Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

Perusahaan Tunggak THR, KADIN: Tak Semua Usaha Berjalan Baik

Perusahaan Tunggak THR, KADIN: Tak Semua Usaha Berjalan Baik
IDN Times/Debbie Sutrisno
Share Article

Bandung, IDN Times - Penunggakan tunjangan hari raya (THR) diduga akan terjadi meski imbauan pemerintah mewajibkan seluruh karyawan mendapatkanya. Terkait hal tersebut, Ketua Kamar Dagang dan Industri Indonesia (Kadin), Arsjad Rasjid menuturkan bahwa perekonomian saat ini memang belum membaik seutuhnya. Itu membuat tidak semua perusahaan mempunyai cukup dana untuk membayar THR tepat waktu.

"Intinya memang semua harus bertanggung jawab. Tapi kan ga semua perusahaan berjalan baik. Dengan sendirinya ada perusahaan yang tidak berjalan baik," kata Arsjad ditemui pada pelatihan ribuan UMKM di Bandung, Jumat (14/3/2023).

1. Komunikasikan kondisi perusahaan dengan karyawan

ilustrasi memberi uang. (pexels.com/cottonbro studio)
ilustrasi memberi uang. (pexels.com/cottonbro studio)

Meski demikian, THR tetap wajib dibayarkan oleh perusahaan meskipun terlambat. Untuk mengantisipasi keributan di perusahaan, pihak manajemen harus bisa berkomunikasi dan mencari solusi terbaik.

Sebab tidak ada perusahaan yang ingin bangkrut di tengah peralihan dari pandemik ke endemik. Harapannya para karyawan pun bisa mengetahui kondisi tersebut.

"Kalau bisa dikomunikasikan inginya bersama-sama seperti apa. Yang jadi ribut ini karena tidak ada komunikasi." ungkapnya.

2. Jangan sampai perusahaan merugi

debtwave.org
debtwave.org

Arsjad pun meminta perusahaan betul-betul menghitung kondisi perusahaannya saat ini. Jangan sampai langkah yang mereka lakukan justru membuat perusahaan merugi atau sampai tutup seluruhnya.

"Kita juga tidak mau ada perusahaan yang bangkrut," kata dia.

3. KADIN berikan pelatihan pada 2.700 UMKM

IDN Times/Istimewa
IDN Times/Istimewa

Sementara itu, dalam kegiatan di Bandung, KADIN turut serta memberikan pelatihan kepada ribuan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Dia menuturkan kegiatan pelatihan ini dilakukan di berbagai daerah. Dan Bandung menjadi kota kedua setelah Surabaya.

Khusus di Bandung pelatihan yang dilakukan adalah Cathering Academy. UMKM dilatih agar bisa menghasilkan produk bagus dan mempunyai cara penjualan secara digital yang baik.

"Dari berjualan ini mereka diharap bisa naik kelas. Dari ga ngerti cara berjualan sekarang ngerti gimana pakai cara online atau lewat marketplace. Sehingga ke depan UMKM ini bisa membuat usaha katering yang besar," ujarnya.

Share Article
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Yogi Pasha
Debbie Sutrisno
Yogi Pasha
EditorYogi Pasha

Latest News Jawa Barat

See More

Dua Pelaku Begal Ponsel Ditangkap Saat Melancarkan Aksinya

09 Jun 2026, 19:37 WIBNews