Ilustrasi pekerja migran Indonesia. (Dok. KP2MI)
Beti awalnya berangkat merantau ke Arab Saudi pada tahun 2000 selepas menamatkan pendidikan tingkat Aliyah dengan berbekal restu keluarga melalui sponsor resmi di Cisaat. Nahas, impian untuk memperbaiki taraf hidup keluarga justru berubah menjadi petaka ketika komunikasi antara Beti dan pihak keluarga di kampung halaman terputus total selama puluhan tahun hingga baru menemukan titik terang pada rentang tahun 2024–2025 berkat bantuan sesama pekerja asal Bekasi.
"Dari situ sampai tahun 2024, tidak ada kabar sedikit pun. Surat atau apa gak ada, kan dulu belum ada telepon. Kami menganggap, orangtua atau keluarga di sini tuh udah, ya udah meninggal lah atau apa, karena nggak ada kabar," ujar Lukas kepada IDN Times, Rabu (16/9/2026) malam.