Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Kronologi Siswa SMAN 1 Purwakarta Ejek Guru Hingga Viral di Medsos
Ilustrasi murid sedang membaca (pexels.com/George Dolgikh @ Giftpundits.com)
  • Sembilan siswa SMAN 1 Purwakarta terekam mengejek guru PKN dengan acungan jari tengah setelah pelajaran, dan video tersebut viral di media sosial.
  • Pihak sekolah memanggil siswa serta orang tua untuk klarifikasi; para siswa mengakui kesalahan dan menyesal, sementara sekolah melakukan pembinaan lanjutan.
  • Gubernur Dedi Mulyadi menyarankan hukuman sosial seperti membersihkan lingkungan sekolah agar memberi efek edukatif, bukan hanya skorsing 19 hari.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
18 April 2026

Setelah pelajaran kebhinekaan selesai di kelas IX IPS SMAN 1 Purwakarta, sembilan siswa melakukan aksi tidak terpuji dengan mengejek guru mereka dan mengacungkan jari tengah. Video peristiwa tersebut kemudian tersebar luas di media sosial.

18 April 2026

Pihak sekolah memanggil para siswa dan orang tua mereka untuk dimintai keterangan. Para siswa mengakui kesalahan dan menyesali perbuatannya, sementara sekolah mengambil langkah pembinaan.

18 April 2026

Kepala Disdik Jawa Barat, Purwanto, menyatakan bahwa motif kejadian masih didalami oleh pihak sekolah dan menekankan pentingnya perhatian orang tua serta pendekatan pendidikan yang baik terhadap anak-anak.

18 April 2026

Gubernur Dedi Mulyadi menanggapi viralnya video tersebut dengan menyarankan agar para siswa tidak hanya diskors selama 19 hari, tetapi juga diberi hukuman sosial berupa membersihkan halaman dan toilet sekolah.

Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
  • What?
    Video sejumlah siswa SMAN 1 Purwakarta yang mengejek guru dengan mengacungkan jari tengah setelah pelajaran viral di media sosial dan memicu tanggapan dari pihak sekolah serta pemerintah daerah.
  • Who?
    Sembilan siswa kelas IX IPS SMAN 1 Purwakarta, guru PKN bernama Atum, Kepala Disdik Jawa Barat Purwanto, serta Gubernur Dedi Mulyadi terlibat dalam penanganan peristiwa ini.
  • Where?
    Peristiwa terjadi di lingkungan SMAN 1 Purwakarta, Jawa Barat, setelah kegiatan belajar mengajar di ruang kelas berlangsung.
  • When?
    Kejadian berlangsung pada Sabtu, 18 April 2026, setelah pelajaran kebhinekaan selesai diajarkan oleh guru kepada siswa.
  • Why?
    Motif tindakan para siswa masih belum diketahui per saat ini karena pihak sekolah dan Dinas Pendidikan masih melakukan pendalaman terhadap penyebab perilaku tersebut.
  • How?
    Setelah video tersebar luas, sekolah memanggil para siswa dan orang tua untuk pembinaan. Pemerintah daerah menyarankan hukuman sosial seperti membersihkan halaman dan toilet sekolah sebagai bentuk tanggung jawab.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Ada beberapa murid di SMA Purwakarta yang nakal sama gurunya habis pelajaran. Mereka nunjuk jari jelek dan direkam, terus videonya nyebar di internet. Gurunya namanya Bu Atum. Sekolah marah dan panggil anak-anak itu sama orang tuanya. Anak-anaknya menyesal. Sekarang mereka dibina dan disuruh bersih-bersih sekolah biar kapok.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Peristiwa di SMAN 1 Purwakarta menunjukkan adanya kesadaran bersama antara sekolah, orang tua, dan pemerintah untuk menanggapi perilaku siswa secara mendidik. Para pelajar mengakui kesalahannya, orang tua menunjukkan kepedulian, dan pihak berwenang menekankan pembinaan serta hukuman sosial yang bermanfaat, mencerminkan semangat refleksi dan perbaikan dalam lingkungan pendidikan.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Bandung, IDN Times - Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Provinsi Jawa Barat, Purwanto angkat bicara mengenai video yang memperlihatkan sejumlah pelajar SMAN 1 Purwakarta melakukan aksi tidak terpuji terhadap gurunya dengan mengacungkan jari tengah setelah proses belajar mengajar.

Purwanto mengatakan, peristiwa ini terjadi setelah guru pendidikan kewarganegaraan bernama Atum selesai mengajar kelas IX IPS. Setelah itu, ada sebanyak sembilan orang murid dari kelas tersebut langsung melakukan tindakan tidak terpuji tersebut.

"Kronologinya mereka telah selesai pelajaran kebhinekaan, soal aneka makanan yang diolah oleh mereka berdasarkan penuturan kepala sekolah Kemudian setelah itu terjadi aksi yang tidak terpuji dari anak-anak itu," kata Purwanto saat dikonfirmasi, Sabtu (18/4/2026).

1. Sekolah sudah memanggil wali murid secara langsung

ilustrasi murid tidak kosentrasi saat belajar (pexels.com/olly)

Kemudian, pihak sekolah sadar karena peristiwa ini sudah diketahui banyak orang, para pelajar tersebut turut dipanggil dan mengakui perbuatan tidak terpuji itu. Mereka juga telah memanggil para orangtua pelajar ini.

"Dan kemudian setelah itu anak-anak dipanggil, orangtua dipanggil, semua menyadari telah melakukan kesalahan, orangtuanya juag menyayangkan, anaknya menyesal ya kemudian sekolah melakukan langkah untuk pembinaan," ujarnya.

Mengenai motif dari perbuatan ini, Purwanto belum bisa berkomentar banyak karena hal itu masih dilakukan pendalaman, begitu pun oleh pihak sekolah.

"Kita belum dalami sampai ke situ, seperti apa alasannya kita belum. Itu lagi dialami sekolah, dan ini baru pertama kali divideokan," ucap dia.

2. Disdik Jabar minta orangtua dan sekolah waspadai pergaulan murid

ilustrasi murid salim dengan guru (pexels.com/smkn 1 gantar)

Purwanto mengakui, para pelajar saat ini memiliki sikap yang berbeda jika dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Dia meminta orangtua dan guru harus mewaspadai hal tersebut dan melakukan pendekatan yang baik dalam memberikan edukasi.

"Karena anak sekarang tumbuh tidak hanya di ruang sekolah, di ruang kelas, tapi juga di ruang digital, di lingkungan rumahnya bagaimana perhatian orang tua, bagaimana proses pembelajaran di sekolah," kata dia.

"Ini menjadi bahan refleksi bukan hanya untuk SMAN 1 tapi untuk semua sekolah dan orang tua, termasuk kita di tingkat pengambil kebijakan," kata dia.

3. Dedi Mulyadi minta murid tersebut diberikan hukuman

ilustrasi murid (pexels.com/Muhaimin Abdul Aziz)

Dengan viralnya video tidak terpuji tersebut, Gubernur Dedi Mulyadi turut meminta agar para murid ini tidak hanya diberikan sanksi berupa skorsing selama 19 hari. Melainkan, diberikan hukuman sosial di sekolah agar hukuman ini benar-benar memberikan manfaat.

"Tapi saya memberikan saran, anak itu tidak skorsing selana 19 hari, ini saran mudah-mudahan bisa digunakan. Tapi, diberikan hukuman membersihkan halaman sekolah, menyapu setiap hari dan membersihkan toilet," kata dia.

Editorial Team