Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Lestarikan Budaya Jabar, Ratusan Pelajar Meriahkan Festival Kabaret
Dok. Istimewa
  • Sebanyak 11 tim atau sekitar 500 pelajar SMA Jawa Barat mengikuti Battle of Sierra Stars 2026 di Bandung, menggelar kabaret dengan peran pemain, kru, lighting, properti, dan kostum.
  • Peserta menyiapkan konsep, koreografi, rekaman, kostum, hingga properti secara mandiri selama berbulan-bulan; ajang ini menekankan kreativitas, kerja sama tim, dan sportivitas.
  • Festival yang mengangkat kabaret sebagai kesenian kuat di Jawa Barat itu menarik lebih dari 1.500 penonton, hingga penjualan tiket di lokasi dihentikan karena kapasitas penuh.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
2024

Battle of Sierra Stars menjadi wadah bagi pelajar SMA untuk menunjukkan beragam talenta melalui konsep kompetisi seperti ajang pencarian bakat.

2026

Kompetisi Battle of Sierra Stars secara khusus mengangkat seni kabaret.

12 September 2026

Sebanyak 11 tim dengan sekitar 500 pelajar mengikuti kompetisi kabaret BOSS 2026 di Kota Bandung. Festival ini dihadiri lebih dari 1.500 penonton.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
  • What?
    Battle of Sierra Stars (BOSS) 2026, kompetisi kabaret yang menampilkan kreativitas pelajar SMA Jawa Barat, digelar dengan 11 tim peserta dan melibatkan sekitar 500 pelajar.
  • Who?
    Ratusan pelajar SMA dari Jawa Barat, Sierra Mineral Water sebagai penyelenggara, serta Sharon Francine selaku Vice Director of Marketing Sierra Mineral Water terlibat dalam kegiatan ini.
  • Where?
    Kompetisi dan pertunjukan kabaret berlangsung di Kota Bandung, Jawa Barat.
  • When?
    BOSS 2026 digelar pada Sabtu, 12 September 2026.
  • Why?
    Ajang ini mengangkat kabaret yang dinilai memiliki akar kuat di Jawa Barat, sekaligus menyediakan ruang bagi pelajar untuk mengekspresikan kreativitas serta mengenalkan kabaret kepada masyarakat.
  • How?
    Setiap tim beranggotakan sekitar 50 hingga 100 pelajar yang menyiapkan konsep, koreografi, rekaman, kostum, properti, kru, dan tata cahaya. Penonton hadir lebih dari 1.500 orang.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Ratusan pelajar SMA di Jawa Barat ikut lomba kabaret di Bandung. Ada 11 tim dan sekitar 500 anak tampil, membuat kostum, lampu, dan barang panggung bersama-sama. Lebih dari 1.500 orang menonton sampai tiket di tempat dihentikan. Sierra ingin terus membantu anak-anak Jawa Barat berkarya.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Festival ini memperlihatkan ruang kreatif yang hidup bagi pelajar Jawa Barat: ratusan peserta mengambil peran dari panggung hingga produksi, sambil merancang karya bersama selama berbulan-bulan. Antusiasme lebih dari 1.500 penonton turut memberi panggung sosial bagi kabaret, kesenian yang berakar kuat di Bandung, sekaligus menumbuhkan kerja sama, sportivitas, dan kepercayaan diri dalam berekspresi.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Bandung, IDN Times - Ratusan pelajar SMA di Jawa Barat unjuk kreativitas melalui pertunjukan kabaret dalam ajang Battle of Sierra Stars (BOSS) 2026 di Kota Bandung, Sabtu (12/9/2026). Sebanyak sebelas tim ambil bagian dalam kompetisi tersebut.

Adapun setiap tim terdiri dari sekitar 50 hingga seratus orang yang tidak hanya berperan sebagai pemain, tetapi juga menangani berbagai kebutuhan pertunjukan mulai dari kru, tata cahaya (lighting), properti hingga kostum.

Vice Director of Marketing Sierra Mineral Water, Sharon Francine mengatakan, total peserta yang terlibat dalam kompetisi tersebut mencapai sekitar 500 pelajar.

"Pesertanya banyak, sekitar mungkin ada 500-an. Karena kita ada sebelas tim yang berkompetisi hari ini. Per timnya sekitar 50 sampai 100 orang juga bisa sampai dengan kru, lighting, dan lain-lain," kata Sharon.

1. Kabaret jadi ruang ekspresi pelajar

Dok. Istimewa

Menurutnya, keterlibatan ratusan pelajar tersebut menjadi bagian penting dari konsep festival. Para peserta tidak sekadar tampil di atas panggung, tetapi mempersiapkan seluruh kebutuhan pertunjukan secara mandiri bersama tim masing-masing.

Mulai dari menentukan konsep, latihan koreografi, menyiapkan rekaman, membuat kostum hingga membangun properti dilakukan para peserta selama proses persiapan yang dapat berlangsung berbulan-bulan.

"Semua itu mengangkat juga bagaimana cara mereka kerja sama di tim. Harapan saya ke depannya soft skills ini yang mereka bawa dari acara ini," ujarnya.

2. Kabaret jadi ruang ekspresi pelajar

Dok. Istimewa

Sharon menjelaskan, Battle of Sierra Stars bukan kali pertama digelar. Pada 2024, ajang tersebut menjadi wadah bagi pelajar SMA untuk menunjukkan beragam talenta dengan konsep kompetisi seperti ajang pencarian bakat. Namun, pada 2026, kompetisi tersebut secara khusus mengangkat kabaret.

Pemilihan kabaret bukan tanpa alasan. Menurut Sharon, kesenian tersebut memiliki akar dan komunitas yang kuat di Jawa Barat, khususnya Bandung.

"Kami mengerucut ke kabaret karena kita merasa di Jawa Barat kabaret ini suatu kesenian yang terkenal dan kuat banget," katanya.

Melalui ajang tersebut, Sierra ingin memberikan ruang bagi pelajar yang memiliki kemampuan di bidang kabaret dan teater sekaligus memperkenalkan kesenian tersebut kepada masyarakat yang lebih luas.

Sharon menilai kemampuan generasi muda dalam mengekspresikan kreativitas saat ini semakin berkembang. Hal tersebut terlihat dari keberanian mereka berkarya dan menunjukkan kemampuan melalui berbagai platform digital.

Karena itu, menurut dia, generasi yang lebih tua maupun pelaku industri perlu memberikan ruang agar kreativitas anak muda dapat berkembang.

"Tugas kita sebagai generasi dan brand yang lebih tua adalah untuk mendorong mereka, supaya saat sudah dewasa nanti menjadi orang-orang yang berhasil dengan kreativitas mereka dan nggak harus selalu mengikuti jalur akademis," tuturnya.

3. Lebih dari 1.500 orang hadir

Dok. IDN Times-Azzis Zulkhairil

Antusiasme terhadap festival tersebut tidak hanya terlihat dari jumlah peserta. Penonton yang hadir juga disebut mencapai lebih dari 1.500 orang. Sharon mengatakan, tingginya minat masyarakat bahkan membuat penjualan tiket secara langsung di lokasi harus dihentikan karena kapasitas tempat yang tersedia sudah tidak mencukupi.

Sharon berharap ajang tersebut tidak berhenti sebagai kompetisi untuk memperebutkan hadiah. Bagi para peserta, pengalaman selama mempersiapkan pertunjukan, membangun kerja sama tim dan belajar menerima hasil kompetisi menjadi bagian yang tidak kalah penting.

"Sportivitas juga tentunya, karena nggak semuanya pasti menang," ujarnya.

Selain hadiah bagi juara pertama, kedua dan ketiga, penyelenggara juga menyiapkan sejumlah hadiah dari sponsor. Ke depan, Sierra masih akan melihat respons peserta dan masyarakat untuk menentukan konsep kegiatan berikutnya.

"Kita adalah brand asli Bandung yang sangat mendukung anak-anak Bandung dan anak-anak di Jawa Barat. Jadi kita akan terus mendukung kreativitas mereka dalam bentuk apa pun di masa depan," katanya.

Curated For You

Editorial Team

Related Article