Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Keluarga Korban Pramugari Pesawat ATR 42-500 Jalani Ante Mortem di Bogor

WhatsApp Image 2026-01-18 at 2.43.57 PM.jpeg
Keluarga Korban Pesawat Pesawat ATR 42-500 Jalani Ante Mortem di Bogor
Intinya sih...
  • Tim DVI Polda Jabar mengambil data ante mortem keluarga korban Pramugari Pesawat ATR 42-500 Esther Aprilita S. di Bogor dan melakukan pengambilan sampel DNA pembanding.
  • Serpihan pesawat ATR 42-500 milik Indonesia Air Transport ditemukan di lereng Gunung Bulusaraung, Sulawesi Selatan, setelah hilang kontak pada Sabtu siang.
  • Kepala KNKT menyatakan insiden ini dikategorikan sebagai controlled flight into terrain (CFIT) karena pesawat menabrak bukit atau lereng gunung secara tidak sengaja.
Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Bandung, IDN Times - Tim DVI Polda Jabar telah mengambil data ante mortem terhadap keluarga korban Pramugari Pesawat ATR 42 -500 Esther Aprilita S. yang jatuh karena menabrak lereng Gunung Bulusaraung di Kabupaten Pangkep, Sulawesi Selatan (Sulsel).

Tes ante mortem di Jabar dibenarkan Kabid Humas Polda Jabar Kombes Pol Hendra Rochmawan. Dia menuturkan bahwa tim DVI sudah mendatangi pihak keluarga dan melakukan pengambilan sampel.

"Betul salah satu dari manifest pesawat ATR 400 yang jatuh atas nama Esther Aprilita," kata Hendra saat dihubungi, Minggu (18/1/2026).

WhatsApp Image 2026-01-18 at 2.43.56 PM.jpeg
Keluarga Korban Pesawat Pesawat ATR 42-500 Jalani Ante Mortem di Bogor, Dok Polda Jabar

Menurutnya, alamat kelurga korban berada di daerah Caringing, Kabupaten Bogor, Jawa Barat.

"Saat ini tim DVI Jabar di kediaman tersebut untuk mengambil data ante Mortem dan DNA pembanding dari keluarganya," ujar Hendra.

Sebelumnya, serpihan berupa badan, ekor dan jendela pesawat ATR 42-500 milik Indonesia Air Transport telah ditemukan Tim SAR gabungan di kawasan lereng Gunung Bulusaraung, Kabupaten Pangkep, pada Minggu pagi (18/1/2026). Pesawat dipastikan menabrak lereng gunung sehingga meledak dan hancur.

Kepala Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT), Soerjanto Tjahjono, mengatakan insiden ini dikatergorikan sebagai controlled flight into terrain (CFIT).

"Jadi memang pesawat menabrak bukit atau lereng gunung, sehingga terjadi beberapa pecahan atau serpihan pesawat akibat terjadinya benturan," kata Soerjanto Tjahjono saat konferensi pers di media center area kedatangan Bandara Sultan Hasanuddin Makassar.

Soerjanto menjelaskan, dalam kategori CFIT, kondisi pesawat sebenarnya masih bisa dikendalikan oleh pilot, tetapi karena sesuatu hal pesawat menabrak bukit atau lereng gunung.

"Jadi memang kita mengkategorikan sebagai controlled flight into terrain. Pesawatnya masih bisa dikontrol oleh pilotnya tapi menabrak tapi bukan sengaja menabrak (lereng gunung)," tegasnya.

Sebelumnya diberitakan, titik terang mulai muncul dalam pencarian pesawat yang hilang kontak di Sulawesi Selatan. Tim SAR gabungan menemukan sejumlah serpihan pesawat ATR 42-500 milik Indonesia Air Transport di kawasan lereng Gunung Bulusaraung, Kabupaten Pangkep, pada Minggu pagi (18/1/2026). Temuan tersebut menjadi petunjuk penting untuk mempersempit area pencarian.

Pesawat nomor PK-THT sewaan Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) itu hilang kontak pada Sabtu siang (17/1/2026). Pesawat rute Yogyakarta-Makassar membawa sepuluh orang, terdiri dari tujuh kru dan tiga penumpang.

Share
Topics
Editorial Team
Yogi Pasha
Jumawan Syahrudin
Yogi Pasha
EditorYogi Pasha
Follow Us

Latest News Jawa Barat

See More

Sampah Di Pasar Caringin Diolah Jadi Pakan Ternak Hingga Bioetanol

18 Jan 2026, 15:14 WIBNews