ilustrasi orang hilang arah (pexels.com/Mohammad Ubaid)
Sementara itu, Head of Secretary and Public Relations Telkom University, Roosdiana Noor Rochmah, membenarkan bahwa Nadhira merupakan mahasiswi aktif di kampus mereka dan keberadaannya belum diketahui hingga saat ini.
Roosdiana menjelaskan, berdasarkan hasil komunikasi dengan pihak keluarga, kronologi hilangnya mahasiswi angkatan 2025 tersebut bermula ketika ia berpamitan untuk pergi ke kampus.
"Pada Selasa, 30 Juni sekitar pukul 10.00 WIB, yang bersangkutan berpamitan kepada orang tuanya untuk berangkat ke kampus menggunakan layanan ojek online," kata Roosdiana.
Namun, selang beberapa jam kemudian, pihak keluarga mulai kehilangan kontak dengan Nadhira. Nomor telepon seluler Nadhira pun mendadak tidak bisa dihubungi sejak pukul 12.00 WIB di hari yang sama. Lantaran tak kunjung pulang dan tanpa kabar, orang tua Nadhira lantas mendatangi kampus pada Kamis (2/7/2026).
Kedatangan mereka diterima langsung oleh pihak Direktorat Kemahasiswaan, Karier, dan Alumni (Ditmawa/KKA) untuk berkoordinasi. "Orang tua Nadhira telah bertemu dengan Ditmawa/KKA untuk berkoordinasi terkait informasi pendukung dalam rangka penelusuran saudari Nadhira," ucapnya.
Ia menegaskan, manajemen Telkom University begerak cepat dengan menjalin komunikasi bersama keluarga, serta aparat berwenang demi memastikan proses pencarian berjalan maksimal.
Roosdiana juga mengimbau seluruh sivitas akademika dan masyarakat luas untuk bantu menyebarkan informasi kehilangan ini. Namun, dengan tetap menjaga ruang privasi keluarga.
"Kami mengajak seluruh sivitas akademika Telkom University dan masyarakat untuk turut membantu menyebarluaskan informasi ini dengan tetap mengedepankan etika, menghormati privasi keluarga, serta tidak menyebarkan informasi yang belum dapat dipastikan kebenarannya," pungkasnya