Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Keretakan Komunikasi Farhan-Erwin Bisa Ganggu Birokrasi Pemerintahan
Wali Kota Bandung Muhammad Farhan dan Wakil Wali Kota Bandung Erwin. Dok Istimewa
  • Kerenggangan antara Wali Kota Farhan dan Wakil Wali Kota Erwin makin terlihat setelah Erwin mengaku kurang dilibatkan, menandakan komunikasi pemerintahan Bandung sedang tidak harmonis.
  • IPRC menilai keduanya perlu menurunkan ego politik dan memulihkan komunikasi melalui tim atau relawan agar kinerja pemerintahan serta pelayanan publik tidak terganggu.
  • Konflik berkepanjangan dikhawatirkan membuat ASN bingung menerima arahan, sementara masyarakat bisa semakin kritis jika hubungan pimpinan daerah tak segera diperbaiki.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Bandung, IDN Times - Mencuatnya pengakuan Wakil Wali Kota Bandung, Erwin, yang merasa kurang dilibatkan dalam sejumlah pembahasan pemerintahan dinilai menjadi puncak dari kerenggangan hubungan dengan Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan.

Direktur Indonesian Politics Research & Consulting (IPRC), Indra Purnama, menilai publik sebenarnya sudah mulai menangkap adanya jarak antara kedua pemimpin Kota Bandung sejak beberapa waktu lalu. Menurutnya, kondisi tersebut kini semakin terlihat setelah pernyataan Erwin disampaikan secara terbuka.

"Puncaknya akhir-akhir ini saat pernyataan Pak Erwin bahwa memang dia agak sedikit kurang dilibatkan dalam banyak hal. Itu mungkin puncak gunung es dari persoalan yang muncul di Kota Bandung," kata Indra saat dihubungi, Senin (6/7/2026).

1. Kerenggangan sudah terlihat sejak lama

Wali Kota Bandung Muhammad Farhan. IDN Times/Istimewa

Indra mengatakan sinyal hubungan yang tidak harmonis antara Farhan dan Erwin sebenarnya sudah mulai terlihat sebelum pernyataan Erwin kepada publik. Menurut dia, masyarakat melihat keduanya terkesan berjalan sendiri-sendiri dalam menjalankan pemerintahan. Kondisi itu kemudian memunculkan anggapan adanya minim koordinasi di tingkat pimpinan daerah.

Ia menilai persoalan tersebut menjadi preseden yang kurang baik karena berlangsung di ruang publik dan berpotensi memengaruhi jalannya pemerintahan Kota Bandung.

"Publik sudah melihat ada kesan keduanya berjalan sendiri-sendiri. Ini menjadi preseden buruk karena muncul ke publik dan membuat sejumlah persoalan di Kota Bandung terkesan kurang terpantau akibat adanya miskomunikasi," ujarnya.

2. Farhan dan Erwin diminta mengesampingkan ego politik

Wali Kota Bandung Muhammad Farhan dan Wakil Wali Kota Bandung Erwin. Dok Istimewa

Indra menilai Farhan dan Erwin perlu bersikap lebih dewasa dalam menyikapi persoalan yang terjadi. Sebab, masyarakat memilih keduanya sebagai satu pasangan kepala daerah, bukan sebagai individu yang bekerja sendiri-sendiri.

Menurut dia, apabila komunikasi secara personal belum berjalan baik, keduanya dapat memanfaatkan tim sukses maupun relawan yang pernah mendukung saat Pilkada sebagai penengah untuk membangun kembali komunikasi.

Langkah tersebut dinilai penting agar hubungan keduanya segera pulih dan tidak berdampak terhadap jalannya pemerintahan maupun pelayanan kepada masyarakat.

3. Dikhawatirkan memicu kebingungan di birokrasi

Walikota Bandung Muhammad Farhan. IDN Times/Debbie Sutrisno

Indra mengingatkan konflik yang berlarut-larut berpotensi menimbulkan kebingungan di kalangan aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Kota Bandung.

Meski program dan anggaran tetap berjalan sesuai mekanisme, menurut dia, birokrasi bisa mengalami keraguan apabila muncul perbedaan arah atau instruksi dari pimpinan.

Di sisi lain, Indra menilai masyarakat juga akan semakin kritis terhadap kepemimpinan Farhan dan Erwin apabila persoalan tersebut tidak segera diselesaikan.

"Kalau ego keduanya tidak selesai, harus ada kritik dari publik untuk mengawasi mereka sehingga ada tekanan agar keduanya bisa kembali bekerja dengan baik," katanya.

Curated For You

Editorial Team

Related Article