Optimalkan PAD, Pemprov Jabar Bakal Negosiasi Ulang ke Penyewa Aset

- Pemprov Jabar akan negosiasi ulang dengan penyewa aset untuk maksimalkan pendapatan daerah.
- Gubernur Dedi Mulyadi meminta evaluasi aset secara menyeluruh dan renegosiasi untuk nilai tambah yang signifikan.
- Strategi ini dilakukan untuk meningkatkan pendapatan daerah di tengah berkurangnya Transfer Keuangan Daerah (TKD) dari pusat.
Bandung, IDN Times - Pemerintah Provinsi Jawa Barat berencana melakukan negosiasi ulang terhadap pihak ketiga yang menyewa aset pemerintah. Hal ini dilakukan untuk memaksimalkan pendapatan daerah yang sebelumnya belum optimal.
Sekda Jabar Herman Suryatman mengatakan, langka untuk negosiasi ulang ini akan diawali dengan evaluasi secara menyeluruh, termasuk aset milik BUMD Jabar yang dikerjasamakan dengan berbagai pihak
"Pak Gubernur (Dedi Mulyadi) minta dievaluasi semua dan dilakukan renegosiasi, agar memberikan nilai tambah yang signifikan," kata Herman, Selasa (20/1/2026).
1. Tetap diutamakan propesionalitas

Herman menjelaskan, Gubernur Dedi Mulyadi meminta pihaknya melakukan penataan aset sekaligus optimalisasi tanpa melanggar aturan yang ada. Sehingga, semuanya bisa diketahui secara pasti mana saja yang bisa ditingkatkan untuk pendapatannya.
"Beliau meminta dilakukan secara profesional dengan mengedepankan azas umum pemerintahan yang baik," katanya.
Herman mengaku strategi melirik aset harus dilakukan ditengah berkurangnya Transfer Keuangan Daerah (TKD) dari pusat.
"Optimasi pengelolaan aset daerah diharapkan dapat memberikan kontribusi bagi peningkatan pendapatan daerah," katanya.
2. Gubernur minta seluruh aset dievaluasi

Sementara, Kepala Badan Pengelolaan Aset dan Keuangan Daerah (BPKAD) Jabar Norman Nugraha mengatakan gubernur meminta dilakukan evaluasi seluruh aset Pemprov, baik yang dikerjasamakan maupun yang disewakan.
"Intinya beliau menyampaikan bahwa seluruh aset Pemprov ini harus dievaluasi, seperti itu. Secepatnya," kata Norman di Gedung Pakuan, Bandung, Selasa (20/1/2026).
Norman menyampaikan, nantinya Sekda Jabar akan membentuk tim penataan aset guna mendata dan menindaklanjuti arahan gubernur. Dia menegaskan salah satu yang dibidik dari urusan aset ini adalah optimalisasi pendapatan.
"Iya dievaluasi. Dievaluasi Semuanya. Salah satunya ya nilai sewa. Selain penertiban ya intinya optimalisasi pendapatan kita juga," ujarnya.
3. Belum diketahui total nilai aset yang disewakan

Mengenai berapa sumber pendapatan asli daerah yang bisa diraih dari penataan ini, Norman belum bisa membeberkan secara pasti karena masih menunggu hasil evaluasi.
"Belum ada kalau untuk nominalnya ya. Karena kita kan harus-harus melihat secara (utuh). Pokoknya semua aset Pemprov yang dikerjasamakan maupun yang disewakan dievaluasi, intinya seperti itu," katanya.
Adapun aset dengan nilai besar yang sudah dikerjasamakan dengan pihak swasta antara lain Hotel Pullman dan Ibis di kawasan Gasibu, lapangan golf dan hotel Bandung Giri Gahana di Sumedang, lapangan golf Arcamanik dan Pondok Wisata Pangandaran.
"Untuk yang dikerjasamakan kan yang besar ada empat ya," ujarnya.

















