Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Pilu Bocah 4 Tahun di Sukabumi Alami Gizi Buruk hingga Perut Membuncit
Bocah berusia 4 tahun alami gizi buruk di Sukabumi (IDN Times/Istimewa)
  • Adelia Amanda Putri, 4 tahun 11 bulan asal Sukabumi, mengalami gizi buruk dan anemia berat; beratnya 13,1 kg, perut membuncit, serta Hb turun hingga 8,2 gr/dL.
  • Pemeriksaan di RSUD Sekarwangi pada 27 Juli 2026 menemukan dugaan komplikasi pada paru-paru, jantung, dan ginjal, sehingga Adelia membutuhkan penanganan medis penuh.
  • Kendala BPJS dan data keluarga berstatus mampu sempat menahan perawatan; pemerintah setempat mengubah desil menjadi sangat miskin dan memproses BPJS PBI, sementara biaya darurat ditanggung dinas terkait.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Adelia, anak 4 tahun dari Sukabumi, sakit karena kurang gizi dan darahnya sangat sedikit. Perutnya besar, wajahnya pucat, dan tubuhnya lemah. Dokter juga melihat paru-paru, jantung, dan ginjalnya mungkin sakit. Sekarang Adelia dirawat di rumah sakit. Data keluarganya sudah dibetulkan supaya bisa dapat bantuan BPJS.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Respons cepat pemerintah kecamatan, desa, dan dinas terkait membuka jalan penting bagi Adelia untuk memperoleh perawatan medis penuh. Perbaikan data kesejahteraan serta penyelesaian dokumen dalam waktu singkat memungkinkan proses BPJS PBI berjalan, sementara pembiayaan darurat dan dukungan swadaya turut meringankan beban keluarga selama pendampingan di rumah sakit.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Sukabumi, IDN Times - Nasib pilu harus dialami Adelia Amanda Putri, bocah mungil berusia 4 tahun 11 bulan asal Kampung Mayak, Desa Bojongkembar, Kecamatan Cikembar, Kabupaten Sukabumi. Di usianya yang masih sangat belia, Adelia harus menahan sakit parah akibat mengidap gizi buruk, anemia akut, hingga dugaan komplikasi organ dalam.

Setelah sempat tertahan di rumah karena keterbatasan biaya dan kendala administrasi kependudukan, kondisi fisik balita ini terus merosot hingga akhirnya harus dievakuasi ke RSUD Sekarwangi, Cibadak.

Berikut deretan fakta pilu di balik perjuangan Adelia melawan penyakit komplikasi yang menggerogoti tubuhnya.

1. Fisik kian memprihatinkan, perut membuncit dan Hb merosot tajam

ilustrasi gizi buruk (pixabay.com/aamiraimer)

Penderitaan Adelia mulai terdeteksi saat sang ibu membawanya ke Puskesmas Cikembar pada 8 Juli 2026. Kala itu, kondisi fisiknya sangat memprihatinkan. Dengan berat badan yang hanya mencapai 13,1 kilogram dan tinggi 100 cm, rambut Adelia tampak kemerahan, wajahnya pucat pasi, serta perutnya membuncit keras.

Meski hasil tes laboratorium awal tidak menemukan indikasi TBC maupun cacingan, kadar Hemoglobin (Hb) Adelia tercatat amat rendah. Kondisinya semakin kritis saat kontrol ulang pada 20 Juli 2026, di mana kadar Hb-nya makin anjlok ke angka 8,2 gr/dL dan perutnya kian membesar.

2. Vonis medis: Tak hanya gizi buruk, tapi diduga komplikasi organ

Bocah berusia 4 tahun alami gizi buruk di Sukabumi (IDN Times/Istimewa)

Setibanya di RSUD Sekarwangi pada Senin (27/7/2026), tim dokter menemukan fakta medis yang jauh lebih berat dari dugaan awal. Adelia tidak hanya berjuang melawan gizi buruk dan anemia berat.

Hasil pemeriksaan mendalam menunjukkan adanya indikasi gangguan komplikasi yang menyerang sejumlah organ vital di dalam tubuhnya, meliputi paru-paru, jantung, hingga ginjal.

3. Sempat tertahan di rumah akibat terbentur status "Keluarga Mampu"

Ilustrasi Rumah Sakit Karena Dampak Mikroplastik (pexels.com/plxabay)

Di tengah jeratan penyakit berat, penderitaan Adelia sempat terkendala lebih lama karena masalah administrasi. Keluarga miskin ini tidak memiliki BPJS Kesehatan dan belum mengantongi dokumen kependudukan yang valid.

Lebih ironisnya lagi, pada Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS), keluarga Adelia justru tercatat masuk dalam Desil 7 (kategori mampu). Status yang tidak sesuai kenyataan ini sempat memblokir hak Adelia untuk mendapatkan bantuan jaminan kesehatan BPJS PBI dari pemerintah.

4. Perjuangan maraton ubah data demi selamatkan nyawa sang bocah

ilustrasi anak mengidap gizi buruk (pexels.com/Lagos Food Bank Initiative)

Melihat kondisi Adelia yang semakin terdesak, jajaran Pemerintah Kecamatan Cikembar bersama Pemdes Bojongkembar bergerak cepat meretas ganjalan tersebut. Dalam kurun kurang dari seminggu, dokumen kependudukan diselesaikan dan data ekonomi keluarga Adelia di Dinsos berhasil diperbaiki.

"Alhamdulillah, data desil keluarga yang tadinya Desil 7 berhasil kita ubah menjadi Desil 1 (sangat miskin). Perubahan desil ini menjadi kunci legalitas bagi kami untuk memproses kepesertaan BPJS PBI mereka," ujar Sekmat Cikembar, Lenni Nurlilah, Jumat (31/7/2026).

5. Menanti kesembuhan Adelia di ruang perawatan

Bocah berusia 4 tahun alami gizi buruk di Sukabumi (IDN Times/Istimewa)

Kini Adelia sudah berada di penanganan medis skala penuh RSUD Sekarwangi Cibadak. Sambil menunggu kartu BPJS PBI aktif secara resmi pada 1 Agustus 2026, pembiayaan darurat ditanggulangi oleh dinas terkait.

Bahkan, demi membantu operasional dan kebutuhan makan sehari-hari orang tua Adelia selama menjaga anak di rumah sakit, pihak Kecamatan dan Desa Bojongkembar berinisiatif patungan secara swadaya.

"Fokus kami saat ini adalah memastikan Adelia mendapatkan pengobatan terbaik hingga sembuh total. Kami mohon doa dan dukungan dari seluruh pihak," pungkas Lenni.

Editorial Team

Related Article