Bandung, IDN Times - Pengeroposan tulang atau osteoporosis sering dianggap sebagai masalah kesehatan yang baru muncul ketika seseorang memasuki usia lanjut. Padahal, hal tersebut bisa juga menerpa anak-anak muda jika tidak menjaga kesehatan tulang sebaik mungkin.
Bahaya osteoporosis terletak pada gejalanya yang kerap tidak terlihat. Seseorang bisa saja merasa sehat, tetapi baru mengetahui tulangnya mengalami pengeroposan setelah mengalami patah tulang.
Ketua Umum Perkumpulan Warga Tulang Sehat Indonesia (Perwatusi), Anita A. Hutagalung mengatakan, menjaga kesehatan tulang tidak seharusnya menunggu hingga usia tua. Edukasi mengenai osteoporosis perlu diberikan sejak masa kanak-kanak hingga usia produktif.
"Ini bukan sekadar gerakan, tapi komitmen dan panggilan bagi kita semua untuk bergerak bersama," kata Anita di Gedung TP PKK Jawa Barat, Kota Bandung, Sabtu (24/10/2026).
