Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Masih Banyak Kursi Kosong SMA-SMK Negeri, SPMB Jabar non-Maung Dibuka
Gubernur Jabar, Dedi Mulyadi (IDN Times/Azzis Zulkhairil)
  • Pemerintah Provinsi Jawa Barat membuka SPMB tahap dua pada 15 Juni–14 Juli 2026 untuk mengisi kursi kosong di SMA dan SMK negeri setelah pelaksanaan SPMB Maung sebelumnya.
  • Gubernur Dedi Mulyadi menegaskan proses pendaftaran kini lebih mudah karena data siswa sudah tersimpan, serta mengimbau orang tua tidak panik dan memanfaatkan sekolah yang masih memiliki kuota.
  • Dedi juga memperkenalkan opsi SMA Terbuka dan kerja sama dengan 700 sekolah swasta melalui program Beasiswa Pancawaluya agar semua siswa tetap bisa bersekolah tanpa biaya tambahan.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
15 Juni hingga 14 Juli 2026

Pemerintah Provinsi Jawa Barat membuka SPMB tahap dua untuk SMA dan SMK negeri. Pendaftaran dilakukan secara daring melalui sistem yang telah disiapkan.

16 Juni 2026

Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menjelaskan kemudahan proses pendaftaran SPMB dan menegaskan bahwa data siswa sudah terdaftar di sistem. Ia juga mengimbau orang tua agar tidak panik menghadapi SPMB 2026.

kini

Pemerintah Provinsi Jawa Barat bekerja sama dengan sekitar 700 sekolah swasta melalui program Beasiswa Pancawaluya agar siswa tetap dapat bersekolah tanpa biaya, baik di sekolah negeri maupun swasta mitra.

Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
  • What?
    Pemerintah Provinsi Jawa Barat membuka tahap kedua Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) non-Maung untuk SMA dan SMK negeri karena masih banyak kursi kosong di sejumlah sekolah.
  • Who?
    Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi bersama Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat menjadi pihak yang mengumumkan dan menjalankan pembukaan SPMB tahap dua ini.
  • Where?
    Kegiatan pendaftaran berlangsung di seluruh wilayah Jawa Barat melalui sistem daring aplikasi SPMB serta mencakup sekolah negeri dan swasta mitra pemerintah provinsi.
  • When?
    Pendaftaran SPMB tahap dua dibuka mulai 15 Juni hingga 14 Juli 2026, dengan pengumuman disampaikan pada Selasa, 16 Juni 2026.
  • Why?
    Tahap kedua dibuka karena masih terdapat banyak sekolah negeri yang belum memenuhi kuota peserta didik baru setelah pelaksanaan SPMB Maung sebelumnya.
  • How?
    Pendaftaran dilakukan secara online melalui aplikasi SPMB dengan mengikuti petunjuk teknis, memanfaatkan data siswa yang sudah terdaftar, serta dukungan program Beasiswa Pancawaluya bagi sekolah mitra swasta.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Banyak kursi sekolah SMA dan SMK di Jawa Barat masih kosong, jadi Pak Gubernur Dedi bilang pendaftaran dibuka lagi dari 15 Juni sampai 14 Juli 2026. Orang tua tidak perlu panik karena daftar sekarang gampang lewat aplikasi. Kalau sekolah penuh, bisa pilih sekolah lain atau sekolah penyangga. Ada juga SMA Terbuka buat anak yang susah datang tiap hari. Kalau belum dapat sekolah negeri, bisa ke sekolah swasta yang kerja sama dengan pemerintah dan ada beasiswa supaya gratis.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Pembukaan SPMB tahap dua di Jawa Barat menunjukkan komitmen pemerintah untuk memastikan setiap anak mendapat kesempatan bersekolah. Dengan sistem pendaftaran yang lebih sederhana, ketersediaan kursi di sekolah negeri, serta dukungan bagi sekolah swasta melalui Beasiswa Pancawaluya, proses ini mencerminkan upaya nyata menghadirkan akses pendidikan yang merata dan inklusif bagi seluruh siswa.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Bandung, IDN Times - Pemerintah Provinsi Jawa Barat membuka Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) tahap dua dari 15 Juni hingga 14 Juli 2026. Gelaran ini dilakukan setelah sebelumnya dilakukan SPMB Sekolah Manusia Unggul (Maung) di 41 SMA dan SMK negeri, dan juga Pemetaan Calon Murid Baru (PCMB).

Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi meminta agar para orang tua calon peserta didik baru tidak panik menghadapi SPMB 2026. Dia memastikan pendaftaran telah dibuka dan lebih sederhana.

Dedi menyebutkan, orang tua tidak perlu lagi repot melakukan proses pendaftaran dari awal karena data siswa yang akan masuk SMA dan SMK telah terdaftar dalam sistem sebelumnya.

"Tidak usah lagi repot untuk daftar karena hari ini SPMB dibuka tanggal 15 Juni sampai 14 Juli 2026. Siswa-siswa kita yang masuk SMA dan SMK sudah terdaftar di SPMB," ujar Dedi, dikutip Selasa (16/6/2026).

1. Masih banyak sekolah negeri sepi peminat

Gubernur Jabar, Dedi Mulyadi (IDN Times/Azzis Zulkhairil)

Menurut Dedi, para calon peserta didik hanya perlu memastikan seluruh persyaratan telah lengkap, kemudian mengikuti petunjuk teknis yang tersedia dalam aplikasi SPMB.

"Persyaratannya sudah lengkap. Di SPMB ini nanti tinggal klik saja sesuai dengan petunjuk teknis yang ada di aplikasi," katanya.

Dia juga merespons keresahan sebagian orang tua yang khawatir anaknya tidak diterima di sekolah negeri. Berdasarkan data yang dimiliki Pemerintah Provinsi Jawa Barat, masih terdapat sejumlah sekolah negeri yang belum memenuhi kuota peserta didik.

Dia meminta masyarakat tidak terpaku pada sekolah-sekolah tertentu yang telah dipadati pendaftar.

"Berdasarkan pemetaan data yang kita miliki, ternyata masih banyak sekolah-sekolah negeri yang belum cukup peminatnya. Manfaatkan ruang ini dengan baik, jangan kekeh di sekolah yang sudah numpuk pesertanya," tuturnya.

2. Ada SMAN Terbuka yang disediakan langsung Pemprov Jabar

Gubernur Jabar, Dedi Mulyadi (IDN Times/Azzis Zulkhairil)

Bagi calon peserta didik yang berada di wilayah perbatasan, Dedi mengimbau agar memanfaatkan keberadaan sekolah penyangga yang telah disiapkan pemerintah.

"Sekolah penyangga itu bisa dimanfaatkan. Yang penting anak-anak kita sekolah," ujarnya.

Selain sekolah reguler, Dedi juga memperkenalkan SMA Terbuka sebagai alternatif bagi siswa yang memiliki keterbatasan untuk mengikuti kegiatan belajar tatap muka setiap hari.

"Bagi mereka yang anak-anaknya tidak bisa tiap hari ke sekolah, manfaatkan SMA Terbuka. Ini juga sekolah negeri," katanya.

3. Pemprov Jabar jalin kerjasama dengan 700 sekolah swasta

Gubernur Jabar, Dedi Mulyadi (IDN Times/Azzis Zulkhairil)

Dia menegaskan bahwa lulusan SMA Terbuka tetap akan memperoleh ijazah negeri yang memiliki legalitas yang sama dengan sekolah negeri lainnya.

"Nanti ijazahnya ijazah negeri dan bisa jadi sekolahnya juga sekolah bergengsi," ucap Dedi.

Dedi menjelaskan, bagi siswa yang pada akhirnya belum dapat diterima di sekolah negeri, masih tersedia pilihan bersekolah di sekolah swasta.

Pemerintah Provinsi Jawa Barat, kata dia, telah menjalin kerja sama dengan ratusan sekolah swasta untuk memastikan akses pendidikan tetap terbuka bagi seluruh anak.

"Berdasarkan informasi dari Kepala Dinas Pendidikan, ada 700 sekolah swasta yang menjalin kerja sama dengan Pemerintah Provinsi Jawa Barat," ungkapnya.

Kerja sama tersebut akan didukung melalui program Beasiswa Pancawaluya sehingga siswa di sekolah swasta mitra pemerintah tidak dibebani biaya pendidikan.

"Kita nanti memasuki era di mana anak-anak sekolah negeri dan sekolah swasta yang bekerja sama dengan pemerintah provinsi tidak dipungut biaya oleh sekolah karena biayanya sudah diberikan dalam bentuk Beasiswa Pancawaluya," jelas Dedi.

Editorial Team

Related Article