Merayakan Ikatan Ibu dan Anak Lewat Kolaborasi Marquine X Tinara

- Kolaborasi Marquine Jewellery dan Tinara Brides lewat kampanye Bond and Beyond menyoroti ikatan emosional ibu-anak perempuan sebagai simbol warisan dan perjalanan identitas lintas generasi.
- Audrey Tjahjono memimpin arah visual kampanye dengan pendekatan intim dan natural, menempatkan kamera sebagai saksi agar emosi antara dua generasi terasa jujur tanpa kesan dibuat-buat.
- Dengan pencahayaan lembut dan komposisi sederhana, proyek ini menghadirkan narasi visual yang menggambarkan kedekatan personal serta makna mendalam di balik perhiasan dan busana pengantin.
Bandung, IDN Times - Di depan cermin besar yang memantulkan cahaya pagi, seorang ibu berdiri sedikit di belakang anak perempuannya. Tangannya perlahan menyematkan anting di telinga sang anak, serupa gerakan kecil yang tampak sederhana namun sarat makna. Di pantulan kaca, dua generasi perempuan itu saling bertemu, satu yang pernah memulai perjalanan, satu lagi yang kini melanjutkannya.
Tak banyak kata yang terucap. Hanya senyum tipis, tatapan yang saling memahami, dan jeda hening yang terasa hangat. Dalam situasi seperti itu, hubungan antara ibu dan anak perempuan sering kali berbicara paling jujur. Komunikasi mereka tidak terjalin lewat kalimat panjang, tetapi melalui gestur yang diwariskan dari waktu ke waktu.
Ikatan yang lembut namun kuat itu yang menjadi inspirasi di balik kampanye visual Bond and Beyond, kolaborasi antara Marquine Jewellery dan Tinara Brides. Melalui proyek ini, kedua brand mencoba menangkap sesuatu yang sering kali tak terlihat, tentang bagaimana hubungan lintas generasi membentuk cara seorang perempuan memahami dirinya sendiri.
Lebih dari sekadar kolaborasi antara perhiasan dan busana pengantin, proyek ini mencoba menghadirkan narasi tentang warisan emosional. Kolaborasi ini berbicara tentang bagaimana sebuah momentum, sebuah gestur, bahkan sebuah perhiasan dapat membawa cerita yang terus hidup dari satu generasi ke generasi berikutnya.
Ikatan yang sunyi namun kuat itu pula yang menjadi titik berangkat kolaborasi antara Marquine Jewellery dan Tinara Brides. Lewat kampanye visual bertajuk Bond and Beyond, kedua brand mencoba menerjemahkan relasi lintas generasi tersebut ke dalam bahasa visual yang lembut, intim, sekaligus penuh emosi.
Alih-alih sekadar memotret busana pengantin dan perhiasan sebagai objek estetika, kolaborasi ini berusaha menghadirkan emosi yang sering kali tersembunyi di balik momen penting dalam hidup perempuan. Dari sinilah lahir sebuah narasi tentang kedekatan, warisan, dan perjalanan identitas yang terus berkembang.

1. Kolaborasi yang merayakan ikatan ibu dan anak lewat visual yang intim

Bagi Marquine Jewellery, tema ibu dan anak perempuan terasa sangat dekat dengan filosofi brand. Perhiasan dipandang bukan sekadar kilau visual, tetapi juga sebagai benda yang menyimpan cerita dan emosi dalam setiap momentumnya.
“Sebagai brand perhiasan, kami selalu percaya bahwa jewellery bukan hanya tentang keindahan visual, tetapi tentang cerita yang melekat di dalamnya. Banyak klien kami membeli perhiasan untuk momentum penting seperti lamaran, pernikahan, atau bahkan sebagai warisan untuk anak perempuan mereka,” ujar founder Marquine Jewellery dalam siaran pers yang diterima IDN Times, Minggu (12/4/2026).
Karena itu, konsep Bond and Beyond terasa organik bagi brand tersebut. Ikatan antara ibu dan anak perempuan mencerminkan bagaimana sebuah perhiasan bisa menjadi bagian dari perjalanan hidup seseorang, bahkan melintasi generasi.
Kesamaan nilai inilah yang mempertemukan Marquine Jewellery dengan Tinara Brides. Keduanya sama-sama bergerak di ranah momentum sakral dalam kehidupan perempuan, mulai dari pernikahan hingga fase-fase transisi emosional yang menyertainya.
“Busana pengantin dan perhiasan memiliki relasi yang sangat erat, bukan hanya secara styling, tetapi juga secara emosional. Kami ingin menciptakan narasi yang utuh yang merepresentasikan perjalanan lintas generasi,” katanya.
Dalam kampanye ini, kedua brand menggandeng sejumlah figur publik dan kreator konten bersama ibu mereka. Ketika dua generasi perempuan hadir dalam satu frame, kedekatan yang tercipta terasa lebih alami—mulai dari tatapan yang saling memahami hingga gestur sederhana yang sulit direkayasa.
Pendekatan visualnya pun dibuat tenang dan intim, dengan pencahayaan lembut serta komposisi yang tidak kaku. Melalui momentum-momentum kecil tersebut, kampanye Bond and Beyond ingin menunjukkan bahwa di balik identitas modern seorang perempuan, sering kali terdapat relasi awal yang membentuk cara ia melihat dunia.

2. Audrey Tjahjono dan pendekatan visual yang intim
Pengembangan konsep visual kampanye ini dipimpin oleh Audrey Tjahjono, fotografer berbasis di New York yang berperan sebagai visual lead dalam proyek tersebut. Ia bekerja secara kolaboratif dengan tim kreatif dari Utterly dan sejumlah fotografer untuk merumuskan arah visual kampanye.
Bagi Audrey, tantangan terbesar dari proyek ini adalah menghadirkan kejujuran emosi tanpa membuatnya terasa staged. Hubungan ibu dan anak perempuan, menurutnya, sering kali hadir dalam bentuk yang sangat subtil.
“Hubungan ibu dan anak perempuan itu tidak selalu ekspresif. Kadang justru paling terasa di momen yang sangat tenang. Saya ingin visualnya memberi ruang untuk itu, bukan mengarahkan emosi, tapi membiarkannya muncul,” ujar Audrey kepada IDN Times, Minggu (12/4/2026).
Karena itu, kamera dalam proyek ini ditempatkan sebagai saksi, bukan pengarah. Komposisi dibuat sederhana agar interaksi antara subjek tetap terasa natural.
“Saya selalu kembali ke pertanyaan: kalau tidak ada produk, apakah momentum ini tetap terasa bermakna? Kalau jawabannya ya, berarti emosinya sudah cukup kuat. Produk hanya mengikuti, bukan memimpin,” tuturnya.
Pendekatan tersebut membuat kampanye ini terasa lebih seperti potongan momentum kehidupan, alih-alih sekadar materi promosi. Di tengah industri kreatif yang bergerak cepat dan sering kali sangat performatif, pilihan untuk menghadirkan relasi yang intim dan tidak dibuat-buat menjadi sikap tersendiri.
Pada akhirnya, kolaborasi Marquine Jewellery dan Tinara Brides bukan hanya tentang perhiasan atau busana pengantin. Ia juga tentang bagaimana hubungan yang paling personal dalam hidup seseorang—seperti ikatan antara ibu dan anak perempuan—dapat menjadi sumber inspirasi yang terus hidup, dikenakan, dan diwariskan lintas generasi.

3. Mengenal Audrey Tjahjono dan pendekatan visualnya yang intim
Sebelumnya, Audrey Tjahjono merupakan fotografer dan visual storyteller yang berbasis di New York. Dalam karyanya, ia kerap mengeksplorasi hubungan manusia, identitas, serta saat-saat personal yang sering hadir dalam gestur sederhana. Pendekatan visualnya dikenal intim dan emosional, dengan kamera yang seolah menjadi saksi dari emosi yang terjadi secara alami.
Sepanjang kariernya, Audrey terlibat dalam berbagai proyek visual yang memadukan fotografi dengan storytelling konseptual. Ia sering bekerja bersama tim kreatif dan berbagai brand untuk merumuskan arah visual yang tidak hanya estetis, tetapi juga memiliki narasi yang kuat.
Dalam prosesnya, Audrey memberi perhatian pada detail seperti pencahayaan lembut, komposisi yang natural, serta interaksi antar subjek yang terasa autentik.
Pengalaman tersebut membuatnya dipercaya menjadi visual lead dalam kampanye Bond and Beyond, kolaborasi antara Marquine Jewellery dan Tinara Brides. Dalam proyek ini, Audrey membantu merancang mood, pendekatan visual, dan storytelling agar setiap gambar mampu menangkap kedekatan emosional antara ibu dan anak perempuan.
Melalui pendekatan yang sederhana dan intim, visual kampanye ini diharapkan dapat menghadirkan cerita tentang hubungan dan warisan lintas generasi.
![[QUIZ] Bayar Pajak Kendaraan Masih Ribet? Kamu Tim Sabar atau Ngeluh?](https://image.idntimes.com/post/20260409/upload_60d879d09997de12edf45896bd4ba167_b97c087d-5d71-4e82-ae83-0ce3bdcb5df3.jpg)
![[QUIZ] Harga Plastik Naik, Kamu Tim Bawa Tas Sendiri atau Tetap Beli?](https://image.idntimes.com/post/20260407/upload_629fdb4b211917d50bde711d6c90df68_e54a85ee-3dde-4bd9-a9c4-bb1e3332f64c.jpg)
![[QUIZ] Wisatawan Lebih Banyak Main ke Masjid Al-Jabbar, Kamu Tipe yang Mana?](https://image.idntimes.com/post/20240419/cover-dd2f8bcbad24ce4a18fd52d810b5de08.png)
![[QUIZ] Anggaran Rp15,8 M untuk Penataan Plaza Depan Gedung Sate, Kamu Tim Setuju atau Ngelus Dada?](https://image.idntimes.com/post/20260330/upload_a0e151ab039a77602c64e22bacbc50b2_5060327a-513b-4f4e-b0aa-e0cba394b03c.jpg)
![[QUIZ] ASN WFH, Pimpinan Wajib Gowes Tiap Jumat. Kamu Tim Ikut atau Mager?](https://image.idntimes.com/post/20260401/upload_a07b2c4b0d697516457420e6de22de3f_f3b9a1d3-dfa8-4547-b767-0506dbcb853f.jpeg)
![[QUIZ] BGN Gas Motor Listrik untuk SPPG, Tapi Menu MBG Masih Monoton. Kamu Tim Pro atau Kontra?](https://image.idntimes.com/post/20260209/upload_4b7ceda9f51df984bb7f55dda3b30c8b_cb392720-0884-4e02-86e2-f4d06bb6f1ec.jpeg)



![[QUIZ] Wacana War Ticket untuk Haji, Kamu Tim Pro atau Kontra?](https://image.idntimes.com/post/20260401/upload_336865ab13433df37f8a66250c8c91c5_37e57aee-cd0f-4cf1-9bea-ff9306eb7f87.jpg)
![[QUIZ] Solusi Sampah Muncul, Kamu Tim Optimis atau Skeptis?](https://image.idntimes.com/post/20260323/upload_c778e82f708c82c2f1ac39b4043bd8d0_edbda795-871d-49f5-9d3d-687213885207.jpg)
![[QUIZ] Bakal Ada Proyek Perbaikan 17 Ruas Jalan di Bandung, Kamu Tim Sabar atau Kesal?](https://image.idntimes.com/post/20260109/upload_66476f8db3927d2d00ed50c601dfe307_82b8eecc-6adc-4e21-afdc-f440ee7efef7.jpg)
![[QUIZ] Kamu Tim Tegas atau Santai? Cek Reaksimu soal Kasus Bandung Zoo](https://image.idntimes.com/post/20241018/whatsapp-image-2024-10-18-at-123343-3-6b9b5942a9c235fa7d2105cebe2c1178.jpeg)
![[QUIZ] Kalau Jadi ASN, Kamu Pilih WFH atau Tetap Ngantor?](https://image.idntimes.com/post/20250404/images-62-15e134b8d47504feb14fd3d1b4cc7595.jpeg)



