Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Mahasiswa Delapan Kampus Aksi di DPRD Jabar, Serukan Perubahan Rezim
Dok. IDN Times-Azzis Zulkhairil
  • Ratusan mahasiswa dari delapan kampus Bandung Raya menggelar aksi di Gedung DPRD Jawa Barat, Kamis 29 Oktober 2026, memprotes dua tahun kepemimpinan Prabowo-Gibran.
  • Ketua BEM Unpas Muamar Baasir menuntut pemerintah menindaklanjuti aspirasi mahasiswa dan memulihkan Indonesia agar mampu melindungi serta menyejahterakan seluruh masyarakat.
  • Massa membubarkan diri tertib pada pukul 17.30 WIB sambil menyerukan pembebasan sejumlah mahasiswa yang sebelumnya ditangkap Polrestabes Bandung.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Rabu kemarin

Perwakilan DPRD Jabar menemui mahasiswa untuk mendengarkan aspirasi mereka.

Kamis (29/10/2026)

Ratusan mahasiswa dari delapan kampus di Bandung Raya menggelar aksi di Gedung DPRD Jawa Barat. Mereka memprotes dua tahun kepemimpinan Prabowo-Gibran dan menyerukan pemulihan Indonesia.

pukul 17:30 WIB

Massa aksi membubarkan diri dari Gedung DPRD Jabar secara tertib sambil menyerukan pembebasan mahasiswa yang sebelumnya ditangkap Polrestabes Bandung.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
  • What?
    Ratusan mahasiswa dari delapan kampus menggelar aksi protes di DPRD Jawa Barat, menyerukan perubahan dan pemulihan Indonesia serta menyampaikan kritik terhadap dua tahun pemerintahan Prabowo-Gibran.
  • Who?
    Mahasiswa dari Unpas, Unla, Uninus, Unjani, Universitas Bhakti Kencana, dan kampus lain di Bandung Raya terlibat. Ketua BEM Unpas Muamar Baasir dan Muhamad Habib Nurrahman turut menyampaikan tuntutan.
  • Where?
    Aksi berlangsung di Gedung DPRD Provinsi Jawa Barat, Jalan Diponegoro, Kota Bandung.
  • When?
    Aksi digelar pada Kamis, 29 Oktober 2026. Massa mulai membubarkan diri sekitar pukul 17.30 WIB.
  • Why?
    Mahasiswa menilai masih banyak persoalan belum dituntaskan selama dua tahun kepemimpinan Prabowo-Gibran dan menuntut pemerintah menindaklanjuti aspirasi untuk perlindungan serta kesejahteraan masyarakat.
  • How?
    Massa beraksi dalam poros bernama Poros Barisan, menyampaikan orasi dan tuntutan di DPRD Jabar. Saat pulang, mereka berjalan tertib sambil menyerukan “bebaskan kawan kami” terkait mahasiswa yang sebelumnya ditangkap Polrestabes Bandung.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Ratusan mahasiswa dari delapan kampus di Bandung datang ke gedung DPRD Jawa Barat. Mereka protes kepada pemerintah Prabowo-Gibran karena merasa banyak masalah belum selesai. Mereka ingin Indonesia lebih baik dan semua orang terlindungi. Mereka juga meminta teman mahasiswa yang ditangkap dibebaskan. Setelah itu, mereka pulang dengan tertib sore hari.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Aksi lintas kampus ini memperlihatkan kuatnya kepedulian mahasiswa terhadap kondisi masyarakat serta kemampuan mereka membangun solidaritas di bawah semangat perubahan. Aspirasi disampaikan melalui ruang demokratis, sementara pertemuan sebelumnya dengan perwakilan DPRD dan pembubaran massa secara tertib menunjukkan adanya upaya menjaga penyampaian kritik tetap terarah.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Bandung, IDN Times - Ratusan lebih mahasiswa dari delapan kampus di Bandung Raya turun ke jalan melangsungkan aksi di Gedung DPRD Provinsi Jawa Barat, Jalan Diponegoro, Kota Bandung, Kamis (29/10/2026). Mereka turut menyampaikan aksi protes dua tahun kepemimpinan rezim Prabowo-Gibran.

Adapun dari delapan kampus ini beberapa diantaranya berasal dari Universitas Pasundan (Unpas), Universitas Langlabuana (Unla), Universitas Islam Nusantara (Uninus), dan Universitas Jenderal Ahmad Yani (Unjani).

Ketua BEM Unpas Muamar Baasir mengatakan, aksi kali ini bertujuan untuk memulihkan kondisi Indonesia yang dinilai jauh dari harapan masyarakat. Selama dua tahun kepemimpinan Prabowo-Gibran, menurutnya, masih banyak persoalan yang belum diselesaikan.

"Hari ini pemerintah tidak boleh hanya diam. Pemerintah harus bisa berdiri di atas kaki rakyatnya. Tidak berdiam diri di istana-istana," kata Muamar di sela-sela aksi.

1. Ingatkan Prabowo jabatan hanya sementara

Dok. IDN Times-Azzis Zulkhairil

Muamar menyinggung aksi pada Rabu kemarin, ketika perwakilan DPRD Jabar menemui mahasiswa untuk mendengarkan aspirasi mereka. Namun, dia mempertanyakan sejauh mana tuntutan tersebut telah diteruskan dan ditindaklanjuti pemerintah pusat.

Lebih lanjut, Muamar mengingatkan Presiden Prabowo Subianto agar tidak mengabaikan tuntutan yang disampaikan mahasiswa. Dia menilai kepemimpinan pemerintah akan dinilai berdasarkan tindakan yang dilakukan selama menjabat.

"Silakan Bapak Prabowo Subianto, hari ini kalau Bapak masih berdiri dan tidak menindaklanjuti apa yang menjadi tuntutan mahasiswa, ingatlah Bapak, jabatan hanyalah sementara. Tapi kenangan adalah apa yang Bapak lakukan untuk masyarakat Indonesia, bukan dengan kata-kata yang tidak sepantasnya," katanya.

2. Mahasiswa menuntut perubahan

Dok. IDN Times-Azzis Zulkhairil

Muamar menegaskan, gerakan tersebut tidak hanya bertujuan menyampaikan kritik terhadap pemerintah. Mahasiswa juga menginginkan Indonesia menjadi negara yang mampu memberikan perlindungan dan kesejahteraan bagi seluruh masyarakat.

"Hari ini kami bergabung dalam satu poros yang bernama Poros Barisan dengan tagline kita hanya satu, yaitu perubahan. Hanya satu, yaitu pulihkan Indonesia. Kita tidak banyak tuntutan, kita hanya ingin memulihkan Indonesia, mengembalikan Indonesia sebagai negara yang bisa merangkul seluruh masyarakat Indonesia," kata dia.

3. Sebut rezim gagal dalam memimpin Indonesia

Dok. IDN Times-Azzis Zulkhairil

Sementara itu Mahasiswa dari Universitas Bhakti Kencana, Muhamad Habib Nurrahman mengatakan, rezim Prabowo-Gibran telah gagal dalam mengelola negara, karena banyak persoalan tidak terselesaikan dengan tuntas.

"Di tahun Rezim ini bisa dibilang gagal karena sudah banyak terjadi bencana yang disengaja teman kami masih di Sandra dan sampai sekarang kondisinya belum tahu seperti apa," katanya.

Massa aksi mulai membubarkan diri dari Gedung DPRD Jabar pada pukul 17:30 WIB. Mereka berjalan dengan tertib dan turut memberikan 'bebaskan kawan kami' yang mana ada beberapa mahasiswa yang sebelumnya ditangkap oleh Polrestabes Bandung.

Curated For You

Editorial Team

Related Article