Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Pilu Beti, 26 Tahun jadi PMI di Riyadh Tak Digaji hingga Ditahan Majikan
Ilustrasi TPPO. (IDN Times/Mardya Shakti)
  • Beti Sri Wahyuni, PMI asal Sukabumi, telah bekerja di Riyadh sejak 2000 dan terputus komunikasi dengan keluarganya selama lebih dari dua dekade.
  • Selama menjadi asisten rumah tangga, Beti mengaku hampir tidak menerima gaji, paspornya kedaluwarsa, serta tidak memiliki iqamah atau izin tinggal resmi.
  • Keinginan pulang Beti dihalangi majikan hingga ia membuat video permohonan bantuan; keluarga dan SBMI menyerahkan dokumen, sementara kasusnya diproses dan diperhatikan KBRI.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Sukabumi, IDN Times - Jalan panjang penuh penderitaan harus dilalui oleh Beti Sri Wahyuni (43 tahun), seorang Pekerja Migran Indonesia (PMI) asal Desa Lebaksiuh, Kecamatan Kadudampit, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat.

Sudah lebih dari dua dekade atau tepatnya 26 tahun ia terkatung-katung di Riyadh, Arab Saudi, tanpa kepastian gaji maupun kebebasan untuk kembali ke pelukan keluarga.

1. Berangkat demi ubah nasib, komunikasi terputus selama dua dekade

Ilustrasi pekerja migran Indonesia. (Dok. KP2MI)

Beti awalnya berangkat merantau ke Arab Saudi pada tahun 2000 selepas menamatkan pendidikan tingkat Aliyah dengan berbekal restu keluarga melalui sponsor resmi di Cisaat. Nahas, impian untuk memperbaiki taraf hidup keluarga justru berubah menjadi petaka ketika komunikasi antara Beti dan pihak keluarga di kampung halaman terputus total selama puluhan tahun hingga baru menemukan titik terang pada rentang tahun 2024–2025 berkat bantuan sesama pekerja asal Bekasi.

"Dari situ sampai tahun 2024, tidak ada kabar sedikit pun. Surat atau apa gak ada, kan dulu belum ada telepon. Kami menganggap, orangtua atau keluarga di sini tuh udah, ya udah meninggal lah atau apa, karena nggak ada kabar," ujar Lukas kepada IDN Times, Rabu (16/9/2026) malam.

2. Banting tulang tak dapat hak gaji dan izin tinggal

Ilustrasi pekerja migran Indonesia (Foto: IDN Times)

Selama bekerja sebagai asisten rumah tangga di Riyadh, Beti tidak mengalami kekerasan fisik dari majikannya, namun ia harus menanggung derita akibat hak finansial dan kebebasannya yang dirampas. Upah bulanan nyaris tidak pernah diterimanya secara utuh, sementara paspornya dibiarkan mati dan ia tidak pernah dibuatkan iqamah (izin tinggal resmi).

"Dulu pernah satu kali katanya dapat gaji satu bulan, tapi dipinjam lagi, diambil lagi sama majikannya. Ya sama saja nggak ada," tuturnya.

3. Keinginan pulang dihalangi majikan hingga buat video jeritan hati

Ilustrasi pekerja migran Indonesia

Meski majikan lamanya telah meninggal dunia dan tanggung jawab berpindah kepada anak sang majikan, asa Beti untuk pulang terus bertepuk sebelah tangan karena ia dilarang keluar rumah serta diisolasi dari komunikasi luar. Merasa sudah tidak tahan dengan situasi tersebut, Beti akhirnya nekat merekam video jeritan hatinya yang kemudian viral demi mencari pertolongan pemerintah.

"Assalamualaikum, saya Beti dari Sukabumi. Saya sudah 26 tahun (bekerja) selama ini saya tidak dapat gaji dan tidak boleh berkomunikasi dengan keluarga. Saya ingin pulang, tolong bantuannya kepada pemerintah," ucap Beti dalam video tersebut.

4. Keluarga gantungkan harapan ke KBRI

Ilustrasi KBRI Riyadh di Arab Saudi (Dokumentasi KBRI Riyadh Arab Saudi)

Menghadapi jalan buntu lantaran sponsor lokal di tanah air lepas tangan, pihak keluarga bersama relawan kemanusiaan dari Serikat Buruh Migran Indonesia (SBMI) Sukabumi tidak tinggal diam dan telah menempuh jalur formal. Seluruh dokumen kependudukan hingga data penanggung jawab di Arab Saudi telah diserahkan agar negara turun tangan menyelamatkan Beti.

"Kami dari keluarga sangat berharap adik saya ini bisa segera dipulangkan ke Sukabumi," kata Lukas.

"Alhamdulillah berkat bantuan dan doanya dari semua pihak, sekarang Beti (adikku) sekarang sedang di proses dan jadi perhatian khusus pihak KBRI. Semoga lancar urusannya, terima kasih," katanya.

Curated For You

Editorial Team

Related Article