Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Perapihan Kabel di Bandung Terus Digenjot Meski Operator Belum Siap
Petugas memotong kabel udara di kawasan Jalan Merdeka, Kota Bandung. (IDN Times/Yogi Pasha)
  • Pemkot Bandung tetap lanjutkan penertiban kabel udara demi kerapian kota, namun pemotongan di Jalan Asia Afrika ditunda karena sebagian operator belum siap pindah ke jaringan bawah tanah.
  • Dari 39 operator yang terdata, baru 18 siap memindahkan layanan, sementara 21 lainnya masih menyiapkan sistem cadangan agar tidak terjadi gangguan koneksi saat pemotongan dilakukan.
  • Pemerintah hanya akan memotong kabel di titik yang sudah aman dan memiliki backup aktif, memastikan layanan publik seperti perbankan dan sistem pendidikan tetap berjalan normal tanpa jeda.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Bandung, IDN Times - Pemkot Bandung memastikan pemotongan kabel utilitas udara di sejumlah ruas jalan Kota Bandung tetap dilanjutkan. Namun, khusus untuk jalur Jalan Asia Afrika, proses pemotongan sementara ditunda karena sebagian operator belum siap memindahkan layanan ke jaringan cadangan bawah tanah.

Farhan mengatakan, pemerintah tetap berkomitmen menertibkan kabel utilitas semrawut demi mempercantik wajah kota dan menegakkan aturan. Meski begitu, dia menegaskan proses pemotongan tidak boleh sampai mengganggu pelayanan publik.

“Kalau kami sebagai regulator, yang pasti tetap akan melakukan pemotongan. Namun dalam pelaksanaannya kita harus mempertimbangkan dampaknya. Jangan sampai terjadi gangguan pelayanan publik atau blackout layanan,” kata Farhan, Selasa (2/6/2026).

1. Pemotongan kabel tak ganggu layanan publik

Petugas memotong kabel udara di kawasan Jalan Merdeka, Kota Bandung. (IDN Times/Yogi Pasha)

Farhan menjelaskan, pemotongan kabel di jalur kedua dipastikan aman dilakukan karena sistem cadangan atau backup sudah disiapkan. Menurut dia, pemerintah tidak ingin pemotongan justru memicu gangguan layanan penting bagi masyarakat.

Dia mengaku telah meminta seluruh pihak terkait, mulai dari APJATEL, APJI, operator internet provider hingga PT BII untuk segera menyepakati waktu kesiapan pemotongan kabel di kawasan Asia Afrika.

“Semua sudah memiliki backup. Jadi begitu kabel dipotong, sistem langsung beralih ke jaringan bawah tanah yang sudah disiapkan,” ujarnya.

Farhan juga memastikan layanan internet tidak boleh mengalami jeda saat proses pemotongan berlangsung.

“Di sini tidak boleh ada jeda. Harus langsung normal. Langsung menyala kembali,” katanya.

2. Sebanyak 21 operator disebut belum siap pindah jaringan

Petugas memotong kabel udara di kawasan Jalan Merdeka, Kota Bandung. (IDN Times/Yogi Pasha)

Menurut Farhan, penundaan pemotongan kabel di kawasan Asia Afrika bukan disebabkan adanya penolakan dari operator. Persoalan utama berada pada kesiapan teknis jaringan cadangan.

Dari total 39 operator yang terdata, baru 18 operator yang dinyatakan siap. Artinya, masih ada 21 operator yang belum siap melakukan perpindahan layanan.

“Secara teknis mereka belum siap. Saya bilang, kalau memang belum siap, seharusnya disampaikan sejak awal,” ucapnya.

Farhan mengaku sudah menyampaikan persoalan kabel utilitas sejak dirinya mendapat amanah sebagai wali kota terpilih pada Desember 2024. Bahkan, pemotongan kabel di kawasan Buah Batu pada Januari lalu disebut berjalan lancar tanpa gangguan berarti.

Karena itu, dia menilai para operator seharusnya sudah memiliki cukup waktu untuk menyiapkan sistem cadangan.

3. Pemotongan dilakukan di titik aman

Petugas memotong kabel udara di kawasan Jalan Merdeka, Kota Bandung. (IDN Times/Yogi Pasha)

Farhan menegaskan, pemerintah tidak ingin gegabah melakukan pemotongan sebelum seluruh sistem cadangan benar-benar siap. Sebab, ada sejumlah layanan vital yang harus tetap berjalan normal.

Dia menyebut layanan perbankan hingga jaringan online Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) menjadi perhatian utama dalam proses penertiban kabel utilitas tersebut.

“Yang menjadi perhatian adalah kesiapan sistem cadangan. Kita tidak ingin asal memotong lalu ternyata pelayanan publik terganggu,” katanya.

Menurut Farhan, sedikit saja gangguan koneksi internet bisa menimbulkan persoalan besar bagi masyarakat maupun pelayanan pemerintah.

“Kalau menyangkut koneksi internet, ketidaksiapan sedikit saja bisa menimbulkan masalah besar dan mengganggu pelayanan publik,” ujarnya.

Meski masih menunggu kesiapan sebagian operator, Farhan memastikan pemotongan kabel di titik yang sudah aman tetap dilakukan. Dia bahkan langsung memimpin proses pemotongan setelah menerima konfirmasi kesiapan sistem backup dari Grup Telkom dan Diskominfo Kota Bandung.

Farhan menambahkan, pemerintah masih menunggu laporan terkait titik-titik lain yang siap dilakukan penertiban. Namun dia menegaskan, kesiapan backup tetap menjadi syarat utama sebelum pemotongan dilakukan.

“Kalau soal penegakan peraturan tentu akan kita prioritaskan. Tetapi yang lebih penting adalah dampak dari penegakan aturan tersebut. Jangan sampai pelayanan publik terganggu,” katanya.

Editorial Team

Related Article