Bandung, IDN Times - Pengamat tata kota dari Institut Teknologi Bandung (ITB) Frans Ari Prasetyo ikut menyoroti rencana Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, yang ingin menyatukan akses Gedung Sate dan Lapangan Gasibu. Hal ini nantinya bisa menghilangkan sebagian akses Jalan Dipenogoro yang selama ini menjadi salah satu jalan utama masyarakat dalam beraktivitas.
Dia menuturkan, penyatuan akses tersebut tidak diperlukan. Sebab, tidak ada urgensi tertentu yang kemudian membuat kedua fasilitas itu harus disatukan dan menghilangkan sebagian akses jalan. Terlebih kedua tempat ini merupakan entitas berbeda dengan sejarah masing-masing.
"Walaupun dalam kawasan yang sama, tapi Gedung Sate dan Gasibu itu memiliki sejarah masing-masing. Dan memang tidak ada urgensi apapun dalam menyatukan kedua tempat tersebut," kata dia saat dihubungi, Jumat (17/4/2026).
