Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
 Kertajati Naik Kelas Jadi Bandara Pengganti Penerbangan Nasional
Jemaah Haji Embarkasi Kertajati Kloter 23 Akan Mendarat di Jeddah (https://haji.kemenag.go.id/v5/detail/masuki-gelombang-kedua-jemaah-haji-embarkasi-kertajati-kloter-23-akan-mendarat-di-jeddah)
  • Bandara Kertajati di Majalengka menjadi alternatif penerbangan terdampak abu vulkanik Gunung Anak Krakatau; hingga 7 September 2026, empat penerbangan Garuda Indonesia telah mendarat di sana.
  • Pemerintah juga menyiapkan Yogyakarta, Juanda, Adi Soemarmo, dan Ahmad Yani sebagai bandara alternatif, serta mendorong maskapai memakai pesawat berkapasitas lebih besar bagi penumpang terdampak.
  • Hingga 8 September 2026, tujuh bandara masih ditutup. Pembukaan kembali bergantung pada pemantauan abu vulkanik dan cuaca, dengan pemeriksaan bandara serta keselamatan penerbangan sebagai prioritas.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Majalengka, IDN Times - Bandara Internasional Jawa Barat (BIJB) Kertajati di Kabupaten Majalengka, Jawa Barat, dijadikan sebagai salah satu bandara alternatif untuk melayani penerbangan yang terdampak penutupan sejumlah bandara akibat sebaran abu vulkanik Gunung Anak Krakatau.

Hingga Senin (7/9/2026), sebanyak empat penerbangan Garuda Indonesia telah melakukan pendaratan di Bandara Kertajati sebagai alternatif dari Bandara Soekarno-Hatta. Pemerintah juga merencanakan pendaratan penerbangan Garuda Indonesia dari Jeddah dan Amsterdam di bandara tersebut.

Langkah itu dilakukan di tengah penutupan tujuh bandara yang terdampak sebaran abu vulkanik. Pemerintah menyatakan keselamatan penerbangan menjadi pertimbangan utama sebelum bandara terdampak kembali dioperasikan.

1. Empat penerbangan Garuda mendarat

Inin Nastain/ BIJB Kertajati

Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi mengatakan Bandara Kertajati telah dimanfaatkan sejak sehari sebelumnya untuk mendukung penerbangan yang terdampak kondisi di Bandara Soekarno-Hatta.

“Saat ini dan sejak kemarin Garuda Indonesia sudah melakukan pendaratan di Bandara Kertajati,” kata Dudy dalam keterangan tertulis (7/9/2026).

Menurut dia, pemanfaatan Kertajati juga direncanakan untuk penerbangan Garuda Indonesia dari Jeddah dan Amsterdam pada hari yang sama.

Menurut Dudy, Kertajati menjadi salah satu simpul alternatif yang disiapkan pemerintah ketika operasional sejumlah bandara utama terganggu akibat kondisi atmosfer yang dipengaruhi sebaran abu vulkanik.

2. Kertajati masuk daftar bandara alternatif

Inin Nastain IDN Times/ Petugas bandara Kertajati

Kementerian Perhubungan menyiapkan sejumlah bandara alternatif untuk menjaga mobilitas masyarakat selama terdapat bandara yang belum dapat digunakan.

Selain Bandara Internasional Jawa Barat atau Kertajati, pilihan tersebut mencakup Bandara Internasional Yogyakarta, Bandara Juanda, Bandara Adi Soemarmo, dan Bandara Jenderal Ahmad Yani.

Pemerintah mendorong maskapai, termasuk maskapai penerbangan luar negeri, untuk memanfaatkan bandara alternatif tersebut. Penggunaan pesawat berkapasitas lebih besar juga didorong agar penumpang terdampak dapat segera melanjutkan perjalanan.

Hingga Selasa (8/9/2026), tujuh bandara masih ditutup sebagai bagian dari langkah antisipasi terhadap sebaran abu vulkanik Gunung Anak Krakatau.

Bandara tersebut yakni Bandara Soekarno-Hatta dan Bandara Budiarto di Banten, Bandara Radin Inten II serta Bandara Muhammad Taufiq Kiemas di Lampung, Bandara Halim Perdanakusuma di Jakarta, Bandara Pondok Cabe di Banten, dan Bandara Husein Sastranegara di Jawa Barat.

Sementara itu, Bandara Atung Bungsu di Pagar Alam, Sumatera Selatan, telah kembali dibuka setelah pemeriksaan menunjukkan bandara tersebut tidak terdampak abu vulkanik.

3. Keselamatan jadi pertimbangan utama

Inin Nastain IDN Times/ BIJB Kertajati

Menteri Perhubungan mengatakan pemerintah belum dapat memastikan kapan seluruh bandara terdampak akan kembali beroperasi. Keputusan pembukaan kembali bandara akan bergantung pada hasil pemantauan kondisi abu vulkanik dan informasi cuaca.

“Keselamatan menjadi prioritas kita,” ujar Dudy.

Menurut dia, kondisi cuaca yang dinamis membuat pemerintah harus terus memperbarui pemantauan sebelum mengambil keputusan operasional.

Pemerintah memastikan setiap bandara yang terdampak harus diperiksa terlebih dahulu sebelum penerbangan kembali dilayani. Langkah tersebut ditempuh untuk memastikan aktivitas penerbangan berlangsung dalam kondisi yang aman.


Curated For You

Editorial Team

Related Article