Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Layanan Pemberdayaan Perempuan Menjangkau 23,3 Juta Nasabah
Ilustrasi nasabah yang sedang melakukan transaksi online banking. (pexels.com/SHVETS production)
  • PNM telah melayani 23,3 juta nasabah perempuan prasejahtera melalui program Mekaar yang menggabungkan pembiayaan, pendampingan usaha, dan penguatan karakter untuk meningkatkan kesejahteraan keluarga.
  • Hasil kajian INDEKSTAT 2025 menunjukkan pendapatan bersih nasabah naik dari Rp2,02 juta menjadi Rp2,90 juta per bulan serta peningkatan kemampuan usaha hampir 29 persen berkat pendampingan intensif.
  • PNM memperluas jangkauan ke 36 provinsi dengan lebih dari 4.000 unit layanan dan menargetkan lebih banyak perempuan prasejahtera agar mampu membangun usaha berkelanjutan serta memperkuat ekonomi keluarga.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Bandung, IDN Times - Akses pembiayaan dan pendampingan usaha masih menjadi tantangan bagi sebagian masyarakat yang belum terjangkau layanan keuangan formal. Kondisi tersebut terutama dialami pelaku usaha ultra mikro, termasuk perempuan yang menjadi tulang punggung ekonomi keluarga.

Melalui program pemberdayaan, PT Permodalan Nasional Madani (PNM) menyebut telah melayani 23,3 juta nasabah PNM Mekaar di berbagai wilayah Indonesia. Mayoritas penerima manfaat merupakan perempuan prasejahtera yang menjalankan usaha skala ultra mikro.

Perusahaan menilai keberhasilan program tidak hanya diukur dari besarnya pembiayaan yang disalurkan, tetapi juga dari dampak terhadap peningkatan kesejahteraan nasabah dan keluarganya.

Pendekatan yang dilakukan menggabungkan akses permodalan, pendampingan usaha, serta penguatan karakter agar pelaku usaha memiliki kemampuan untuk mengembangkan usahanya secara berkelanjutan.

1. Kajian menunjukkan peningkatan kesejahteraan nasabah

Layanan Pemberdayaan Perempuan Menjangkau 23,3 Juta Nasabah (Dok. PNM)

PNM menyebut dampak program pemberdayaan tercermin dalam sejumlah hasil kajian independen. Salah satunya adalah penelitian INDEKSTAT pada 2025 yang mencatat adanya peningkatan pendapatan bersih nasabah.

Berdasarkan kajian tersebut, rata-rata pendapatan bersih nasabah meningkat dari Rp2,02 juta menjadi Rp2,90 juta per bulan atau bertambah sekitar Rp875 ribu setiap bulan.

Selain peningkatan pendapatan, kemampuan pengembangan usaha para nasabah juga dilaporkan naik hampir 29 persen. Temuan tersebut menunjukkan bahwa pembiayaan yang disertai pendampingan dinilai mampu memperkuat kapasitas usaha ultra mikro.

"Setiap pembiayaan yang diberikan harus bermuara pada peningkatan kualitas hidup nasabah dan keluarganya. Karena itu kami tidak hanya hadir sebagai lembaga pembiayaan, tetapi juga sebagai sahabat pemberdayaan yang mendampingi perempuan prasejahtera untuk tumbuh, berdaya, dan memiliki masa depan yang lebih baik," ujar Direktur Utama PNM, Kindaris, dalam siaran pers yang diterima IDN Times, Jumat (26/6/2026).

PNM menilai pendampingan menjadi bagian penting agar akses pembiayaan dapat memberikan dampak sosial dan ekonomi secara berkelanjutan.

2. Pendampingan diperkuat hingga tingkat akar rumput

ilustrasi nasabah bank (freepik.com)

Saat ini PNM melayani nasabah di 36 provinsi melalui 58 kantor cabang dan lebih dari 4.000 unit layanan Mekaar. Operasional tersebut didukung lebih dari 43 ribu Account Officer yang mendampingi nasabah secara langsung.

Mayoritas penerima layanan berasal dari kelompok masyarakat yang sebelumnya belum memiliki akses terhadap layanan keuangan formal maupun teknologi digital. Karena itu, pendampingan dilakukan tidak hanya untuk pengelolaan usaha, tetapi juga penguatan kapasitas dan kepercayaan diri.

"Setiap pembiayaan yang diberikan harus bermuara pada peningkatan kualitas hidup nasabah dan keluarganya. Karena itu kami tidak hanya hadir sebagai lembaga pembiayaan, tetapi juga sebagai sahabat pemberdayaan," kata Kindaris.

Melalui pendekatan tersebut, perusahaan berharap pelaku usaha ultra mikro mampu mengembangkan usahanya sekaligus meningkatkan ketahanan ekonomi keluarga.

3. Pemberdayaan ditargetkan menjangkau lebih banyak perempuan

Ilustrasi nasabah PNM Mekar.(Dok. Diskominfo Bantul)

PNM menyatakan akan terus memperluas jangkauan program pemberdayaan agar semakin banyak perempuan prasejahtera memperoleh akses pembiayaan dan pendampingan usaha.

Perluasan layanan tersebut diharapkan dapat membantu lebih banyak pelaku usaha ultra mikro naik kelas sekaligus meningkatkan kesejahteraan keluarga melalui usaha yang lebih produktif.

Selain menyediakan akses modal, perusahaan juga berkomitmen memperkuat pendampingan agar para nasabah mampu membangun usaha yang berkelanjutan dan lebih siap menghadapi berbagai tantangan ekonomi.

"Setiap pembiayaan yang diberikan harus bermuara pada peningkatan kualitas hidup nasabah dan keluarganya," ujar Kindaris.

PNM menilai pemberdayaan yang dilakukan secara konsisten menjadi salah satu upaya untuk memperluas akses ekonomi bagi masyarakat yang selama ini belum terlayani oleh sistem keuangan formal.

Editorial Team

Related Article