Lima Warga Tewas, Pemprov Akan Evaluasi Izin Tambang Antam di Bogor

- Pemerintah Provinsi Jawa Barat akan evaluasi izin pertambangan di PT Antam Bogor setelah tragedi kepulan asap menewaskan lima warga.
- Sekda Jawa Barat menyatakan perhatian serius terhadap keselamatan dan lingkungan sekitar, serta akan berkoordinasi dengan Pemerintah Kabupaten Bogor.
- PT Antam membantah adanya ledakan di area tambang dan memastikan tidak ada karyawan yang terjebak, serta mengimbau masyarakat untuk merujuk pada informasi resmi.
Bandung, IDN Times - Pemerintah Provinsi Jawa Barat membuka peluang untuk melakukan evaluasi izin pertambangan di kawasan PT Antam (Aneka Tambang), Kecamatan Nanggung, Kabupaten Bogor. Hal ini dilakukan setelah adanya tragedi kepulan asap yang menewaskan lima warga.
Sekretaris Daerah (Sekda) Jawa Barat, Herman Suryatman menegaskan, rencana evaluasi izin ini dilakukan guna memastikan aktivitas pertambangan tidak mengabaikan aspek keselamatan dan lingkungan sekitar.
Pemprov Jabar dipastikan akan berkoordinasi dengan Pemerintah Kabupaten Bogor sebelum mengambil langkah lanjutan dari peristiwa ini.
"Nanti kami check and re-check koordinasi dengan Pemda Bogor. Yang jelas provinsi akan berikan bantuan mem-backup. Tapi kami harus koordinasi dulu dengan Kabupaten Bogor," kata Herman saat dihubungi, Senin (19/1/2026).
1. Dedi Mulyadi menaruh perhatian pada peristiwa ini

Herman menjelaskan, pemerintah provinsi memiliki perhatian serius soal peristiwa kepulan asap di area tambang tersebut. Apalagi, berdasarkan data sementara sudah lima warga dilaporkan meninggal dunia setelah terjebak asap di area pertambangan.
"Yang jelas kan pak gubernur untuk ini beliau sangat konsen dengan pengendalian alih fungsi, kami sudah terbitkan Pergub Nomor 11 Tahun 2025 dan saat ini sedang lakukan evaluasi di RTRW. Jelang pembangunan. di dalamnya tambang tidak boleh mereduksi daya dukung lingkungan," tutur Herman.
2. Pertumbuhan pembangunan harus diimbangi dengan kelestarian lingkungan

Lebih lanjut, Herman menegaskan, aktivitas ekonomi, termasuk pertambangan tidak boleh mengorbankan kelestarian alam dan keselamatan masyarakat. Dengan begitu, proses evaluasi izin nantinya akan dilakukan untuk melihat sejauh mana aktivitas pertambangan di lokasi tersebut.
"Pertumbuhan pembangunan harus diimbangi dengan keberlanjutan kelestarian lingkungan," kata Herman.
Sebelumnya, PT Aneka Tambang Tbk menegaskan, informasi yang beredar di media sosial terkait adanya ledakan di area tambang serta klaim ratusan orang terjebak di dalam tambang adalah tidak benar atau hoaks.
Corporate Secretary Antam, Wisnu Danandi, mengatakan video yang beredar merupakan dokumentasi penanganan kondisi teknis di area tambang bawah tanah yang telah diantisipasi dan ditangani sesuai dengan prosedur keselamatan dan standar operasional perusahaan.
"Termasuk pengaturan ventilasi dan pengamanan area kerja. Kondisi tersebut tidak berdampak pada keselamatan karyawan Antam, dan seluruh aktivitas operasional perusahaan berada dalam kondisi terkendali," ujarnya, dalam keterangan tertulisnya.
3. Antam masih belum mengetahui penyebab pasti kepulan asap tersebut

Antam memastikan tidak terjadi ledakan sebagaimana yang diinformasikan dalam konten beredar. Lalu, tidak ada karyawan Antam yang terjebak di dalam area tambang.
"Perseroan senantiasa menjalankan kegiatan usaha dengan mengedepankan keselamatan kerja, pengendalian risiko, dan penerapan good mining practice, serta berkoordinasi dengan aparat dan pemangku kepentingan terkait untuk menjaga situasi tetap aman dan kondusif," kata Wisnu.
"Antam mengimbau masyarakat untuk tidak menyebarkan informasi yang belum terverifikasi dan merujuk pada informasi resmi yang disampaikan oleh perusahaan maupun pihak berwenang," katanya.


















