Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Minat Aset yang Ditokenisasi Meningkat, Transparansi Jadi Sorotan
ilustrasi blockchain (pexels.com/Morthy Jameson)
  • Tokenisasi aset dunia nyata (RWA) makin diminati karena memudahkan akses investasi lewat blockchain, namun isu transparansi dan kepercayaan terhadap aset dasar jadi perhatian utama industri.
  • Platform Reality yang didukung Bitget menerapkan Proof of Reserves dengan audit independen dan kustodian teregulasi untuk memastikan setiap token benar-benar didukung aset riil.
  • Pasar RWA diproyeksikan tumbuh pesat hingga triliunan dolar pada 2030, dengan lebih dari 500 saham dan ETF AS telah ditokenisasi serta total AUM Reality melampaui USD100 juta.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Bandung, IDN Times - Perkembangan teknologi blockchain terus menghadirkan inovasi baru di sektor keuangan. Salah satu yang kini mendapat perhatian adalah tokenisasi aset dunia nyata atau Real World Assets (RWA), yang memungkinkan berbagai instrumen keuangan diperdagangkan dalam bentuk token digital.

Melalui mekanisme tersebut, investor dapat mengakses berbagai aset, mulai dari saham hingga exchange traded fund (ETF), dengan cara yang lebih mudah melalui teknologi blockchain. Tren ini pun dinilai membuka peluang investasi yang semakin luas.

Namun, di balik pertumbuhan pasar tokenisasi, muncul tantangan baru terkait kepercayaan. Investor membutuhkan kepastian bahwa setiap aset digital yang diperdagangkan benar-benar memiliki aset dasar yang sesuai dengan klaim penerbitnya.

Kebutuhan akan transparansi semakin mengemuka seiring proyeksi pertumbuhan pasar RWA. Laporan McKinsey & Company memperkirakan nilai aset keuangan yang ditokenisasi dapat mendekati USD2 triliun pada 2030, bahkan berpotensi mencapai sekitar USD4 triliun dalam skenario yang lebih optimistis.

1. Transparansi cadangan dinilai menjadi fondasi kepercayaan

Ilustrasi Transparansi dan Efisiensi (google/dewanstudio)

Seiring meningkatnya adopsi tokenisasi aset, pelaku industri menilai keberadaan mekanisme verifikasi cadangan atau Proof of Reserves (PoR) menjadi aspek penting untuk memastikan setiap token benar-benar didukung oleh aset yang mendasarinya.

"Setiap exchange ingin berfokus pada penyediaan saham yang ditokenisasi, tetapi mereka mengabaikan pentingnya keamanan dan stabilitas, terutama terkait proof of reserves yang transparan," ujar CEO Bitget, Gracy Chen, dalam siaran pers yang diterima IDN Times, Selasa (21/7/2026).

Menurutnya, transparansi tidak hanya berkaitan dengan keberadaan aset dasar, tetapi juga meliputi pihak kustodian, proses audit independen, hingga sistem verifikasi yang dapat diakses publik. Hal tersebut dinilai menjadi fondasi penting dalam membangun kepercayaan investor terhadap produk tokenisasi.

2. Proof of reserves mulai diterapkan pada aset tokenisasi

ilustrasi token crypto (freepik.com/master1305)

Menjawab kebutuhan tersebut, Reality, platform penerbit aset dunia nyata (RWA) teregulasi yang didukung Bitget, merilis laporan Proof of Reserves yang mencakup seluruh portofolio rToken, termasuk saham dan ETF Amerika Serikat yang telah ditokenisasi.

"Reality dengan rToken saat ini memiliki likuiditas terbesar untuk saham berbentuk token di kripto, yang terhubung dengan NASDAQ-NYSE. Tujuan utama kami adalah menjaga kepercayaan pengguna kami dan menghadirkan produk-produk yang kredibel," kata Gracy.

Cadangan aset dalam laporan tersebut diverifikasi secara independen oleh The Network Firm, sedangkan sekuritas dasarnya disimpan melalui Alpaca Securities LLC, broker-dealer yang terdaftar di FINRA dan dilindungi oleh SIPC. Pendekatan ini diharapkan dapat memberikan jaminan bahwa aset digital yang diterbitkan memiliki dukungan aset yang jelas.

3. Tokenisasi aset diproyeksikan terus berkembang

Ilustrasi Blockchain (pexels.com)

Penerapan proof of reserves menjadi salah satu upaya industri dalam meningkatkan transparansi di tengah pesatnya pertumbuhan pasar RWA. Verifikasi independen, penggunaan kustodian teregulasi, serta pencatatan data secara on-chain dinilai mampu meningkatkan visibilitas terhadap aset yang menjadi dasar penerbitan token.

"Penerbitan laporan proof of reserves tersebut menjadi bagian dari upaya meningkatkan transparansi di tengah maraknya tokenisasi aset dunia nyata (RWA)."

Hingga kini, Reality telah menerbitkan lebih dari 500 saham dan ETF Amerika Serikat dalam bentuk token, termasuk saham perusahaan seperti SpaceX, Tesla, dan NVIDIA. Total aset kelolaan (assets under management/AUM) platform tersebut juga telah melampaui USD100 juta, menunjukkan meningkatnya minat terhadap ekosistem investasi berbasis tokenisasi.

Curated For You

Editorial Team

Related Article