Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Atasi Pengangguran, Pemkot Bandung Perbanyak Program Padat Kerja

Atasi Pengangguran, Pemkot Bandung Perbanyak Program Padat Kerja
Lawan Pengangguran, Pemkot Bandung Perbanyak Program Padat Kerja. Dok Diskominfo Bandung
Intinya Sih
  • Pemkot Bandung meluncurkan program padat karya tematik dan pelatihan berbasis kompetensi untuk menekan angka pengangguran yang mencapai 7,44 persen, lebih tinggi dari rata-rata Jawa Barat.
  • Program padat karya menargetkan penyerapan 8.592 tenaga kerja sepanjang 2026 dengan upah harian Rp175.061 serta perlindungan BPJS Ketenagakerjaan bagi peserta dari berbagai wilayah kota.
  • Selain membuka lapangan kerja sementara, Pemkot juga menyediakan pelatihan sesuai kebutuhan industri agar warga, terutama lulusan baru, memiliki keterampilan dan daya saing lebih tinggi di pasar kerja.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Bandung, IDN Times - Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung menggencarkan program padat karya tematik dan pelatihan berbasis kompetensi untuk menekan angka pengangguran yang masih cukup tinggi. Program ini resmi diluncurkan Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan di Taman Saturnus, Kecamatan Rancasari, Senin (13/4/2026).

Berdasarkan data terbaru, tingkat pengangguran terbuka di Kota Bandung mencapai 7,44 persen, lebih tinggi dibanding rata-rata Provinsi Jawa Barat sebesar 6,5 persen. Kondisi ini menjadi perhatian serius bagi Pemkot Bandung untuk menghadirkan solusi konkret.

1. Padat karya jadi solusi cepat tekan pengangguran

IMG-20260413-WA0051.jpg
Lawan Pengangguran, Pemkot Bandung Perbanyak Program Padat Kerja. Dok Diskominfo Bandung

Program padat karya tematik digulirkan sebagai langkah langsung untuk membuka lapangan kerja sementara bagi masyarakat. Peserta akan dikontrak selama 10 hari untuk mengerjakan berbagai kegiatan lingkungan di wilayah masing-masing.

Menurut Farhan, program ini bukan sekadar bantuan sosial, tetapi kesempatan bagi warga untuk menunjukkan kemampuan kerja. Ia mendorong peserta memanfaatkan peluang ini agar bisa dilirik untuk pekerjaan yang lebih permanen.

“Ini bukan sekadar program sosial. Ini kesempatan kedua. Tunjukkan kerja optimal,” ujarnya.

Selain membantu ekonomi warga, kegiatan ini juga berdampak pada kebersihan dan kenyamanan lingkungan kota.

2. Target serap 8.592 tenaga kerja sepanjang 2026

IMG-20260413-WA0051.jpg
Lawan Pengangguran, Pemkot Bandung Perbanyak Program Padat Kerja. Dok Diskominfo Bandung

Kepala Dinas Ketenagakerjaan Kota Bandung, Yayan Ahmad Brilyana menyebutkan, program ini menargetkan penyerapan 8.592 tenaga kerja selama 2026.

Rinciannya terdiri dari 6.210 orang hasil usulan Musrenbang, 1.950 orang dari reses, dan 432 orang dari program reguler. Pada tahap awal, sebanyak 794 peserta sudah dilibatkan dalam 15 paket kegiatan yang tersebar di 15 kelurahan dan 7 kecamatan.

Setiap peserta mendapatkan upah harian Rp175.061, lengkap dengan makan, perlengkapan kerja, serta perlindungan jaminan sosial melalui BPJS Ketenagakerjaan.

Program ini juga menyasar kelompok rentan, khususnya warga berpenghasilan rendah yang belum memiliki pekerjaan.

3. Siapkan juga pelatihan terampil

IMG-20251029-WA0035.jpg
Pelatihan literasi digital untuk siswa dan guru di Jawa Barat. Dok/Istimewa

Selain padat karya, Pemkot Bandung juga menghadirkan pelatihan berbasis kompetensi untuk meningkatkan keterampilan masyarakat, terutama lulusan sekolah yang belum bekerja.

Pelatihan ini dirancang sesuai kebutuhan dunia industri, sehingga peserta memiliki daya saing lebih tinggi di pasar kerja. Farhan menilai, peningkatan skill menjadi kunci menghadapi ketatnya persaingan kerja di Kota Bandung.

“Persaingan semakin tajam. Maka kita harus memastikan warga Bandung punya skill yang sesuai kebutuhan industri,” katanya.

Pemkot Bandung berharap kombinasi padat karya dan pelatihan ini mampu menekan angka pengangguran sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan.

Share
Topics
Editorial Team
Yogi Pasha
EditorYogi Pasha
Follow Us

Latest News Jawa Barat

See More