Bandung, IDN Times - Mencuatnya pengakuan Wakil Wali Kota Bandung, Erwin, yang merasa kurang dilibatkan dalam sejumlah pembahasan pemerintahan dinilai menjadi puncak dari kerenggangan hubungan dengan Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan.
Direktur Indonesian Politics Research & Consulting (IPRC), Indra Purnama, menilai publik sebenarnya sudah mulai menangkap adanya jarak antara kedua pemimpin Kota Bandung sejak beberapa waktu lalu. Menurutnya, kondisi tersebut kini semakin terlihat setelah pernyataan Erwin disampaikan secara terbuka.
"Puncaknya akhir-akhir ini saat pernyataan Pak Erwin bahwa memang dia agak sedikit kurang dilibatkan dalam banyak hal. Itu mungkin puncak gunung es dari persoalan yang muncul di Kota Bandung," kata Indra saat dihubungi, Senin (6/7/2026).
