Bandung, IDN Times - Pemerhati pendidikan turut menyoroti langkah Pemerintah Provinsi Jawa Barat menggandeng 751 sekolah swasta untuk menampung sekitar 77 ribu calon murid yang tidak tertampung di SMA dan SMK negeri. Mereka menilai sekolah yang akan menampung murid tersebut SMA dan SMK bukan elite.
Seperti disampaikan Ketua Persatuan Purnabakti Pendidik Indonesia (P3I) Jawa Barat Iwan Hermawan. Dia mengatakan, persoalan pendidikan bukan hanya tersedianya kursi sekolah, melainkan juga kualitas layanan pendidikan yang akan diterima siswa.
Di sisi lain, sekolah swasta unggulan umumnya sudah lebih dulu menerima peserta didik dan kuotanya telah terpenuhi sebelum program kerja sama dengan pemerintah dijalankan.
"Untuk sekolah swasta elite sudah penuh. Karena mereka sebelumnya sudah menerima. Jadi banyak sekolah-sekolah SMA yang tidak kebagian siswa setiap tahun senang (ada program ini), tapi kualitas sekolahnya ya sekolah yang alit (kecil) gitu," kata Iwan, Rabu (17/6/2026).
