Bandung, IDN Times - Akses pembiayaan dan pendampingan usaha masih menjadi tantangan bagi sebagian masyarakat yang belum terjangkau layanan keuangan formal. Kondisi tersebut terutama dialami pelaku usaha ultra mikro, termasuk perempuan yang menjadi tulang punggung ekonomi keluarga.
Melalui program pemberdayaan, PT Permodalan Nasional Madani (PNM) menyebut telah melayani 23,3 juta nasabah PNM Mekaar di berbagai wilayah Indonesia. Mayoritas penerima manfaat merupakan perempuan prasejahtera yang menjalankan usaha skala ultra mikro.
Perusahaan menilai keberhasilan program tidak hanya diukur dari besarnya pembiayaan yang disalurkan, tetapi juga dari dampak terhadap peningkatan kesejahteraan nasabah dan keluarganya.
Pendekatan yang dilakukan menggabungkan akses permodalan, pendampingan usaha, serta penguatan karakter agar pelaku usaha memiliki kemampuan untuk mengembangkan usahanya secara berkelanjutan.
