Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Kuota Turun Drastis, Hanya 18 Jemaah Haji Kota Sukabumi Berangkat 2026

Kuota Turun Drastis, Hanya 18 Jemaah Haji Kota Sukabumi Berangkat 2026
ilustrasi haji ke Makkah (pexels.com/Mustafa Fathy)
Intinya Sih
  • Kuota haji Kota Sukabumi tahun 2026 turun drastis, hanya 18 jemaah yang dipastikan berangkat dari total kuota awal 35 orang akibat penyesuaian dari pemerintah pusat.
  • Persiapan keberangkatan sudah dilakukan maksimal, termasuk manasik di tingkat kecamatan dan kota, vaksinasi wajib, serta pembinaan bagi ketua rombongan dan regu sebelum berangkat Mei 2026.
  • Rata-rata jemaah telah menunggu antrean lebih dari 12 tahun dengan usia antara 18 hingga 85 tahun, sementara pemerintah menyiapkan skenario jika konflik Timur Tengah memengaruhi keberangkatan.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Kota Sukabumi, IDN Times - Kota Sukabumi menghadapi penurunan signifikan jumlah jemaah haji pada 2026. Dari ratusan orang pada tahun-tahun sebelumnya, kini hanya 18 calon jemaah yang dipastikan berangkat ke Tanah Suci.

Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) Kota Sukabumi, Apipudin, menjelaskan bahwa penurunan ini terjadi akibat penyesuaian kuota haji dari pemerintah pusat.

“Yang kemungkinan berangkat hampir pasti hanya 18 orang dari total kuota 35 orang,” ujarnya, Senin (13/4/2026).

Ia menyebut, sebelumnya jumlah jemaah haji Sukabumi bisa mencapai ratusan orang. Namun tahun ini kuota menyusut tajam.

1. Banyak jemaah belum melunasi biaya haji, ada yang mutasi dan tunda

ilustrasi haji (pexels.com/Mido Makasardi)
ilustrasi haji (pexels.com/Mido Makasardi)

Dari total 35 kuota yang tersedia, sebanyak 14 orang belum melakukan pelunasan biaya haji. Sementara dari 21 orang yang sudah melunasi, terdapat perubahan data jemaah.

“Dua orang mutasi ke Kota Bogor, satu orang masuk dari Jawa Tengah, jadi tersisa 20 orang. Dari jumlah itu, dua orang menunda keberangkatan, sehingga totalnya menjadi 18 jemaah,” katanya.

2. Persiapan sudah maksimal

ilustrasi haji (pexels.com/Haydan As-soendawy)
ilustrasi haji (pexels.com/Haydan As-soendawy)

Berbagai tahapan persiapan telah dilakukan oleh calon jemaah, termasuk manasik haji di tingkat kecamatan dan kota.

“Manasik tingkat kecamatan sudah dilaksanakan pada 11–14 Februari 2026, kemudian tingkat kota pada 2 April 2026. Dalam waktu dekat juga akan dilakukan vaksinasi polio dan meningitis,” kata Apipudin.

Selain itu, pembinaan bagi Ketua Rombongan (Karom) dan Ketua Regu (Karu) juga tengah berlangsung di Asrama Haji Indramayu.

Jemaah haji asal Kota Sukabumi dijadwalkan berangkat pada 7 Mei 2026 dan masuk dalam gelombang kedua. Ia menambahkan, kepulangan jemaah diperkirakan pada 17 Juni 2026.

“Masuk Kloter 13 JKS bersama Kabupaten Sukabumi dan Kota Bekasi. Rencananya berangkat ke Mekkah lebih dulu, lalu ke Madinah,” ujarnya.

3. Rata-rata jamaah sudah menunggu lebih dari satu dekade

ilustrasi haji (pexels.com/Şevval Pirinççi)
ilustrasi haji (pexels.com/Şevval Pirinççi)

Para jemaah yang berangkat tahun ini rata-rata telah menunggu antrean selama 12–13 tahun. Jemaah tertua berusia 85 tahun, sedangkan yang termuda 18 tahun.

Sebanyak empat petugas juga akan mendampingi jemaah, terdiri dari ketua kloter, pembimbing ibadah, dan tenaga kesehatan.

Apipudin mengingatkan pentingnya menjaga kesehatan selama menjalankan ibadah haji, mengingat kondisi cuaca di Arab Saudi yang lebih panas. “Ibadah haji itu 95 persen fisik, jadi jemaah harus menjaga kesehatan, olahraga, dan pola makan,” katanya.

4. Pemerintah siapkan skenario jika konflik Timur Tengah memburuk

ilustrasi haji ke Makkah (pexels.com/Mutahir Jamil)
ilustrasi haji ke Makkah (pexels.com/Mutahir Jamil)

Terkait potensi dampak konflik di Timur Tengah, pemerintah pusat telah menyiapkan sejumlah skenario untuk keberangkatan jemaah.

“Skenario pertama tetap berangkat dengan perubahan jalur, misalnya memutar lewat Afrika sehingga waktu tempuh lebih lama,” kata Apipudin.

Ia menambahkan, opsi lain adalah penundaan keberangkatan demi keamanan, dengan jaminan diberangkatkan pada tahun berikutnya tanpa biaya tambahan.

“Sementara jika pembatalan datang dari Arab Saudi, itu di luar kewenangan pemerintah Indonesia,” tuturnya.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Galih Persiana
EditorGalih Persiana
Follow Us

Latest News Jawa Barat

See More