dan Unit Pelaksana Teknis Dinas (UPTD) Pendidikan setempat.

"Kami sudah menerima laporan dan melakukan pemeriksaan terhadap saksi-saksi. Termasuk berkoordinasi dengan pihak sekolah serta dinas terkait, dalam hal ini UPTD. Sampai saat ini kami masih melakukan pendalaman menyeluruh terkait peristiwa tersebut," ungkap AKP Januar Rangga Fardhela, pada Kamis (1/10/2026).

1. Motifnya budaya senioritas

ilustrasi perundungan (IDN Times/Novaya)

Berdasarkan hasil pemeriksaan awal, kepolisian telah mengidentifikasi sebanyak tujuh orang yang berstatus sebagai terduga pelaku dalam peristiwa tersebut. Peristiwa ini berawal dari praktik atau kebiasaan senioritas yang masih berlangsung di lingkungan sekolah.

"Motifnya diduga berasal dari salah satu tradisi atau kebiasaan senioritas di sekolah tersebut. Korban adalah anak kelas 10 yang saat itu melakukan pelanggaran dan sudah ditindak pihak sekolah," katanya.

2. Senior melakukan tindakan perundungan dengan penamparan

Ilustrasi perundungan. IDN Times/Sukma Shakti

Adapun kronologinya bermula ketika korban, seorang siswa kelas 10, melakukan pelanggaran aturan sekolah dan telah ditindak oleh pihak sekolah. Para siswa senior awalnya berniat mengingatkan korban agar tidak mengulangi kesalahan tersebut.

"Para seniornya awalnya bertujuan baik ingin mengingatkan, namun karena tindakannya tidak terukur akhirnya mengakibatkan dugaan aksi perundungan, dengan informasi awal berupa tindakan penamparan," kata dia.

3. Dedi Mulyadi sudah menyoroti perkara ini

Ilustrasi perundungan. IDN Times/Aditya Pratama

Sebelumnya, Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi alias KDM merespons kasus dugaan perundungan yang melibatkan siswa kelas 10 dan kelas 12 SMAN 3 Tasikmalaya. Insiden itu terjadi berlangsung di luar lingkungan sekolah pada Kamis, 24 September 2026.

KDM mengatakan, seluruh orangtua siswa sekolah menengah atas maupun kejuruan negeri di Jawa Barat telah menandatangani pakta integritas saat awal masuk sekolah.

"Kepala sekolah kami persilakan untuk melakukan tindakan sesuai dengan pakta integritas yang ditandatangani, jangan pernah ragu. Apabila ada hambatan, maka tinggal sampaikan kepada Gubernur," kata Dedi Mulyadi, Selasa (29/9/2026).

KDM juga telah menugaskan Dinas Pendidikan (Disdik) Jawa Barat untuk melakukan investigasi mendalam di lapangan untuk memastikan kebenaran peristiwa itu.

Ia menginstruksikan agar hasil penelusuran tim investigasi diumumkan secara transparan dan berimbang kepada pihak keluarga korban maupun pihak terduga pelaku.

"Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat telah melakukan investigatif dan saya memintanya untuk mengumumkan secara objektif kepada kedua belah pihak," kata dia.

Curated For You

Editorial Team

Related Article